Antara Aku Dan Tante Lina

September 29, 2006

Namaku Andi, umurku 30 tahun dengan tinggi badan 185 cm dan berat badan 82 kg. Aku kini bekerja sebagai supervisor di salah satu perusahaan di Medan. Aku lebih menyukai wanita setengah baya. Aku sangat suka membaca cerita di 17Tahun.com khususnya di bagian “Setengah Baya”. Aku ingin menceritakan kisah nyata dengan tanteku sendiri, Tante Lina. Cerita yang dituangkan di sini adalah kisah nyata dan bagi yang kebetulan merasa sama nama atau kisahnya mohon dimaafkan itu hanyalah kebetulan.

*****

Kejadian ini terjadi sekitar 6 tahun yang lalu, waktu itu aku masih berusia 24 tahun. Aku mempunyai seorang tante bernama Lina yang umurnya waktu itu 36 tahun. Tante Lina adalah adik dari Mamaku. Tante Lina sudah menjanda selama lima tahun. Dari perkawinan dia dengan almarhum suaminya tidak di karunia anak. Tante Lina sendiri melanjutkan usaha peninggalan dari almarhum suaminya. Dia tinggal di salah satu perumahan yang tidak jauh dari rumahku. Dia tinggal dengan seorang pembantunya, Mbak Sumi. Tante Lina ini orangnya menurutku seksi sekali. Payudaranya besar bulat dengan ukuran 36C, sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti peragawati dan perutnya rata soalnya dia belum punya anak. Hal ini membuatku sering ke rumahnya dan betah berlama-lama kalau sedang ada waktu.

Dan sehari-harinya aku cuma mengobrol dengan tante Lina yang seksi ini dan dia itu orangnya supel benar tidak canggung cerita-cerita denganku. Dari cerita tante Lina bisa aku tebak bahwa dia itu orangnya kesepian sekali semenjak suaminya meninggal. Maka aku berupaya menemaninya dan sekalian ingin melihat tubuhnya yang seksi. Setiap kali aku melihat tubuhnya yang seksi, aku selalu terangsang dan aku lampiaskan dengan onani sambil membayangkan tubuhnya. Kadangkala timbul pikiran kotorku ingin bersetubuh dengannya tapi aku tidak berani berbuat macam-macam terhadap dia, aku takut nanti dia akan marah dan melaporkan ke orang tuaku.

Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan tante Lina semakin kuat saja. Kadang-kadang kupergoki tante Lina saat nabis mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja. Melihatnya jantungku deg-degan rasanya, ingin segera membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang-kadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Benar-benar memancing gairahku.

Sampai pada hari itu tepatnya malam minggu, aku sedang malas keluar bersama teman-teman dan aku pun pergi ke rumah Tante Lina. Sesampai di rumahnya, tante Lina baru akan bersiap makan dan sedang duduk di ruang tamu sambil membaca majalah. Kami pun saling bercerita, tiba-tiba hujan turun deras sekali dan Tante Lina memintaku menginap saja di rumahnya malam ini dan memintaku memberitahu orang tuaku bahwa aku akan menginap di rumahnya berhubung hujan deras sekali.

“Di, tante mau tidur dulu ya, udah ngantuk, kamu udah ngantuk belum?”, katanya sambil menguap.
“Belum tante”, jawabku.
“Oh ya tante, Andi boleh pakai komputernya nggak, mau cek email bentar”, tanyaku.
“Boleh, pakai aja” jawabnya lalu dia menuju ke kamarnya.

Lalu aku memakai komputer di ruang kerjanya dan mengakses situs porno. Dan terus terang tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar wanita setengah baya bugil. Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang sekali berukuran sekitar 15 cm karena aku sudah terangsang sekali. Tanpa kusadari, tahu-tahu tante Lina masuk menyelonong begitu saja tanpa mengetuk pintu. Saking kagetnya aku tidak sempat lagi menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu. Tante Lina sempat terbelalak melihat batang kemaluanku yang sedang tegang hingga langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis.

“Hayyoo lagi ngapain kamu, Di?” tanyanya.
“Aah, nggak apa-apa tante lagi cek email” jawabku sekenanya. Tapi tante Lina sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku.
“Ada apa sih tante?” tanyaku.
“Aah nggak, tante cuma pengen ajak kamu temenin tante nonton di kamar” jawabnya.
“Oh ya sudah, nanti saya nyusul ya tante” jawabku.
“Tapi jangan lama-lama yah” kata Tante Lina lagi.

Setelah itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku beranjak menuju ke kamar tante dan menemani tante Lina nonton film horor yang kebetulan juga banyak mengumbar adegan-adegan syur.

Melihat film itu langsung saja aku menjadi salah tingkah, soalnya batang kemaluanku langsung saja bangkit lagi. Malah Tante Lina sudah memakai baju tidur yang tipis dan gilanya dia tidak memakai bra karena aku bisa melihat puting susunya yang agak mancung ke depan. Gairahku memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi apa boleh buat aku tidak berani berbuat macam-macam. Batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku terpaksa bergerak-gerak sedikit guna membetulkan posisinya yang miring. Melihat gerakan-gerakan itu tante Lina rupanya langsung menyadari sambil tersenyum ke arahku.

“Lagi ngapain sih kamu, Di?” tanyanya sambil tersenyum.
“Ah nggak apa-apa kok, tante” jawabku malu. Sementara itu tante Lina mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat di atas ranjang.
“Kamu terangsang yah, Di, lihat film ini?”
“Ah nggak tante, biasa aja” jawabku mencoba mengendalikan diri.

Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya kuhisap-hisap sambil kugigit putingnya. Tapi rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante Lina pun rupanya sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.

“Menurut kamu tante seksi nggak, Di?” tanyanya.
“Wah seksi sekali tante” kataku.
“Seksi mana sama yang di film itu?” tanyanya lagi sambil membusungkan payudaranya sehingga terlihat semakin membesar.
“Wah seksi tante dong, abis bodynya tante bagus sih” kataku.
“Ah masa sih?” tanyanya.
“Iya benar tante, swear..” kataku.

Jarak kami semakin merapat karena tante Lina terus mendekatkan tubuhnya padaku, lalu dia bertanya lagi padaku..

“Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama tante”.
“Mmaauu tante..” Ah, seperti ketiban durian runtuh, kesempatan ini tidak tentu aku sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri pada tante Lina.
“Wahh barang kamu lumayan juga, Di” katanya.
“Ah tante bisa aja.. Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. Sampe saya gemes deh ngeliatnya..” kataku.
“Ah nakal kamu yah, Di” jawabnya sambil meletakkan tangannya di atas kemaluanku.
“Waahh jangan dipegangin terus tante, ntar bisa tambah gede loh” kataku.
“Ah yang benar nih?” tanyanya.
“Iya tante.. Ehh.. Ehh aku boleh pegang itu nggak tante?” kataku sambil menunjuk ke arah payudaranya yang besar itu.
“Ah boleh aja kalo kamu mau” jawabnya.

Wah kesempatan besar, tapi aku agak sedikit takut, takut dia marah tapi tangan si tante sekarang malah sudah mengelus-elus kemaluanku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus payudaranya.

“Ahh.. Arghh enak Di.. Kamu nakal ya” kata tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku.
“Loh kok dilepas sih Di?” tanyanya.
“Ah takut tante marah” kataku.
“Oohh nggak lah, Di.. Kemari deh”.

Tanganku digenggam tante Lina, kemudian diletakkan kembali di payudaranya sehingga aku pun semakin berani meremas-remas payudaranya.

“Aarrhh.. Sshh” rintihnya hingga semakin membuatku penasaran.

Lalu aku pun mencoba mencium tante Lina, sungguh di luar dugaanku, Tante Lina menyambut ciumanku dengan beringas. Kami pun lalu berciuman dengan nafsu sekali sambil tanganku bergerilya di payudaranya yang sekal sekali itu.

“Ahh kamu memang hebat Di.. Terusin Dii.. Malam ini kamu mesti memberikan kepuasan sama tante yah.. Arhh.. Arrhh”.
“Tante, aku boleh buka baju tante nggak?” tanyaku.
“Oohh silakan Di”, sambutnya.

Dengan cepat kubuka bajunya sehingga payudaranya yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilat-jilat payudaranya yang memang aku kagumi itu.

“Arrgghh.. Arrgghh..” lagi-lagi tante mengerang-erang keenakan.
“Teruuss.. Teerruuss Di.. Ahh enak sekali..”

Lama aku menjilati putingnya sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya. Lalu sekilas kulihat tangan Tante Lina sedang mengelus-elus bagian klitorisnya sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kulepaskan.

“Aahh buka saja Di.. Ahh”

Nafas Tante Lina terengah-engah menahan nafsu. Seperti kesetanan aku langsung membuka CD-nya dan lalu kuciumi. Sekarang Tante Lina sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang penuh dengan bulu. Lalu dengan pelan-pelan kumasukkan jariku untuk menerobos liang kemaluannya yang sudah basah itu.

“Arrhh.. Sshh.. Enak Di.. Enak sekali” jeritnya.

Setelah puas jariku bergerilya lalu kudekatkan mukaku ke liang kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin dan mengkilap itu. Lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluannya dengan lidahku turun naik seperti mengecat saja. Tante Lina semakin kelabakan hingga dia menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil meremas payudaranya.

“Aah.. Sshh tante udaahh nggaakk tahaann laaggii.. Tante udaahh maauu kkeeluuaarr.. Ohh”, dengan semakin cepat kujilati klitorisnya dan jariku kucobloskan ke liang kemaluannya yang semakin basah.

Beberapa saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya akan orgasme. Lalu kupercepat jilatanku dan tusukan jariku sehingga dia merasa keenakkan sekali lalu dia menjerit..

“Oohh.. Aarrhh.. Tante udah keeluuaarr Dii.. Ahh” sambil menjerit kecil pantatnya digoyang-goyangkan dan lidahku masih terus menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati sampai habis. Kemudian tubuhnya tenang seperti lemas sekali.

“Wah ternyata kamu hebat sekali, tante sudah lama tidak merasakan kepuasan ini loh..” ujarnya sambil mencium bibirku sehingga cairan liang kemaluannya di bibirku ikut belepotan ke bibir Tante Lina. Sementara itu batang kemaluanku yang masih tegang di elus-elus oleh tante Lina dan aku pun masih memilin-milin puting tante yang sudah semakin keras itu.

“Aahh..” desahnya sambil terus mencumbu bibirku.
“Sekarang giliran tante.. Tante akan buat kamu merasakan nikmatnya tubuh tante”.

Tangan tante Lina segera menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnnya batang kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit tapi kudiamkan saja karena terasa enak juga diremas-remas oleh tangan tante Lina. Lalu aku juga tidak mau kalah, tanganku juga terus meremas-remas payudaranya yang indah itu. Rupanya tante Lina mulai terangsang kembali ketika tanganku meremas-remas payudaranya dengan sesekali kujilati putingnya yang sudah tegang itu, seakan-akan seperti orang kelaparan, kukulum terus puting susunya sehingga tante Lina menjadi semakin blingsatan.

“Aahh kamu suka sekali sama dada tante yah, Di?”
“Iya Tante abis tetek tante bentuknya sangat merangsang sih.. Terus besar tapi masih tetap kencang..”
“Aahh kamu memang pandai muji orang, Di..”

Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu tante Lina mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai akhirnya Tante Lina berjongok di bawah ranjang dengan kepala mendekati batang kemaluanku. Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang telah mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya.

Aku benar-benar merasakan nikmatnya service yang diberikan oleh Tante Lina. Lalu dia mulai membuka mulutnya dan lalu memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap-hisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya. Selang beberapa menit setelah tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desiran-desiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu kuangkat Tante Lina kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang di atas ranjang. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depanku.

“Aahh Di, ayolah masukin batang kemaluan kamu ke tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain memek tante disodok-sodok sama batangan kamu itu”.
“Iiyaa tante” kataku.

Lalu aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluannya tapi aku tidak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan terlebih dulu ke bibir kemaluannya sehingga tante Lina lagi-lagi menjerit keenakan..

“Aahh.. Aahh.. Ayolah Di, jangan tanggung-tanggung masukiinn..”

Lalu aku mendorong masuk batang kemaluanku. Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluannya sehingga agak sulit memasukkan batang kemaluanku yang sudah tegang sekali itu.

“Aahh.. Sshh.. Oohh pelan-pelan Di.. Teruss-teruuss.. Aahh”

Aku mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke dalam liang kemaluan Tante Lina sehingga dia merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika batang kemaluanku sudah masuk semuanya. Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan dengan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Tante Lina juga ikut-ikutan bergoyang. Rasanya nikmat sekali karena goyangan pantat tante Lina menjadikan batang kemaluanku seperti dipilin-pilin oleh dinding liang kemaluannya yang seret itu dan rasanya seperti empotan ayam. Sementara itu aku terus menjilati puting dan menjilati leher yang dibasahi keringatnya. Sementara itu tangan Tante Lina mendekap pantatku keras-keras sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi.

“Oohh.. Sshh.. Di.. Enak sekali.. Oohh.. Ohh..” mendengar rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan permainan ini.
“Aahh.. Cepat Di, tante mau keluuaarr.. Aahh”

Tubuh tante Lina kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik. Rupanya dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang kemaluanku yang sedang merojok-rojok liang kemaluannya.

“Aahh.. Sshh.. Sshh”, desahnya, lalu tubuhnya kembali tenang menikmati sisa-sisa orgasmenya.
“Wahh kamu memang hebaat Di.. Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar”
“Iiyaa tante.. Bentar lagi juga Andi keluar nih..” ujarku sambil terus menyodok liang kemaluannya yang berdenyut-denyut itu.
“Aahh enak sekali tante.. Aahh..”
“Terusin Di.. Terus.. Aahh.. Sshh” erangan tante Lina membuatku semakin kuat merojok-rojok batang kemaluanku dalam liang kemaluannya.
“Aauuhh pelan-pelan Di, aahh.. Sshh”
“Aduh tante bentar lagi aku udah mau keluar nih..” kataku.
“Aahh.. Di.. Keluarin di dalam aja yah.. Aahh.. Tante mau ngerasain.. Ahh.. Shh.. Mau rasain siraman hangat peju kamu..”
“Iiyyaa.. Tante..”

Lalu aku mengangkat kaki kanan tante sehingga posisi liang kemaluannya lebih menjepit batang kemaluanku.

“Aahh.. Oohh.. Aahh.. Sshh.. Tante, Andi mau keluar nih.. Ahh” lalu aku memeluk tante Lina sambil meremas-remas payudaranya. Sementara itu, tante Lina memelukku kuat-kuat sambil menggoyang-goyangkan pantatnya.
“Aahh tante juga mau keluar lagi aahh.. Sshh..” lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. Seerr.. Seerr.. Croott.. Croott..
“Aahh enak sekali tante.. Aahh.. Ahh..” Selama dua menitan aku masih menggumuli tubuh Tante Lina untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante Lina menbelai-belai rambutku.
“Ah kamu ternyata seorang jagoan, Di..”

Setelah itu dia mencabut batang kemaluanku dari liang kemaluannya kemudian dimasukkan kembali ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap olehnya. Dan kemudian kami berdua pun tidur saling berpelukan. Malam itu kami melakukannya sampai tiga kali.

Setelah kejadian itu kami sering melakukan hubungan seks yang kadang-kadang meniru gaya-gaya dari film porno. Hubungan kami pun berjalan selama dua tahun dan akhirnya diketahui oleh orang tuaku. Karena merasa malu, Tante Lina pun pindah ke Jakarta dan menjalankan usahanya di sana. Aku benar-benar sangat kehilangan Tante Lina dan semenjak kepindahannya, tante Lina tidak pernah menghubungiku lagi.

*****

Begitulah kisah nyata antara aku dengan tanteku sendiri hingga menyebabkan aku lebih menyukai hubungan seks dengan wanita setengah baya. Bagi para wanita setengah baya yang ingin berkenalan denganku untuk berbagi pengalaman dan berbagi rasa denganku, kirim email saja untukku, aku pasti akan membalasnya. Thanks..

E N D

39 Responses to “Antara Aku Dan Tante Lina”

  1. edi Says:

    knlankan tante lina ma gw mao ga?
    gw bth duit ni
    pngn jalan ma tante
    da knlan tante ga
    kalau da hub gw d edi_dodiyaaanto@yahyoo.com
    thnks

  2. TRIO Says:

    AKU MAU DONG KENALAN AMA TANTE LINA KMU ITU.AKU BOLEH TAU NO TELP TANTE LINA KMU ITU,AKU PERLU UANG NICH
    SIAPA TAU TANTE LINA KMU ITU MAU JALAN2 AMA AKU JUGA MAU MELAKAUKAN HUBUNGAN SEX AMA KU?

  3. Rusli Supriatna Says:

    gw mau dong knalan ma tante lina,
    biarpun ngga di bayar juga ga apa-apa.
    hub gw ya….di email ini…….

  4. escobar Says:

    wuaaah , gue juga mau tuch nyobain tante loe….call me at 021 93441302 0r 081382887200

  5. Raip Says:

    menyentoeh sekali,tapi kenapa tante kamoe nggak nikah aja?ceritamoe good rangsangannya kena pada sasaran coy!

  6. wawan Says:

    coba dilengkapi gambar tante kina sedang main tambah bagus

  7. roni Says:

    yang mau ngesex sm gw….email gw ke metal_ngesex@yahoo.co.id
    gw tunggu


  8. kalian semua memang anjing

  9. jon Says:

    udah la sesama anjing jgn mengatai ^^

  10. Penjajah sex Says:

    Spa yg mao ngewe am gw? Email aj kesni.

  11. cheska Says:

    wah cerita yang mendebarkan. sungguh enak dibacanya. tante yang mau dong kenalan, by mail

  12. gebi Says:

    boong banget seh loo…kira kira dong kalo boong..patut loe dipanggil anjing,,dasar anjing loe…cuma kelasnya anjing yang mau ngentot darah dagingnya sendiri…dasar loe tai kucing digundukan pasir..

  13. gebi Says:

    hooy ANDI..loe ga malu ngentot tante sendiri…? ga ada modal nyari perek loe..? atau jangan jangan loe tipenya laki laki pengecut yang beraninya dihalaman sendiri..kalo emang perkasa jangan tante sendiri dong dientot,coba sekali2 loe entot anaknya BIL CLINTON..baru loe bisa cerita sama kita2..ini baru ngentot tante sendiri udah bangga,!!?? dasar ayam loe..malu2in aja loe

  14. elekepek Says:

    Yang penting lobang coi. Ngentot memang moiiiiii…banget deh

  15. Ingan_S Says:

    Saya heran dengan kamu-kamu yang buka situs 17 Tahun ini, mengapa harus salahkan orang yang mengarang cerita, dari situsnya saja seharusnya sudah tau bahwa cerita ini adalah untuk 17 Tahun keatas, dan kamu tidak dipaksa untuk membaca cerita yang ada di 17 Tahun, kamu sendiri sudah tau kira-kira apa yang akan kamu temui disitus 17 Tahun ini, yang tidak habis pikir kok bisanya setelah kamu membaca sampai selesai harus merah kepada pengarang cerita ini, apakah kamu tidak sadar kalau yang kamu kerjakan itu adalah salah, sebaiknya kamu tadi jangan pilih situs ini dan jangan baca ceritanya. kamu malah menyalahkan pengarangnya sementara kamu sudah bersalah, dan tidak sadar diri atau sok bersih (alim) tampa kamu sadara kamu sendiri sudah lebih seperti binatang bahkan lebih seperti yang kamu katakan kepada pengarang cerita. dasar otak bodoh, tolol, goblok, otak udang

  16. rudal Says:

    mau dong knalan sm tante mu aku mau ngerasain kedasyatan tante mu kl mau add aj ya ke e-mail ku
    ok

  17. kontol_brian Says:

    mw dunx lw knali tante lw k w byar w bs ngentot brng ma tante lw ok klw lw mau hub w d dragon_ofra@yahoo.co.id ok

  18. arif Says:

    tante kau boleh juga tuh aku ngetot kontolaku besar ni tanya sama tante km mau ga smaa aku kalo dia ga mau masuk neraka kalian dua udah laku kan itu ga ajak ajak sih kalo aku di ajak mau ajak aku plss minta no hp tante mu yha

  19. jack luis Says:

    pls de mereka kan manusia juga,pantas aja kalau keliru
    so,kalo saran saya nih “kita jangan niru ato bikin hal yg sama”
    o’klay Se-7 kan

  20. Qatix Says:

    udah2 jgn ngatain orgnya anjing.gak baek itu.yg tepatnya BABI LOE SEMUA!!!!apalagi yg ngentot ama tantenya.n menurut gw cerita ini kayaknya karangan aja dech.karna itu org yg ngarang,fantasi sexnya rendah soalnya mo ngentot ama tante sendiri gak kesampaian.wkwkwk dasar taik tikus di makanan basi loe!!!

  21. jpixxx Says:

    keparat,anjing lo semua,otak tempek,gak punya moral,hina,rendah,

    FUCKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK…………

  22. Brajagah Says:

    boleh juga, asal ente ndak ngarang2 ceritera, entar mulutlu busuk

  23. polenk.sex Says:

    tante lagi, tante lagi……….
    jd pengen nyari tante neh

  24. Johny Untung Says:

    Weih…. gw juga mau……… Ada enggak Alamt dan No hp tante lina di Jkt ? Pasti Gw hubungi Atau E-Mail ke gw pasti segera gw hubungi….

  25. Reank Says:

    duh…enaknya, gantian dong!

  26. laboe Says:

    tabte kok mau cih ma ponakan mending ma gw bisa 4 x ngecrot loe ga percaya coba aja hub gw, mau bukti tanya ma janda sebelah rumah gw, dia nggak bekutik begitu kontollll gw bicaara ma me2xnya……
    ponakan ngga tau diri loe tante dir loe embat, moyet, anjing buduk, pantat penggorengan, parto budek, pantat kuning, tikus got, kecoa jerman, gw doa in loe yang punya cerita masuk neraka…..ok bro

  27. ari Says:

    anyone (just woman) can call me at 08176764364

  28. heboh Says:

    tantemu di jakarta wiss tak entot mampusssssss…..

  29. ary Says:

    tantenya yag mau ml hub q y 085646610970

  30. anakmetal Says:

    ayo panjang panjangan barang lu ama barang gua pasti panjangan gue

  31. Andi Says:

    kreatif dikit dunk.. cerita lo basi banget dasar plagiat. Ggggrrrrrr…

  32. iwan Says:

    uhhhh…..pengen jadi anjing neeh…eh, pengen ngewe juga…

  33. Azwardi Says:

    masuk neraka aja biar bersetubuh di sana

  34. rudi Says:

    mantap coy….

  35. rudi Says:

    besok2 jgn sama tante lo, sama istri muda bokap lu aja………..

  36. ryan Says:

    kirim email ke aq ya tante pejantan96@ml1.net


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: