Guru Wali Kelas Anakku

Desember 1, 2006

Sebagai seorang kepala rumah tangga yang memiliki seorang anak laki-laki yang telah memasuki ke ajang pendidikan tentunya sangat membahagiakan. Ini terjadi denganku dikala anakku yang bernama Jerry telah memasuki SD kelas 1. Setelah istriku meninggal dunia karena terkena penyakit kanker payudara, akulah satu-satunya yang mesti mengurusi anakku, Jerry. Secara jujur, kehidupanku sangat menyedihkan dibandingkan sebelum istriku meninggal. Sekarang semuanya kulakukan sendiri seperti mengajari anakku mengerjakan PR-nya, memasak yang tentunya bercampur dengan kesibukanku di kantor sebagai salah satu orang terpenting di perusahaan Jepang yang berdomisili di Jakarta.

Kadang-kadang aku menjadi bingung sendiri karena bagaimanapun masakanku tidak sesempurna istriku dan untunglah Jerry, anakku satu-satunya tidak pernah mengkritik hasil masakanku walaupun aku tahu bahwa semua hasil masakanku tidak bisa dimakan karena kadang-kadang terlalu asin dan kadang-kadang gosong. Suatu hari Jerry memberitahuku bahwa aku mesti datang ke sekolahnya karena gurunya ingin bertemu denganku.

Pada hari yang sudah ditentukan, aku pergi ke sekolah anakku untuk bertemu Ibu Diana dan sewaktu aku bertemu dengannya, aku menjadi cukup gugup dan untunglah perasaan itu dapat kukuasai karena bagaimanapun aku pergi dengan anakku dan aku tidak ingin anakku membaca kegugupanku itu. Akhirnya aku dipersilakan duduk oleh ibu guru yang ternyata belum menikah itu karena aku tidak melihat cincin kawin di jarinya dan juga dia mengaku sendiri bahwa dia masih single ketika kupanggil dia dengan sebutan Ibu Diana. Didalam percakapan itu, dia menceritakan mengenai pelajaran Jerry yang agak tertinggal dengan murid-murid lainnya. Ternyata baru ketahuan dari pengakuan Jerry, bahwa walaupun dia rajin mengerjakan PR tetapi dia tidak pernah mengulang pelajarannya karena waktunya dihabiskan untuk bermain Play Station yang kubelikan untuknya sehari setelah kepergian istriku supaya dia tidak menangis lagi.

Akhirnya diperoleh kesepakatan bahwa Ibu Diana akan memberikan anakku les privat dan setelah kami sama-sama sepakat mengenai harga perjamnya, kami bersalaman dan meninggalkan sekolah itu. Selama perjalanan ke rumah, aku selalu teringat dengan wajah imut guru muda anakku itu.

Sore harinya setelah aku tidur sore, aku teringat bahwa 1 jam mendatang guru anakku akan datang dan berarti aku juga harus bersiap-siap untuk menyambutnya. Setelah guru Jerry datang dan aku mengajaknya ngobrol untuk beberapa saat, dia kemudian minta izin untuk memulai les privat untuk anakku. Aku hanya mengangguk dan meninggalkan mereka berdua. Aku mulai membaca koran Kompas hari itu dan aku sekali-kali mencuri pandang pada guru anakku yang sedang mengajari Jerry. Kulihat bahwa Ibu Diana ini cukup pengertian dalam mengajari anakku yang kadang-kadang masih cukup bingung akan materi yang dipelajarinya.

Dua jam berlalu sudah dan kusadari bahwa jam privat les sudah usai dan ketika dia hendak pulang ke rumahnya, aku menawarkan kepadanya untuk mengantarkannya berhubung hari sudah malam dan aku tahu persis bahwa tidak ada lagi kendaraan umum pada jam-jam begitu di sekitar rumahku. Akhirnya aku mengeluarkan mobil BMW kesayanganku dan setelah aku bersiap-siap, aku menyuruh Jerry untuk mengulang pelajaran yang tadi sementara aku akan mengantarkan gurunya pulang. Jerry menuruti ucapan ayahnya dan tanpa basa basi, dia mulai membuka kembali bukunya dan mengulang materi yang baru saja dipelajarinya.

Aku kemudian mulai menyuruh Ibu Diana untuk masuk dan kemudian aku memulai mengendarai mobil itu setelah aku menutup pintu gerbang tentunya karena aku tidak mempunyai pembantu rumah tangga saat itu. Di tengah perjalanan, kami bercakap-cakap mengenai segala hal dan mengenai perubahan yang dialami Jerry setelah ibunya meninggal dunia. Nampaknya Ibu Diana serius sekali mendengarkan curahan hatiku yang kesepian setelah ditinggal oleh istriku.

Tiba-tiba ketika kami sedang asyik bercakap-cakap, aku melihat sekilas seorang anak kecil yang sedang lari menyeberang sehingga dengan secepat kilat, aku langsung mengerem secara mendadak dan disaat aku mengerem mendadak itu, karena Ibu Diana lupa tidak memakai “Seatbelt”, dia langsung jatuh kedalam pelukanku. Dia nampaknya malu sekali setelah kejadian itu tetapi setelah aku bilang tidak apa-apa, dia kembali seperti sediakala dan sekarang kami nampaknya semakin akrab dan aku menjadi sangat kaget dikala dia minta tolong untuk pergi ke motel terdekat karena dia ingin buang air dengan alasan bahwa rumahnya masih sangat jauh. Aku melihat ekspresi wajahnya seperti orang yang menahan sesuatu sehingga akhirnya aku menyetujui untuk pergi ke motel terdekat untuk menyelesaikan ‘bisnis’nya.

Akhirnya kami berada di dalam sebuah motel murah yang tidak jauh dari tempat aku mengerem mendadak tadi. Setelah berada di dalam kamar, aku langsung duduk di tepi ranjang sementara Ibu Diana dengan kecepatan yang luar biasa langsung pergi ke arah toilet yang berada di dalam kamar motel itu. Beberapa menit kemudian, aku dikagetkan oleh Ibu Diana yang keluar dari dalam toilet dengan mendadak.

“Bu.. ada apa?” aku mendadak gugup bercampur kepingin melihat tubuh Ibu Diana yang sangat indah itu. Tapi tiba-tiba Diana menarikku dan langsung mencium bibirku. Sepertinya aku mau meledak! Ibu Diana yang tingginya 172 cm, rambut panjang dan tubuhnya sempurna sekali, padat, keras, sedikit berotot perut, pokoknya seksi sekali. Diana menuntun tanganku ke dadanya. Disuruhnya aku meremas-remas dadanya. Belakangan kuketahui ukuranya 34C. Kemudian dia sendiri melepas bajunya dengan senyumnya yang menggoda sekali. Aku hanya diam terpaku melihat caranya melepas pakaian dengan pelan-pelan dengan gaya yang menggairahkan sambil menggoyang pinggulnya.

Kemudian terlihatlah semua bagian tubuhnya yang biasanya tersembunyi. Dadanya yang montok kencang menggantung-gantung, bulu kemaluannya yang tipis rapi, tubuhnya yang putih mulus sangat menggairahkan. Batang kejantananku juga sudah membesar mengeras lebih dari biasanya. Lalu Diana kembali merapatkan tubuhnya ke arahku, ditempelkannya mulutnya ke kupingku, menjilatinya dan berbisik kepadaku, “Kamu akan merasakan seperti di surga.” Tapi aku masih berusaha menghindar walaupun sebenarnya aku mau kalau tidak pemalu.
“Nanti kalau teman-teman datang bagaimana?”
“Tenang saja saya sudah bilang mau tidur sebentar di sini dan jangan diganggu.”
Gile sudah direncanaka!

Tanpa kusadari kemejaku sudah lepas (ke mana-mana aku biasa memakai kemeja lengan pendek) Diana menjilati perutku dan terus ke bawah. Aku masih diam ketakutan. Sampai akhirnya dia membuka celana dalamku. “Wah, ini akan hebat sekali. Begitu besar, keras. Belum pernah aku melihat seperti ini di film porno.”

Diana mulai mengisap-isap batang kemaluanku (baru-baru ini aku tahu namanya disepong karena almarhum istriku tidak pernah melakukannya). “Aaarghh.. argh..” aku baru sekali senikmat itu. “Kamu mulai bergairah kan, Sayang?” Baru kali itu dia memanggilku sayang. Aku benar-benar bergairah sekarang. Kuangkat tubuhnya ke kasur kujilati liang kewanitaannya yang sudah basah itu. “Nnngghh.. ngghh.. aahh.. ahh” Diana mulai mengerang-ngerang. Tapi itu membuatku makin bergairah. Kuhisapi puting susunya yang berwarna pink. “Aahh.. yeahh.. Tak kusangka kamu agresif sekali.” Kumasukkan jariku ke liang senggamanya. Kusodok-sodok makin lama makin cepat. Diana hanya bisa mengerang, mendesah-desah. “Ricky, cepat masukkan.. ahhnggh.. cepat, Diana udah nggak tahan.. ahh.. Tapi pelan-pelan, Diana masih perawan.”

Waktu itu aku tidak memikirkan dia perawan atau tidak. Aku hanya memasukkan batang kemaluanku dengan pelan-pelan, sempit sekali. Benar-benar masih perawan, kupikir. Liang kewanitaannya begitu ketat menjepit batang kejantananku. Sampai akhirnya batang kemaluanku yang panjangnya 20 cm dan diameternya 3,8 cm amblas semua. “Aaakkhh..” lagi-lagi teriakannya membuatku bersemangat sekali. Kusodok sekuat-kuatnya, sekancang-kencangnya. “Ngghh.. Rickk.. gede banget.. aangghh.. indah sekali rasanya.”

Kemudian kami mengganti posisi nungging. “Plok.. plok.. plok..” suara waktu aku sedang menggenjotnya dari belakang. Dadanya berayun-ayun. Diana kadang meremasnya sendiri. “Aahh.. lagi.. lebih cepat.. Aaahh.. Diana udah keluar.. Kamu keluarin di luar, ya!” Tidak lama kemudian akupun keluar juga.

Kusemprot maniku ke sekujur tubuh Diana yang lemas tak berdaya. Dijilatinya lagi batang kenikmatanku sampai lama sekali sampai-sampai keluar lagi. Dengan nafas masih memburu terengah-engah, Diana memakai pakaiannya kembali. “Kamu hebat sekali Rick. Diana puas sekali. Sebenarnya aku sudah jatuh hati kepadamu pada pandangan pertama.” Kemudian sebelum keluar kamar Diana kembali mencium bibirku. Kali ini aku tidak malu lagi, kucium dia sambil kupegang payudaranya.

Setelah kenikmatan bersama itu, kami berpelukan untuk beberapa menit dan kami berciuman lagi untuk beberapa lama. Sejujurnya aku sudah jatuh hati kepada guru anakku sejak pertama kali bertemu dan sekarang baru kusadari bahwa dia juga telah jatuh hati kepadaku. Setelah itu aku kemudian berkata kepadanya, “Diana, aku ingin kamu menjadi kekasihku yang bersedia mengajari Jerry..” Belum selesai aku menyelesaikan kata-kataku, Diana langsung menciumku dan aku membalasnya dengan penuh kemesraan dan tentunya berbeda dengan perlakuan kami yang baru saja terjadi.

Setelah kami berciuman untuk beberapa menit, Diana langsung berkata kepadaku, “Ricky, aku juga ingin memiliki kekasih dan ternyata aku sekarang menemukannya dan aku ingin menikah denganmu dan kita bisa bersama-sama mendidik Jerry.” Setelah kejadian itu, Diana sering pergi keluar bersamaku dan Jerry.

34 Responses to “Guru Wali Kelas Anakku”

  1. ucup Says:

    weleh ceritanya kok gitu ya?? terus pas maen di motel apa gak teringat anaknya yg ditinggal sendirian tanpa ad pembantu?????
    aneh…..

  2. cupu Says:

    nih cerita paling aneh, nggak nalar…
    nggak masuk akal….

  3. imam samudra Says:

    kalau masih bikin cerita yg tdk masuk akal lagi …. lu gue bom lagi nanti

  4. joe yabuki Says:

    katanya masih perawan..dimasukin pake jari kok udah lobeh aja…gak jelas..rancu..basi…gak nafsu gw bacanya

  5. Eman Says:

    Bull shit

  6. dio Says:

    mana bisa masih perawan…loe bilang dan di sodok sodok pakai jari dan cepat apa gak muncrat tuh darah kl perawan….
    lain klai kalau mau bikin cerita baca dan baca …kl ada yg kurang pas di ganti..ok…peace dan tetp berkarya…
    DIO

  7. anton sihombing Says:

    cetitannya kok gak ngeres sih? aku pingin yang lebih..

  8. Bu guru diana Says:

    hah?
    aku gak ngerasa ML ma ricky..
    ngimpi kaleeeee..

  9. king_jeremy Says:

    Hehe… Ga beres ceritanya.
    Kasian penonton tuhhh pada kucewa berat hehe…

  10. krisminonata Says:

    Suck a lotzzz,doesn’t make sense

  11. mahong Says:

    nggak masuk diakal ceritanya, nanti gua penggal kepalamu kalau ngarang cerita yang nggak masuk diakal

  12. ricky Says:

    katanya masih perawan tapi bu guru diana kok nafsunya kaya tante girang…
    lagian nak gue bukan jerry namanya…

  13. vino Says:

    gila gak bikin gw ngaceng neh

  14. anjink Says:

    bohong besar….cerita rekayasa tu!!!
    masa kontolnya 20cm,.,.,';,

  15. marines Says:

    iya ya bu guru diana, kamu kan ML sama aq….

  16. Agam Says:

    ABCDE!!!!!!, koq tiba2 diana yg penyayang itu bisa jadi beringas karena ngeliat kontol 20 cm??? Lain kali kalo mau posting mbok ya dibaca ulang ceritanya. Kalo tnyata bikin ilfil g usah diposting.

  17. biang sex Says:

    aduh nie cerita dari td pada basi trus kyk boongan lg klo mAnk beneran ksh rw no hp nya donks!!!

  18. asu Says:

    Diana mulai mengisap-isap batang kemaluanku, Boong banget Bu Guru apa PSK dulu WTS????

  19. ustad jeffry Says:

    sudah sudah bersyukur kalian membacanya kalau enggak ya weleh weleh,tapi bu kontol saya mau dong diemut

  20. juna Says:

    woi cerita loe norak banget tau, klo bikin cerita yg gitu lagi, gw bogem mentah loe

  21. Silvi Says:

    HAMBAAARR. GAK SERU……..

  22. aya Says:

    aq mau donk….ceritanya bagus…coba aq yg peran jd wanitanya…

    aq butuh yg asli ney.. ada yg mw gag nemenin aq..

    call aq aja 08567209856

  23. rido Says:

    Kayaknya 99,99 % itu cerita viksi yah…


  24. Dasar penulis gila!masa lu ngerem mobil,bu diana jth kplukan lu.yg bnr tuh kpalany ancur ngantam dasboard mobil.n yg pasti lu ngentotin mayatny dmotel.dasar maniax Psico lu.

  25. Jerry Says:

    Ayah kok ninggalin aku sendirian?aku kan gak ada kawan T_T.aku maen ke tetangga deh akhirnya.Ya disana aku maen aja ama anak tetangga maennya sama kayak ayah!ayah kan panutanku!

  26. tukul Says:

    weleh-weleh yang ini ceritanya sedikit tapi comentnya luar biasa buanyaknya dasar yang bikin cerita wong ndeso.

  27. mau_tauaj@h.sihloe Says:

    iiia ampyun.. gw kg ngarti mksut niwh crita..

    kecian tuh si jerry dewekkan di humb

    jadi bapak jahat amat siyh ninggalin anak d humd sendirian!!

    untung loe bukan bokap gw!!!!!!!!!!!!!

  28. ROCKY Says:

    ceritanya mbulet-let-let-let

  29. lex Says:

    katanya panjang kontolnya 20 cm masa keperawanan ga robek’ gua usul pake tuh Peyodok Bola bilyard pasti robek keperawanan ibu Diana guru Ngesek

  30. lex Says:

    katanya panjang kontolnya 20 cm masa keperawanan ga robek’ gua usul pake tuh Peyodok Bola bilyard pasti robek keperawanan ibu Diana guru cabul yang cabulin bapak yang tega ninggalin anaknya demi hawa nafsu

  31. KidsDing Says:

    terlalu Dramatis T_T

  32. ujang Says:

    cerita bualan

  33. kyaiCyber Says:

    astaghfirullahal adzim..mending kalian smua pada ngaji drumah,biar dpt pahala..dripada liat crita ini..dah dpt dosa,critanya gak nymbung lagi! rugi dobel 71x dch..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: