Ganasnya Ibu Kostku – 1

Januari 18, 2007

Nama saya adalah Aldo. Saya merupakan mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi di kota Bogor. Saya memiliki pengalaman yang tak akan saya lupakan seumur hidup saya. Kejadian itu terjadi pada waktu saya masih kuliah di tingkat 1 semester ke-2.

Saat itu saya tinggal di sebuah rumah yang oleh pemiliknya disewakan untuk kost kepada mahasiswa. Saya tinggal bersama 2 orang mahasiswa lain yang keduanya merupakan kakak kelas saya. Pemilik rumah kos itu adalah seorang Dosen yang kebetulan sedang studi di Jepang untuk mendapatkan gelar Doktor. Ia telah tinggal di Jepang kurang lebih 6 bulan dari rencana 3 tahun ia di sana.

Agar rumahnya tetap terawat maka ia menyewakan beberapa kamar kepada mahasiswa yang kebetulan kuliah di dekat rumah itu. Yang menjadi Ibu kost-ku adalah istri dari Dosen yang pergi ke Jepang tersebut. Namanya sebut saja Intan. Aku sering menyebut ia Ibu Intan. Umurnya kira-kira sekitar 30 tahunan dengan seorang anak umur 4 tahun yang sekolah di TK nol kecil. Jadi di rumah itu tinggal Ibu Intan dengan seorang anaknya, seorang pembantu rumah tangga yang biasa kami panggil Bi Ana, kira-kira berumur 50 tahunan, aku dan kakak kelasku bernama Kardi dan Jun.

Ibu Intan memiliki tubuh yang lumayan. Aku dan kedua kakak kelasku sering mengintip dia apabila sedang mandi. Kadang kami juga sering mencuri-curi pandang ke paha mulusnya apabila kami dan Ibu nonton tivi bareng. Ibu Intan sering memakai rok apabila dirumah sehingga kadang-kadang secara tidak sadar sering menyingkapkan paha putihnya yang mulus. Ibu Intan memiliki tinggi kurang lebih sekitar 165 cm dengan bodinya yang langsing dan putih mulus serta payudara yang indah tapi tak terlalu besar kira-kira berukuran 34 B (menurut nomer dikutangnya yang aku liat di jemuran). Ibu Intan memiliki wajah yang lumayan imut (mirip anak-anak). Dia sangat baik kepada kami, apabila dia menagih uang listrik dan uang telepon dia meminta dengan sopan dan halus sehingga kami merasa betah tinggal di rumahnya.

Pada suatu malam (sekitar bulan maret), kebetulan kedua kakak kelasku lagi ada tugas lapangan yang membuat mereka mesti tinggal di sana selama sebulan penuh. Sedangkan anak Bu Intan yang bernama Devi lagi tinggal bersama kakeknya selama seminggu. Praktis yang tinggal di rumah itu cuma aku dan Ibu Intan, sedangkan Bi Ana tinggal di sebuah rumah kecil di halaman belakang yang terpisah dari rumah utama yang dikost-kan. Malam itu kepalaku sedikit pusing akibat tadi siang di kampus ada ujian Kalkulus. Soal ujian yang sulit dan penuh dengan hitungan yang rumit membuat kepalaku sedikit mumet. Untuk menghilangkan rasa pusing itu, malamnya aku memutar beberapa film bokep yang kupinjam dari teman kuliahku.
“Lumayan lah, mungkin bisa ngilangin pusingku”, pikirku.
Aku memang biasa nonton bokep di komputerku di kamar kosku apabila kepala pusing karena kuliah.

Pada saat piringan kedua disetel, tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara pintu kamarku terbuka.
“Hayo Aldo, nonton apaan kamu?” Ibu Intan berkata padaku.
“Astaga, aku lupa menutup pintu kamar” gerutuku dalam hati.
Ibu Intan telah masuk ke kamarku dan memergoki aku sedang nonton film bokep. Aku jadi salah tingkah sekaligus malu.
“Anu bu, aku cuma..” jawabku terbata-bata.
“Boleh Ibu ikut nonton?” katanya bertanya padaku
“Boleh..” jawabku seakan tak percaya kalo dia akan nonton film bokep bareng aku.
“Dah lama nih Ibu ga nonton film kaya’ gini. Kamu sering nonton ya?” katanya menggodaku.
“Ah, gak bu..” jawabku
“Hmm.. bagus juga adegannya” dia berkata sambil memandang adegan yang berlangsung.

Akhirnya kami sama-sama menonton film bokep tersebut. Kadang-kadang dia meremas-remas payudaranya sendiri yang membuat kemaluanku berdiri tegak. Dia memakai daster putih malam itu kontras dengan kutang dan celana dalam warna hitam. Kadang aku melirik dia dengan sesekali memperhatikan dia yang sesekali memegang kemaluannya dan menggoyangkan pinggulnya seperti cewe yang sedang menahan kencing. Pemandangan itu membuat darahku mendesir dan membuat batang kejantananku berontak dengan sengit di dalam celana dalamku.
Tiba-tiba dia bertanya, “Do, kamu pernah melakukan seperti yang di film tadi ga?”
Aku terkejut mendengar kata-kata itu terlontar dari mulutnya.
“Belum” jawabku.
“Ah masa?” tanya dia seakan tak percaya.
“Bener bu, sumpah.. aku masih perjaka kok” jawabku.
“Kalo pacarmu ke kamarmu ngapain aja? ayo ngaku” tanyanya sambil tersenyum kecil.
“Ah ga ngapa-ngapain kok bu, paling cuma diskusi masalah kuliah” jawabku.
“Yang bener.. trus kalian ampe buka-bukaan baju ngapain? emang Ibu ga tau.. ayo ngaku aja, Ibu dah tau kok” tanyanya sambil mencubit pipiku.

Wajahku jadi merah padam mendengar dia berkata seperti itu, ternyata ia sering ngintipin aku ama pacarku.
“Iya deh.. aku emang sering bermesraan sama pacarku tapi ga sampai ML, paling jauh cuma oral dan petting aja” jawabku jujur.
“Ohh..”, katanya seakan tak percaya.
Akhirnya kita terdiam kembali menikmati film bokep. Akhirnya film itu selesai juga juga.
“Do, kamu bisa mijit ga”, tanyanya.
“Dikit-dikit sih bisa, emang kenapa bu?”
“Ibu agak pegel-pegel dikit nih abis senam aerobik tadi sore. Bi Ana yang biasa mijetin dah tidur kecapekan kerja seharian, bisa kan?”
“Boleh, sekarang bu?”
“Ya sekarang lah, di kamar Ibu yah.. ayo”.

Aku mengikuti Ibu Intan dari belakang menuju ke kamarnya. Baru pertama kali ini aku masuk ke kamar Ibu kosku itu. Kamarnya cukup luas dengan kamar mandi di dalam, kasur pegas lengkap dengan ranjang model eropa. Di sebelahnya ada meja rias, lemari pakaian dan meja kerja suaminya. Kamar yang indah.
“Ini minyaknya”, Bu Intan menyerahkan sebotol minyak khusus buat memijat.
Minyak yang harum, pikirku. Aku emang belum pernah mijat tapi saat ini aku harus bisa. Ibu Intan kemudian membuka dasternya, hanya tinggal kutang dan celana dalam hitam yang terbuat dari sutera. Melihat pemandangan ini aku hanya bisa melongok takjub, tubuhnya yang putih mulus tepat berdiri di hadapanku.

“Ayo mo mijit ga? Jangan bengong gitu”.
Aku terhentak kaget. Aku lupa kalo saat itu aku mo mijit dia. Akhirnya dia berbaring telungkup dia atas kasur. Aku mulai melumuri punggungnya dengan minyak tersebut. Aku mulai memijit dengan lembut. Kulitnya lembut sekali selembut sutera, kayanya dia sering melakukan perawatan tubuh, pikirku dalam hati.
“Ahh.. enak juga pijatanmu Do, aku suka.. lembut sekali. “
Aku memijat dari bahunya sampai mendekati pantat, berulang-ulang terus.
“Do, tolong buka kutangku. Tali kutangnya ga nyaman, ganggu pijatannya” katanya menyuruh aku tuk membuka kutangnya.
Aku membuka tali kutangnya dan Ibu Intan kemudian melepas kutangnya. Sesekali aku memijat sambil menggelitik daerah belakang telinganya.
“Ssshh.. ahh..” dia mendesah apabila daerah belakang telinganya kugelitik dan apabila lehernya kupijat dengan halus.
“Do, tolong pijat juga kakiku ya..” katanya.

Aku mulai meminyaki kakinya yang panjang dan ramping. Sungguh kaki yang indah. Putih, bersih, mulus, tanpa cacat dengan sedikit bulu-bulu halus di betis. Pikiranku mulai omes, aku sedikit kehilangan konsentrasi ketika memijat bagian kakinya.
“Do, tolong pijat sampai ke pangkal paha ya..” pintanya sambil memejamkan mata.
Ketika tanganku memijat bagian pangkal pahanya, dia memejamkan mata sambil mendesah seraya menggigit bibir pertanda dia mulai “panas” akibat pijatanku. Aku mulai nakal dengan memijat-mijat sambil sesekali menggelitik daerah-daerah sensitifnya seperti leher dan pangkal pahanya. Dia mulai menggeliat tak karuan yang membuat kejantananku berontak dengan keras di celana dalamku.

Tiba-tiba dia berkata, “Do, bisa mijit daerah yang lain ga?”
“Daerah yang mana bu?”
Tiba-tiba dia membalikkan badannya seraya membimbing kedua tanganku ke atas payudaranya. Posisi badannya sekarang adalah telentang. Dia hampir telanjang bulat, hanya tinggal segitiga pengamannya saja yang belum terlepas dari tempatnya. Aku tertegun melihat pemandangan itu. Payudaranya yang indah membulat menantang seperti sepasang gunung kembar lengkap dengan puncaknya yang kecoklatan. Aku meremasnya dengan lebut sambil sesekali melakukan “summit attack” dengan jari jemariku mempermainkan putingnya. Seperti memutar tombol radio ketika mencari gelombang.

Ia mulai menggelinjang tak karuan.
“Ahh.. oohh.. sshh”, dia mendesah sambil membenamkan kepalaku menuju payudaranya.
“Do.. Jilatin payudaraku Do.. cepat..”.
Aku mengabulkan permintaannya dengan memainkan lidahku diatas putingnya. Lidahku bergerak sangat cepat mempermainkan putingnya secara bergantian seperti penari samba yang sedang bergoyang di atas panggung.
“Oohh.. yyess.. uukkhh..” Dia terus mendesah sambil mencengkramkan tangannya di pundakku.
Dia memeluku dengan erat. Semakin cepat aku meminkan lidahku semakin keras desahannya. Lidahku mulai naik ke daerah leher dan bergerilya di sana. Bergerak terus ke belakang telinga sambil tanganku memainkan putingnya. Dia terus mendesah dan dengan sangat terlatih membuka baju dan celanaku. Sekarang yang kupakai hanya celana dalam yang menutupi rudal Scud-ku. Kami mulai berpelukan dan berciuman dengan ganasnya. Ternyata dia sangat ahli dalam mencium. Bibirnya yang lembut dan lidah kami yang saling berpagutan membuatku serasa melayang seperti lalat.

Dia mulai menciumi leherku dan sesekali menggigit kupingku. Aku semakin rakus dengan menjilatinya dari mulai leher sampai ujung kaki.
“Aahh..”, aku mendesah ketika tangannya menyusup ke markasku mencari rudalku, mengenggamnya dan mengocoknya dengan tangannya yang lembut.
Dengan bantuan kakinya dia menarik celana dalamku sehingga celana dalamku terlepas. Aku telah telanjang bulat. Terlihat seorang prajurit lengkap dengan topi bajanya berdiri tegak siap untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh atasannya.
“Oohh.. auhh.. sshh..”, dia terus memainkan prajuritku dengan tangannya.

Tanganku mulai membuka celana dalamnya yang telah basah oleh cairan pelumas yang keluar dari dalam lobang vaginanya. Terlihat sebuah pemandangan yang indah ketiga segitiga pengaman itu terlepas. Sebuah pemandangan yang sangat indah di daerah selangkangan. Jembutnya yang rapi terurus dan vaginanya yang berwarna merah muda membuat darahku mendesir dan kejantananku semakin menegang.
“Oohh.. nikmaatt.. truss..”, dia berkata sambil mendesah ketika lidahku menggelitik daging kecil di atas lobang vaginanya.
“Oohh.. sshh.. Yess.. truuss..”
Semakin cepat aku memainkan lidahku semakin cepat juga dia mengocok kontolku. Aku terus mempercepat ritme lidahku, badannya semakin bergerak tak terkontrol. Tanpa sadar tangannya membenamkan kepalaku ke selangkangannya, aku hampir tak bisa bernapas. Aku mencium aroma khas vagina yang harum yang membuat lidahku terus menjilati klitorisnya.
“Ohh.. Ssshh.. Ukhh”, dia terus mendesah.
“Do.. ahh.. lebih cepat.. ukhh.. aku mo keluar nih..”
“Ahh..”, terdengar lenguhan panjang dari bibirnya yang mungil.
“Aukhh..”, tiba-tiba badannya menegang hebat.

Kedua tangannya menggenggam kepalaku dengan erat dan vaginanya semakin basah oleh cairan yang keluar. Dia mengalami orgasme klitoris, yaitu orgasme yang dihasilkan akibat perlakuan pada kelentitnya.
“Do, nikmat sekali.. Aku tak menyangka kamu pandai bersilat lidah”, katanya sambil napasnya terengah-engah.
Ketika aku siap untuk menembakkan rudalku, tiba-tiba ia berkata, “Do, aku punya sebuah permainan untukmu”.
“Permainan apa?” tanyaku.
“Pokoknya kamu ikut aja, permainan yang mengasyikkan. Mau?” tanyanya.
“Oke..”, jawabku.

Dia mengambil sebuah slayer dan menutup mataku, kemudian menyuruhku berbaring terlentang dan mengikut kedua tanganku dengan selendang yang telah ia siapkan. Kedua tanganku dan kakiku diikat ke empat penjuru ranjang sehingga aku tak bisa bergerak. Yang bisa aku gerakkan cuma pinggulku dan lidahku. Aku pun tak bisa melihat apa yang dia lakukan padaku karena mataku tetutup oleh slayer yang dia ikatkan. Aku seperti seorang tawanan. Aku hanya bisa merasakan saja. Tiba-tiba aku merasakan lidahnya mulai bergerilya dari mulai ujung kakiku. Trus bergerak ke pangkal paha.
“Ahh”, aku mendesah kecil.
Lidahnya terus bergerak ke ke atas menuju perutku, terus menjilati daerah dadaku.
“Oohh.. Ssshh..”, aku mulai mendesah keenakan. Lidahnya terus naik ke leherku dan mencium bibirku. Kemudian lidahnya mulai turun kembali.
“Ohh.. yyeess.. uukkhh..”, aku mendesah hebat ketika lidahnya bermain di daerah antara lubang anus dan biji pelerku.
“Aahh..”, aku terus mendesah ketika dia mulai menjilati batang kemaluanku dari mulai pangkal sampai kepalanya, terus menerus, membuat tubuhku berkeringat hebat menahan rasa yang amat sangat nikmat.

“Panjang juga ya punya kamu”, Ibu Intan berkata padaku seraya mengulum penisku masuk ke dalam mulutnya.
“Ahh.. eenaakk.. sshh”, aku mendesah ketika batang kejantananku mulai keluar masuk mulutnya.
Sesekali dia menghisapnya dengan lembut. Dia terus mengulum penisku dan semakin lama semakin cepat. Dia memang ahli, pikirku. Tidak seperti kuluman pacarku yang masih minim pengalaman. Ibu Intan merupakan pengulum yang mahir.
“Aahh.. ahh.. ah.. aahh.. sshh.. teruss”, aku memintanya supaya mempercepat kulumannya. Ingin rasanya menerkam dia dan menembakkan rudalku tapi apa daya kedua kaki dan tanganku terikat dengan mataku tertutup.

Tiba-tiba ada sesuatu di dalam penisku yang ingin mendesk keluar.
“Ahh.. sshh.. Bu, aku mo keluarr”, kataku
Mendengar itu, semakin cepat ritme kulumannya dan membuatku tak tahan lagi untuk mengeluarkan spermaku.
“Aaahh..”, aku mengerang hebat dan tubuhku mengejang serta gelap sesaat ketika cairan itu mendesak keluar dan muncat di dalam mulut Bu Intan.
Aku seperti melayang ke awang-awang, rasanya nikmat sekali ingin aku teriak enak.
“Enak juga punyamu Do, protein tinggi”, katanya seraya menjiltai sperma yang tumpah.

Tiba-tiba aku tak merasakan apa-apa. Tak lama kemudian aku mencium aroma khas vagina di depan hidungku. Ternyata Bu Intan meletakkan vaginanya tepat di mulutku dan dengan cepat aku mulai memainkan lidahku.
“Sshh.. truuss.. ahh.. eennaakk..”, ia mendesah ketika lidahku memainkan kembali daging kecil miliknya. Semakin ia mendesah semakin aku terangsang.
Tak lama kemudian prajurit kecilku kembali menegang hebat.
“Aahh.. sshh.. Ukkhh.. yess”, ia semakin hebat mendesah membuat rudalku telah mencapai ereksi yang maksimal akibat desahannya yang erotis.
Lama kelamaan vaginya semakin basah kuyup oleh cairan yang keluar akibat terangsang hebat.
“Aku ga tahan lagi Do”, katanya seraya mengangkat vaginanya dari mulutku.

Dia memindahkan vaginanya dari mulutku dan entah kemana dia memindahkannya karena mataku tertutup oleh slayer yang dia ikatkan kepadaku. Tiba-tiba aku merasakan kemaluanku digenggam oleh tangannya dan dituntun untuk masuk ke dalam sutau lubang hangat sempit dan basah oleh cairan pelumas. Ahh.. baru pertama kali ini aku merasakan nikmatnya vagina. Meskipun Ibu Intan bukan perawan tapi yang kurasakan sempit juga juga vaginanya. Dengan perlahan Ibu Intan mulai membenamkan kemaluanku ke dalam vaginanya sehingga seluruh kemaluanku habis ditelan oleh vaginanya. Aku merasakan nikmat dan geli yang luar biasa ketika kemaluanku masuk ke dalam vaginanya. Posisiku telentang dengan Bu Intan duduk di atas kemaluanku persis seperti seorang koboi yang sedang bermain rodeo.

34 Responses to “Ganasnya Ibu Kostku – 1”

  1. Taeq Says:

    Taeq.Akg.Loe!! Mank bner ad tuh Ibu Kozt?! ZzZz.. :@

  2. andre Says:

    ibu kos loe galak amat

  3. agust Says:

    boong, boong, kalau pun ada, mimpi kali yeeeeeeeee

  4. mcgyver Says:

    …ibu kos gw jg begini gayanya… bayar kos-nya cuma 50% aja, enag banget deh….

  5. xxxx Says:

    Lumayan ceritanya utk refreshing …. dan bikin snut 2x
    Utk yg nggak suka ….. klik aja tanda X di kanan atas … selesai kan? Nggak perlu banyak bacot.
    Utk Taeq, pantas lu ngomongnya taeq terus krn nama, muka dan bau lu kaya taeq rupanya

  6. koerozyx Says:

    lumayan juga ceritanya…
    kalo beneran…mo dong..alamat ibu kost nya
    hehhehheehhehee…

  7. antok Says:

    Bagus banget critanya…kalo bs kirim ke emailku po’o di giantcoek@yahoo.com terbuka untuk umum koq.Aku lg be-te banget,makasih uda mau nyritain…!!!peace always…

  8. Pak Dosen Says:

    lha cerita ini pernah dimuat di http://www.17tahun.com
    Dan tentunya sedikit modifikasi (kira2 ga nyampe 5%-10%)
    So…..
    Ga tahu deh, barangkali aja penulisnya sama

  9. gebi Says:

    kira2 dong kalo boong…Do ibu kost loe bego ya..koq mau2nya dientot sama loe..

  10. frinkland_setiawan Says:

    mosok sih, ibu kost yg cantik mau sm loe yg jelek, ancur parno lg……..

  11. gede_anune Says:

    Emangnya ada Bu Kost seperti tu, mana alamatnya gw juga mau Ngekost disitu biar di service luar dalam.

  12. gila Says:

    kok bisa ya cuma napsu doang?

  13. growlancer_core Says:

    gile…… lo boong kale mana ada ibu kost kaya geetu….!?
    klo mo boong kira2 dunkz…. jgn ampe kelewatan tapi klo beneran gw mau dech…. ksh tau plisss alamat ibu kost nya ke email gw di growlancer_core@yahoo.co.id

  14. Galih dani saputra Says:

    lumayan! kalo bs beri almt kost yang lengkap,nama bu kostnya,telp Dll pasti asyik nichh

  15. Romeo Says:

    Boleh juga tuh ibu kost mu do…minta alamatnya dong

  16. coy Says:

    WOI XXXX, SESAMA PE-COMMENT DILARANG COMMENT, DASAR TOKAI LU.
    BWT PENZINA KAYAK LU G’ ADA COMMENT, MENDINGAN MASUK NERAKA AJA LU SKALIAN SETAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  17. raja iblis Says:

    coy, ga usah munafik gitu, ente nyogong jg kan. ku tunggu di neraka yah……

  18. gsd Says:

    ngak realistis

  19. teteh silvi Says:

    Cerita apaan tuh fiksi doang. Mau yang beneran…? hubungi teteh SILVI di 0811976057… NANTI TETEH KASI YANG BENERAN KAMU KAMU GAK BAKALAN BISA NGELUPAIN SAMPE TUA….

  20. aldi Says:

    wah, kebangetan orang yang pasang nama teh Silvi diatas.Gw coba hubungi ybs, ternyata dia orang baik2, punya suami dan anak. Dia gak pernah buka situs ini, apalagi nulis comment disini, sepertinya ada orang jahat yang sirik sama do’i aja kali yang tega men-fitnah seperti ini.
    Woiii orang yang nulis comment, jangan beraninya ngasih nama orang lain doong, dasar pengecut!!

  21. Wawan Says:

    Wah, kurang ajar nih orang yang ngaku2 teteh silvi diatas. Gue coba hub no hp-nya, dan ternyata ada orang jahat, gila dan super tega yang nyebarin nomor dia. Teh Silvi ini ternyata orang baik2, punya keluarga, anak dan suami. Woi orang yang nyebarin fitnah, jangan pengecut loe! beraninya ngasih no hp orang.

  22. tukul Says:

    Wah pada Ndeso-Ndeso katro beraninya cuma bisa comment tapi ga berani kalo ngelakuin. Katro-katro ta sobe-sobe mulut mu, mba silvi aq mau ikutan donk

  23. aras Says:

    untuk para wanita yang cuma bisa berhayal mendapat kepuasan seperti di atas, lebih baik call me or sms juga bole ke gw 08567610344. dijamin lebih-dan lebih gw tunggu loh

  24. ghost Says:

    blh donk klu aq cicipi pny masa aldo terus sih aq pengeeeeeeeen lhooooooooooo,Bu Kost mau ga main sama aq bsk???????? krm k email donk wajah asli Ibu biar aq jd nafsu membara akn tke,memek tp yg ukuran besar ya jgn yg setengah badan fotony okeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
    ghost_buster@yahoo.com

  25. namo_desky Says:

    saya juga pengen diperkosa….seperti itu cerita…..
    cewe-cewe yg pengen memperkosa….hubungi donk gua

  26. namo_desky Says:

    saya juga pengen diperkosa….seperti itu cerita…..
    cewe-cewe yg pengen memperkosa….hubungi donk gua
    namo_desky@yahoo.com

  27. VINA Says:

    BISA CARIKAN GW BAPA KOST YG BISA DIAJAK MAIN GITUAN GAA..??
    PLZZ…,

  28. arjuna wiwaha Says:

    hmm, ceritamu pengalaman mengasyikkan bersama intan, sang ibu kost. buat teteh silvi, apa iya lebih hebat dari intan? hehe…

  29. poetra Says:

    vina…ngapain cari bpk kos?gw mau tuch

  30. nina_pitra Says:

    serius ne khayalan lho.
    seru abizzzzzzzzzzzzz donk
    ga nyangka teryata lho mw di jg di madu he.he….he…
    dr situ lho ga prnh mnta tmbh?ato KETAGIHAN GITU
    thanx ya bt crta-a sl-a td gue mw cr tugas eh kebuka deh tu crta lho
    lumayan
    jg bt ilangin sterezzzzzzzzzzzzzzz gue

  31. joki Says:

    maulah jd tmn tdr ibu kost u msk hny ukt nsmlm aja yang pntg ibu kost mu bisa tdr nyaman d smpng gue…lo mang bisa hub k 081370550389 n terbuak buat umum…
    just for girl

  32. jembut Says:

    ah gile…, jadi gak tahan lah si otong….!!!! crrrooootttt…crooottttt…..!!!

  33. unyink Says:

    tau gak lo pas lo ma ibu kost lo gw ml ma emak lo he…he…he..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: