Pesta Lesbi 01

Januari 12, 2007

TANTE LIS DAN IBU SUSI

Tante Lis berusia 45 tahun dengan ukuran payudara 38 dan tubuh yang ideal. Dia bekerja sebagai ibu rumah tangga dan tinggal di Yogyakarta. Sedangkan Ibu Susi berusia 40 tahun dengan ukuran payudara 38 dan tubuh yang ideal. Dia bekerja sebagai dosen di Malang dan juga tinggal di sana. Suami mereka berdua adalah kakak beradik dan sibuk bekerja di luar negeri.

Mereka berdua menjadi lesbian ketika suatu sore Tante Lis ditelepon oleh seseorang yang mengaku sebagai relasi suaminya di Inggris, namanya Jennifer. Dia orang Amerika. Dia mengatakan kalau ada sesuatu yang ingin dibicarakan tentang suaminya. Tante Lis disuruhnya datang ke hotel tempatnya menginap sore itu juga. Di Hotel Garuda. Kebetulan Ibu Susi sedang liburan di tempat Tante Lis. Sehingga diajak pula Ibu Susi. Setelah melapor ke resepsionis hotel, mereka berdua langsung menuju ke kamar Jennifer. Mereka disambut Jennifer sendiri.

“Selamat sore,” sapa Jennifer ramah dalam bahasa Indonesia meskipun agak kaku.
“Selamat sore,” jawab Tante Lis.
“Bisa ketemu dengan Jennifer,” sambung Tante Lis.
“Saya sendiri. Ibu siapa?”
“Saya Nyonya Hermawan,” jawab Tante Lis menyebutkan nama suaminya.
“Ooo.. Maaf Bu. Saya tidak tahu.”
Jennifer lalu menjabat tangan Tante Lis.
“Dan ini kerabat saya,” kata Tante Lis.
“Susi,” kata Ibu Susi sambil menjabat tangan Jennifer.
“Mari, silakan masuk! Maaf kursinya saya pakai untuk menaruh tas. Saya hanya semalam di sini. Kita duduk di tempat tidur saja.”

Mereka bertiga masuk dan lalu duduk di tepian tempat tidur.
“Kenapa hanya semalam?” tanya Ibu Susi.
“Saya kebetulan hanya mampir untuk membicarakan masalah Pak Hermawan. Besok saya sudah berangkat ke Australia.”
“Bagaimana dengan suami saya?” tanya Tante Lis.
“Dia terlibat suatu masalah.”
Kemudian Jennifer menceritakan masalah yang dihadapi suami Tante Lis. Sampai akhirnya mereka bertiga terdiam beberapa saat. Tiba-tiba..
“Saya mohon kepada anda untuk menolong suami saya,” kata Tante Lis kepada Jennifer.
“Saya sebetulnya tidak bisa menolong Pak Hermawan. Bisa, asal..”

Jennifer tidak melanjutkan kata-katanya. Tetapi tangannya melepaskan kancing baju yang dipakai Tante Lis yang duduk di sampingnya. Tante Lis diam saja. Dibelainya bagian atas payudara kirinya yang masih ditutupi BH.
“Ehmm.. ehmm.. ehmm..”
Kedua tangan Jennifer lalu bergerak ke belakang, melepas tali BH yang dipakai Tante Lis. Salah satu tangannya maju ke depan dan meremas payudara kanan Tante Lis.
“Aaahh.. aahh.. aahh..”
Ibu Susi yang sedang duduk di samping Tante Lis dan sedang membaca majalah terkejut mendengar suara yang keluar dari mulut Tante Lis. Dilihatnya kedua tangan Jennifer sedang meremas kedua payudara Tante Lis sedangkan kedua tangan Tante Lis melepas baju yang dipakai Jennifer. Sekarang bibir mereka berdua sudah saling menempel dan kedua lidah mereka saling mengulumdengan hangat. Ibu Susi yang melihat itu tidak kuat menahan nafsu. Diremasnya kedua payudaranya sendiri yang masih ditutupi pakaiannya.

Baju Tante Lis sekarang sudah terlepas dari tempatnya dan kedua tangannya melepas kaos dalam yang dipakai Jennifer sambil tetap berciuman. Bibir Tante Lis terlepas dari bibir Jennifer demi dilihatnya kedua payudara Jennifer yang ukurannya dua kali lebih besar dari miliknya meskipun tubuhnya biasa saja. Jennifer yang merasakan hal itu lalu merebahkan diri sambil menarik tubuh Tante Lis. Sehingga mulut Tante Lis jatuh tepat di atas payudara kiri Jennifer. Dijilatinya payudara kiri Jennifer tersebut sambil tangan kirinya memilin-milin puting payudara kanan Jennifer. “Aaahh.. aahh.. aahh..”

Ibu Susi melihat hal tersebut. Nafsunya semakin panas sehingga sekarang tangannya menarik tangan kiri Tante Lis dari payudara kanan Jennifer dan mulutnya ikut beraksi. Dijilatinya payudara kanan Jennifer sambil tangannya meremas payudara kanan Jennifer. Kedua tangan Jennifer akan meremas kedua payudara Tante Lis. Tetapi tangan kirinya dipegang tangan Tante Lis. Sedangkan tangan kanannya dipegang tangan Ibu Susi. Tante Lis dan Ibu Susi sibuk mempermainkan kedua payudara Jennifer sampai akhirnya Ibu Susi kelelahan dan terlentang di samping kanan Jennifer. Jennifer yang merasa tidak bisa apa-apa ketika kedua payudaranya dipermainkan kedua tamunya kemudian mengangkat kepala Tante Lis yang masih sibuk. Tante Lis tahu diri dan kemudian dia ikut terlentang di samping kiri Jennifer. Tidak lama, setelah Jennifer bangkit dari tempat tidur, Tante Lis menghampiri Ibu Susi. Tante Lis dengan cekatan melepas pakaian bagian atas Ibu Susi yang masih berpakaian lengkap.

Sekarang mereka berdua sudah setengah telanjang dan Tante Lis lalu menindih Ibu Susi. Kedua payudara mereka saling menempel. “Ouohh..” Mulut mereka berdua sama-sama mengeluarkan suara yang disambut dengan kedua bibir mereka yang saling berciuman dan perang antar lidah. Jennifer sendiri setelah bangkit dari tempat tidur lalu melepas celana jeans yang dipakainya. Sekarang dia sudah telanjang bulat karena dia tidak memakai celana dalam. Dia mengambil dua buah dildo berukuran 20 cm dari dalam tasnya. Dia berbalik dan melihat ke tempat tidur. Tante Lis dan Ibu Susi sedang dalam puncak kenikmatan. Mereka berdua sudah telanjang bulat. Mereka berpelukan dan bergulingan di atas tempat tidur. Jennifer melemparkan salah satu dildo ke tempat tidur.Sedangkan yang satunya sedang menari-nari di kedua payudaranya sendiri. Dildo tersebut kemudian naik dan masuk ke dalam mulutnya. Dikeluar-masukkan dildo tersebut. Setelah puas, dildo tersebut turun ke bawah. Dimasukkannya dildo tersebut ke dalam lubang kemaluannya sepanjang 15 cm. Diputar-putar dan digesek-gesekkan dildo tersebut dalam lubang kemaluannya sambil dia menari-nari. “Aaahh.. aahh.. aahh..”

Jennifer terkejut dengan suara tersebut dan dilihatnya Tante Lis dan Ibu Susi sama-sama terlentang sehabis lelah bercumbu. Dilihatnya tangan Ibu Susi memberi isyarat untuk menghampirinya. Jennifer naik ke tempat tidur dan tangannya menggesek-gesekkan dildo yang dilemparnya tadi ke kedua payudara Ibu Susi bergantian. Sedangkan dildo yang satunya masih menggantung di kemaluannya sehingga mirip kemaluan laki-laki meskipun sudah keluar dengan panjang 15 cm. Kemudian dildo tersebut dengan pelan-pelan dimasukkan ke dalam lubang kemaluan Ibu Susi. Dikeluar-masukkan seolah-olah Jennifer adalah seorang laki-laki yang sedang menyetubuhi seorang wanita. “Aaahh.. aahh.. aahh..”

Sedangkan dildo yang menari-nari di kedua payudara Ibu Susi sekarang sudah menjelajahi kemaluan Tante Lis. Setelah beberapa menit Jennifer mengeluarkan dildo dari dalam liang kemaluannya. Sekarang tangan kanannya mengeluar-masukkan dildo ke dalam lubang kemaluan Tante Lis dantangan kirinya mengeluar-masukkan dildo ke dalam kemaluan Ibu Susi. Kedua tangan Tante Lis dan Ibu Susi juga tidak tinggal diam. Kedua payudara Jennifer yang menantang dijadikan permainan kedua tangan mereka. Diremas, dipilin dan disentil putingnya. “Aaahh.. aahh.. aahh..” Mereka bertiga akhirnya kelelahan. Setelah keluar untuk makan malam, mereka melanjutkan permainan mereka sampai pagi.

Pagi harinya Tante Lis dan Ibu Susi mengantarkan Jennifer ke Bandara. Jennifer meninggalkan masing-masing dildo untuk Tante Lis dan Ibu Susi. Keesokan harinya Ibu Susi juga kembali ke Malang karena masa liburannya sudah habis.

KISAH MARTHA

Martha berusia 23 tahun dengan ukuran payudara 36 dan tubuh yang ideal. Dia masih berstatus mahasiswi di sebuah PTS di Yogyakarta. Dia tinggal di rumah kontrakan di Yogyakarta bagian selatan.

Martha menjadi lesbian karena Tante Lis. Martha dan Tante Lis sama-sama menjadi anggota sebuah pusat kebugaran terkemuka di Yogyakarta. Suatu sore, Martha dan Tante Lis berada di tempat ganti pakaian pusat kebugaran tersebut. Hanya mereka berdua karena kebetulan hujan turun dengan derasnya dan membuat banyak anggota pusat kebugaran tersebut enggan datang. Martha melihat Tante Lis yang berdiri beberapa meter dari tempatnya berdiri. Entah mengapa pandangan matanya kali ini beda dari biasanya. Dilihatnya kedua payudara Tante Lis yang seolah-olah ingin keluar dari penutupnya karena ketatnya baju senam yang dipakai Tante Lis. Tante Lis rupanya mengetahuinya.

“Ada apa Mbak?”
“Ah.. Tidak apa-apa Tante.”
“Tidak apa-apa kok melihat kedua payudara saya.”
Martha kaget kalau ternyata Tante Lis mengetahuinya pandangan matanya. Akhirnya keluarlah beberapa kata dari mulutnya.
“Kedua payudara Tante besar dan indah.”
“Punyamu juga besar dan indah.”
Tante Lis lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah bedak talk. Dia kemudian membalikkan tubuhnya dan membelakangi Martha.
“Mbak, bisa Tante minta tolong?”
“Bisa, Tante mau apa?”

Martha menghampiri Tante Lis yang sedang menurunkan pakaian senamnya sehingga sekarang punggungnya terbuka.
“Tolong taburkan bedak talk ini ke punggungku dan gosokkan sekalian.”
Martha menerima bedak talk kemudian menaburkannya ke punggung Tante Lis. Dia lalu menggosoknya dengan biasa saja.
“Aaahh..”
“Kenapa Tante?”
“Tidak apa-apa. Kamu mau tidak menggosok bagian depan?”
“Mau Tante. Tetapi jangan di sini. Nanti ketahuan orang lain.”
“Cuek saja.”

Martha ingin menolak. Tetapi terlambat. Tante Lis sudah membalikkan tubuhnya. Kedua payudaranya yang menantang membuat Martha langsung menaburi bedak talk ke kedua payudara Tante Lis. Digosoknya kedua payudara Tante Lis dengan kedua tangannya. Diremasnya kedua payudara Tante Lis.
“Aaahh.. aahh.. aahh..”
“Mbak mau?” tawar Tante Lis.
Tanpa menunggu persetujuan Martha, Tante Lis sudah menurunkan pakaian senam yang dipakaiMartha. Dilihatnya kedua payudara Martha yang hanya terdiam sambil menyerahkan bedak talk. Tante Lis menerima bedak talk tersebut dan didorongnya Martha ke tembok. Martha disandarkan ke tembok dan mulut Tante Lis sudah menjilati payudara kiri Martha. Sedangkan tangan kirinya mengusapkan bedak talk ke payudara kanan Martha. “Ehmm.. ehmm.. ehmm..”

Hanya itu yang keluar dari mulut Martha. Tangannya meraih tangan kiri Tante Lis dan melepaskan bedak talk yang dipegangnya. Dibimbingnya tangan kiri Tante Lis untuk membelai payudara kanan Martha. Tante Lis tidak hanya membelai tetapi juga memilin-milin puting payudara kanan Martha.”Aaahh.. aahh.. aahh..” Mendengar suara itu Tante Lis semakin bergairah untuk mencumbui Martha. Dilepaskannya pakaian senam yang dipakai Martha yang masih menutupi bagian bawah tubuhnya sambil tetap memainkan kedua payudara Martha. Mulutnya turun ke bawah. Mulutnya tepat pada kemaluan Martha. Lidahnya dikeluarkan. Disentuhkannya ujung lidahnya ke kemaluan Martha berulang-ulang.

Sekarang Tante Lis sudah menjilati kemaluan Martha sambil jari telunjuk tangan kanannya membuka lubang kemaluan Martha dan tangan kirinya masih menikmati permainan kedua payudara Martha. Lidahnya dimasukkan ke dalam celah lubang kemaluan Martha. Lidah Tante Lis sudah merasa puasbermain-main di kemaluan Martha. Sekarang jari-jarinya dikeluar-masukkan ke dalam liang kemaluannya. Dikocoknya pelan-pelan. Mulut Tante Lis rupanya belum puas dan ikut membantu jari-jari Tante Lis dalam mempermainkan kemaluan Martha. Berkali-kali Martha mendesah. “Aaahh.. aahh.. aahh..” Tante Lis menghentikan permainannya sebentar. Dia melepaskan apa yang masih menutupi tubuhnya. Kemudian dengan bantuan jari-jari pada kedua tangannya Tante Lis menempelkan kemaluannya ke kemaluan Martha.

“Aaahh.. aahh.. aahh..” Suara yang keluar dari mulutnya dan mulut Martha disambut dengan menempelnya kedua payudara Tante Lis pada kedua payudara Martha. “Ouohh..” Lagi-lagi suara yang keluar dari mulut mereka berdua disambut dengan menempelnya kedua bibir mereka. Mereka berciuman dengan saling berebutan untuk menjilati lidah. Tante Lis menggerak-gerakkan tubuhnya. Kedua payudaranya dan kedua payudara Martha saling bergesekan. Begitu juga dengan kedua kemaluan mereka. Setelah beberapa saat Tante Lis menghentikan permainan itu. Dia melepaskan tubuhnya pada tubuh Martha. Dia berbalik dan membungkuk mengambil pakaiannya. Ketikadia berdiri, dari belakang Martha memeluknya.

25 Responses to “Pesta Lesbi 01”

  1. nancy Says:

    Wah, yang ini terlalu fiktif. Hm..

    Nancy

  2. rodrigo Says:

    nancy,kenalan yuk.
    luv-to@yahoo.com

  3. erlon Says:

    gue pengen kenalan ama nancy.boleh ga?kirm adja ke ungumylove@yahoo.com.

  4. iwan Says:

    boleh kenalan ngak tante2 cantik,nih iwan 27taon tb 170, bisa di lihat di add fs: bizniz_cashflow_milyader@yahoo.co.id
    aku sekarang kerja di denpasar bali,
    alamat kost: jl.gatsu IV blok I no.7 denpasar bali,
    jujur aku belum pernah punya patner atau sahabat karib lesbi, bahkan kalo ml ma wanita lesbi belum pernah 100%, kalo wanita berstatus istri 12 kali, bahkan aku dari 12 wanita ini ada 3 wanita yang menjadikan aku suami simpanan buat melampiaskan hasrat sexnya, karena wanita 3 ini istri yang kesepian di tinggal suaminya kerja 6 bulan sekali baru pulang, yaitu istri AL,pengusaha kayu di kaltim,pengusaha garmen…waktu itu kejadiannya , aku masih kuliah di kampus umm 3 malang umurku 23taon, sekarng dah 27 taon. sampai lulus kuliah aku masih berhunungan cuma lewat telpon dan email, dulu waktu kuliah aku dibiayai sampai lulus, sekarng kerja di bali masih berstatus jomblo jablai, kalo mengingat kejadian masa lalu rasanya kepaingin… mencoba ml ma tante2 & ibu muda yang lesbi….enak ngak ya….

  5. icha Says:

    aku mau nyari temen lesbi duonk….

  6. adex Says:

    icha mw nyoba kontolq gk?

  7. dwi_win Says:

    aku nggak tahu kenapa sampai sekarang nggak bisa suka sana cowok.apa yang harus aku lakukan untuk menjalani ini.bantu aku dari semua yang aku lihat, baca, aku ngerasa kamu dapat bantu aku

  8. tiya Says:

    icha i’m not Lez but Bi, gmn ??? tp gw lbh prefer ke cew kok…

  9. shanas Says:

    hi,tokoh itu beneran atau fiktif, kalau beneran boleh kita kenalan saya mau sharing nih aku 37 tahun sekarang

  10. nandes Says:

    to icha minta nmr hp km dong, i m100%lesbi

  11. fgh Says:

    jadi pengen ngewe nih

  12. shanas Says:

    Hi gw shanas, gw mau sharing sama cewe les or not les bisa mail ke shanas_female@yahoo.com or sms ke 08196724723
    ingat just for cewe lho

  13. rufio Says:

    jalani hidup yg normal2 aja.. tuhan nyiptain lobang memek tuh buat dimasukin kontol ”understooth”

  14. rie Says:

    eumh,,,gw,,,mahasiswa,,,,,gw ini les,,,tp gw bosen pacran sm ce jg yg sumuran gw,,,,
    gw pngn cr tante2,,,yg bs ngertiin gw,,,,tp nyari tante2 d lesb d bdg susahh bgt dah,,,,

    btw,,,low,,ad tante yg mu knl,,,blh neyhhhh

    add YM gw y…asri182_gituh@yahoo.com

  15. rayanti Says:

    hi gw lesbo pengen kenal a cew-cew ctk d surabaya
    emial gw rayanmoi@yahoo.com

  16. riu XXX Says:

    gw cari femme nih yang umurnya masih 19-25 thn.tapi bukan untuk sex…Najiz Bgt deh.cuma bwt temen suka-suka aj… I am alone. e-mail me in ; riu_lez@yahoo.co.id
    gw tunggu !!!!

  17. via ramdani Says:

    hai
    add fs gw ya

    ce_super_kuat@yahoo.com
    aku seorang lesbi sekarang ini
    add ym aku jg yaaa
    email nya sama tuh

  18. di_ka Says:

    ceritanya itu2 aja…
    ngak asik…

    ketauan fiktifnya :)

    cari crita yg lebih menantang…ok

  19. riu Says:

    femme…andro… pada kemana siyh ? sepi banget ni hidup tanpa kalian …
    masuk email gw dunks…
    riu_lez@yahoo.com

  20. ari Says:

    ceritanya terlalu dibuat2

    gak seru…
    gw cr femme nich yg umurnya 22-27thn.i’m alone
    email gw aja di: cheeze_berry@yahoo.com

    add YM gw jg yaw di alamat yg sama
    oke gw tgg……

  21. angel Says:

    to icha, salam kenal yach
    add fs aq di: enjel17@yahoo.co.id
    thx

  22. shary Says:

    buat lo semua…banyak2lah untuk sharing..ikut2 LSM2 yang pasti bs ngertiin lo…OK yOu Go giRL

  23. riuxxx Says:

    ehmmmm…. banyak yg kesepian yeee…hehehe..
    aduh…aduh…

  24. yuyu Says:

    alo, q seorang lelaki berusia 25 tapi q lebih cenderung bergairah kalo melihat kaum lesbi, bisakah aku yang seorang lelaki ingin melihat adegan lesbian yang tentunya juga mau sama aku plis bagi kalian yang mau melakukan lesbi didepanku aku sangat berterima kasih!


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: