Majikan dan Pembantunya

Oktober 30, 2006

Saya salah satu penggemar situs ini, menurut saya cerita-cerita di sini sangat menarik, karena itu saya juga ingin berbagi kepada semua penggemar situs ini mengenai pengalaman pribadi saya. Baca entri selengkapnya »

Sesekali kulirik Tante Yola yang kelojotan setiap kali butiran sebesar bola golf itu dikeluarkan dari liang kewanitaannya. Atau wajah Tante Irene yang tak henti-hentinya mengerang menahan rasa nikmat yang luar biasa. Kelihatannya Tante Rissa lihai sekali memainkan vibrator tersebut. Kulihat daerah selangkangan Tante Irene sudah banjir oleh air kewanitaannya. Kami betul-betul bercampur tanpa batas. Dan satu-satunya yang sadar di ruangan itu hanya aku, sisanya sudah mabuk oleh minuman-minuman yang mereka tegak sejak tadi. Aku tidak bisa bercerita dengan detil di sini karena betul-betul banyak hal dan variasi yang kami lakukan. Mungkin aku hanya bisa cerita hal-hal yang kuingat dengan jelas. Seperti misalnya ketika kedua tangan Tante Rissa dipegangi oleh Tante Yola dan Tante Irene, sementara Tante Shinta dan Tante Lisbeth asyik ngerjain wanita cantik itu dengan tali-tali berbutirnya. Tante Shinta memegang tali berbutir yang butirannya sebesar bola golf, sementara Tante Lisbeth memegang tali berbutir yang lebih kecil. Aku sendiri dengan liar menjilati setiap jengkal tubuh Tante Rissa. Desahan dan erangan tak henti-hentinya keluar dari bibir wanita itu.
Baca entri selengkapnya »

Tante Yola pun menjelaskan. Ternyata seperti permainan lucky draw. Dalam satu Pak kartu itu ada 2 joker. Joker hitam putih berarti kartu “truth”, dan joker berwarna berarti kartu “dare”. Kartu-kartu itu dibagikan ke semua pemain dengan jumlah tertentu. Jika ada pemain yang mendapatkan kartu “truth”, maka dia harus menceritakan salah satu pengalaman seksnya dengan detil. Dan jika si pemain mendapat kartu “dare”, maka dia harus bersedia melepas salah satu atribut yang melekat di tubuhnya, bisa pakaian atau aksesoris. Itu permainan truth or dare versi Tante Yola. Aku tidak tau apakah sama dengan permainan truth or dare pada umumnya. Baca entri selengkapnya »

Suatu sore aku iseng kirim SMS ke ponsel Tante Rissa. Sekedar say hello aja sih, soalnya udah lama juga aku nggak ketemu dia. Isinya singkat, “SORE TANTE, PA KBR NICH?”. Tanpa kuduga Tante Rissa langsung menelpon balik. Baca entri selengkapnya »

Gara-gara Nickname

Oktober 30, 2006

Halo pembaca 17Tahun.com, sebelumnya perkenalkan namaku Rio. Aku sudah lama menikmati cerita-cerita di situs ini. Sebenarnya sudah lama juga aku mau share pengalamanku di sini. Tapi karena sibuk di kantor, jadi baru sempat ngetik belakangan ini. Baca entri selengkapnya »

Play Station Plus

Oktober 30, 2006

Aku bernama Joe dan aku telah banyak memberikan kontribusi cerita kepada 17Tahun.com dan mudah-mudahan kisah nyataku sewaktu aku di Jakarta akan dimuat oleh tim redaksi 17Tahun.com. Baca entri selengkapnya »

Panasnya Nafsu Birahi – 5

Oktober 30, 2006

Tante Melly benar-benar tak berdaya menahan serangan birahinya. Sambil meremasi sprei, kepalanya bergoyang kekiri dan kekanan. Ditengah-tegah desisannya, mulutnya meracau, mengeluarkan kata-kata kotor. Serasa hendak menjemputi kemaluan Ivan agar menghujam lebih dalam lagi ke lubang vaginanya, Tante Melly mengangkat pantatnya tinggi-tinggi. Baca entri selengkapnya »

Panasnya Nafsu Birahi – 4

Oktober 30, 2006

Selama Arif dirawat dirumah sakit, Ivan dengan setia menunggu sahabatnya, bergantian dengan Tante Melly, ibunya Arif. Kadang-kadang Ivan merasa berdosa terhadap Arif yang selama ini begitu baik terhadapnya, karena telah menodai Poppy pacar Arif. Tapi setiap membayangkan tubuh mulus Poppy, nafsu birahinya bangkit dan melupakan kalau Poppy adalah pacar sahabatnya. Baca entri selengkapnya »

Panasnya Nafsu Birahi – 3

Oktober 30, 2006

Tak terasa sudah dua puluh hari lamanya Ivan seorang diri menunggui Arif yang sedang dirawat dirumah sakit. Sampai akhirnya pada hari yang kesebelas, ibunya yang baru datang dari luar kota menjenguk Arif. Saat itu kondisi Arif sudah sedikit membaik, dia sudah mulai bisa bicara. Karena sudah ada Tante Melly, ibunya yang menunggunya, maka Arif meminta Ivan untuk mengabarkan tentang kondisinya yang lagi sakit pada Poppy, pacarnya. Baca entri selengkapnya »

Panasnya Nafsu Birahi – 2

Oktober 30, 2006

Setelah mencapai orgasmenya yang pertama, Ivan beristirahat sejenak memulihkan tenaganya. Kemudian dia berdiri sambil menarik tangan Mbak Heny untuk berdiri. Dalam keadaan berdiri sejajar, Ivan memeluk tubuh Mbak Heny erat-erat. Mulutnya langsung melumat mulut Mbak Heny. Sementara tangannya meremas-remas pantat Mbak Heny yang padat. Mbak Heny membalas lumatan Ivan dengan pagutan yang tak kalah serunya, sambil tangannya menggenggam batang kemaluan Ivan yang masih layu.
Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.