Kisah Seorang Gigolo – 2

Januari 18, 2007

Dua hari kemarin, saya benar-benar lelah, karena saya harus melayani Ci Virra. Siapakah Ci Virra? Ia adalah seorang warga keturunan. Ia seorang wanita karir. Umurnya sekitar 42 tahun. Tubuhnya gemuk dan nafsu seksnya sangat tinggi. Saya benar-benar kewalahan melayaninya. Tapi dia benar-benar kagum dengan kehebatan saya. Ia ketagihan, kapanpun kalau ia sedang horny, ia minta saya harus siap melayaninya.

Saya pasti akan menceritakan bagaimana hubungan saya dengan Ci Virra di lain waktu. Sekarang saya akan melanjutkan kisah saya dengan Mbak Ella. Masih ingat kan?

Seminggu sudah berlalu. Saya benar-benar merindukan Mbak Ella. Setiap hari kalau saya lagi horny, saya cuma bisa beronani dengan membayangkan tubuh seksinya. Entahlah, semenjak usia 12 tahun saya sudah sering beronani, dan yang menjadi fantasi seks saya pasti wanita-wanita dewasa. Saya lebih bergairah bila mengkhayalkan mereka. Dan khayalan itu pertama kali terwujud dengan Mbak Ella. Saya memang memiliki beberapa pacar, tapi tak ada gairah sedikitpun untuk ngeseks dengan mereka. Mungkin saya mengidap penyakit sindroum complex, kalau tidak salah.

Hari itu sekitar pukul 6 sore. Aku sedang di toko, sepi sekali, benar-benar BT. Tiba-tiba HPku berdering.

“Hallo sayang, apa kabar? Kangen ga sama Mbak? Kamu lagi ngapain?”, suara merdu yang sedang kutunggu-tunggu.
“Ah enggak kangen kok. Biasa aja tuh. Mbak lagi dimana?”
“Ih kamu jahat deh. Mbak lagi di Jakarta, di kafe XX. Mbak juga enggak kangen sama kamu, Mbak cuma kangen sama burung kamu. Apa burung kamu gak rindu sama sarangnya? Kesini yah? Mbak tunggu!”
“Ok deh Mbak, nanti saya suruh burung saya terbang kesana.”

Mbak Ella hanya tertawa. Aku pun segera menutup toko lalu bergegas mandi. Aku mambayangkan betapa indahnya malam nanti. Aku akan bertempur habis-habisan dengan Mbak Ella. Membayangkannya saja sudah nikmat, apalagi mencicipinya.

Sebelum jam 8 malam aku telah sampai di kafe itu. Setelah masuk ke dalam dari sudut kafe ada wanita sedang melambaikan tangan. Itulah Mbak Ella, wanita yang kurindukan selama ini. Dia tidak sendiri, disebelahnya ada seorang wanita lagi. Dari raut wajahnya terlihat kalau dia sudah berumur, mungkin hampir 50 tahun. Namun begitu ia terlihat begitu anggun dan berwibawa dengan menggunakan kemeja biru dan rok panjang.

Mbak Ella memperkenalkanku padanya. Ibu Lis namanya. Beliau adalah direktur utama di tempat Mbak Ella bekerja. Pantas saja kalau Mbak Ella terlihat begitu hormat padanya. Setelah lama berbincang-bincang, tiba-tiba saja Mbak Ella pamit pergi.

“Wan, Mbak pergi dulu ya, ada urusan mendadak, kamu tolong temani Ibu Lis ya!” Aku hanya menganggukkan kepala.

Setelah mencium keningku ia langsung pergi. Aku hanya terdiam dan menunduk karena kulihat Ibu Lis memperhatikanku dengan serius.

“Hey, kok diam aja. Jangan takut donk, memangnya Ibu mau menerkam kamu. Kita jalan yuk, cari udara segar.”

Aku hanya tertawa kecil ketika ia mencubit pipiku kemudian menggandeng tanganku keluar dari kafe itu. Selama dua jam kami keliling kota. Ibu Lis menceritakan pengalaman hidupnya, dari bisnis sampai keluarga. Kini ia telah menjanda dengan dua orang anak yang tinggal di luar negeri dan sudah menikah. Menurutnya semua telah diraihnya, kecuali satu, belaian hangat dan kasih sayang dari seorang pria. Suaminya telah meniggalkannya lima tahun yang lalu. Ah seperti yang kuduga akhirnya ia megutarakan maksudnya. Ia ingin malam ini aku mengobati kesepiannya, memuaskan hasrat biologis yang selama ini tersimpan. Ia akan memberikan apa yang kuminta asal aku dapat memuaskannya. Aku hanya mengganggukkan kepala, tak kusangka wanita yang sebelumnya terlihat begitu tegar, angkuh, kini menangis di depanku.

Tepat jam 12 kami check in di sebuah hotel mewah di kawasan kota. Begitu sampai di kamar, tak kusangka bagaikan macan kelaparan ia langsung menerkamku, menjatuhkanku diatas kasur. Dengan kasar ia melepas pakaianku, membuka celanaku, dan langsung memakan kontolku.

“Ah.. ohh pelan-pelan Bu, sakit nih, ohh.. hisap Bu, hisap!”
“Maaf Wan, ahh Ibu sudah lama gak ngemut barang yang enak ini. Kontolmu gede, panjang lagi, ohh beruntung sekali istri kamu nanti. Ehmm enak Wan.”

Ibu Lis memang hebat memanjakan kontolku. Baru sepuluh menit, sudah kurasakan lahar panas akan keluar. Kutekan kepalanya kedalam ketika pejuku keluar dan langsung masuk ke dalam mulutnya. Ia meminum seluruhnya, lalu membersihkan kontolku dengan lidahnya.

“Ahh enak Wan. Peju kamu nikmat sekali. Nanti kasih Ibu lagi ya?”

Kemudian ia berdiri dan melepaskan seluruh pakaiannya. Wow hebat juga, walaupun usianya hampir setengah abad, terlihat payudaranya yang besar hanya sedikit mengendur, kulit tubuhnya pun masih kencang, bulu-bulu kemaluannya juga terlihat rapi. Sepertinya ia merawat tubuhnya dengan baik.

Aku langsung menarik tangannya, kurebahkan ia, kuciumi senti demi senti tubuhnya. Kulumat vaginanya, kusedot, hisap, kadang kumainkan lidahku di itilnya. Sementara kedua tanganku memijat halus payudaranya. Belum sampai lima menit, ia menekan-nekan kepalaku, ia hendak orgasme, kutekan pangkal pahanya keras-keras. Ahh keluarlah cairan kenikmatannya, ia mengerang keras, kemudian kusedot habis cairan itu dan kubersihkan memeknya dengan lidahku.

Aku kemudian bangkit dan pergi ke kamar mandi. Entah kenapa, diruangan ber-AC itu badanku terasa panas, mugkin karena lelah berkeliling kota tadi. Aku pun mandi, kupikir sekalian memberi waktu bagi Ibu Lis untuk istirahat sebentar. Begitu keluar dari kamar mandi, kulihat tubuh mulus terpampang di depanku. Gairahku bangkit lagi, kudekati ia. Alamak, ternyata ia sudah tertidur, mungkin ia benar-benar lelah, tak tega hatiku untuk membangunkannya. Aku berpikir keras, gairahku makin memuncak. Akhirnya aku teringat Mbak Ella, aku menelponnya dan kuceritakan kejadiannya.

Ternyata ia sedang berada di sebuah apartemen di Jl.Gotot Subroto. Aku segera berpakaian dan meluncur kesana. Setengah jam kemudian aku sudah sampai disana. Aku benar-benar sudah tak tahan, ingin segera kulumat habis setiap jengkal tubuh mulus Mbak Ella.

Kuketuk perlahan kamar nomor 634. Terdengar langkah orang mendekat. Pintu pun dibuka, di depanku berdiri seorang wanita bertubuh gemuk berumur kira-kira 40 tahun. Ia hanya mengenakan daster tipis, dibalik dasternya itu terlihat kedua payudaranya, sangat besar tapi sudah kendur.

Aku dipersilahkan masuk. Ketika berjalan kedua belah pantatnya juga terlihat jelas, besar sekali.Sampai di dalam kulihat seorang wanita lagi kira-kira berumur sama sedang tidur telanjang di kasur.Ya ampun, ia tengah memainkan memeknya dengan tangan kanannya. Kedua jarinya disodok-sodok ke dalam lubang memeknya. Sementara tangan kirinya memeras kencang payudaranya sendiri.

Aku begitu terkesima melihatnya. Tiba-tiba saja wanita bertubuh gemuk yang tadi langsung mendorongku dan menjatuhkanku ke atas kasur. Ternyata ia sudah telanjang bulat. Sedikit ngeri dan takut, tapi juga lucu melihat tubuh gemuk telanjang di depanku. Lucu sekali, kedua pahanya begitu lebar, sampai-sampai memeknya tidak terlihat.

Wanita gemuk itu menindihku. Kemudian membuka paksa baju dan celanaku. Setelah telanjang, dengan rakus ia menciumi seluruh tubuhku. Ia memijat halus kontolku. Ah nikmat sekali pijatannya. Dengan cepat kontolku menegang keras. Ia pun langsung menelan habis, terkadang mengulum, menyedot, dan mengocok-ngocok kontolku.

Sepuluh menit kemudian ia bangkit dan mengangkangiku. Perlahan-lahan kontolku dibimbing masuk ke memeknya. Setelah masuk, ia diam saja, hanya matanya terpejam menikmati sesuatu barang yang besar memenuhi lubang kenikmatannya. Kemudian ia mulai memainkan pantatnya, turun naik perlahan, terkadang pinggulnya digoyang-goyang.

Tiba-tiba saja wanita kurus disampingku bangkit, dan langsung mengangkangiku diatas. Memeknya tepat berada di depan mukaku. Ia menunjuk kearah memeknya. Tanpa dikomando, aku langsung melumat memek yang ternyata sudah basah itu. Kusedot habis, sementara kedua tanganku meremas-remas payudaranya.

Badanku terasa remuk ditindih oleh dua orang wanita. Beberapa menit kemudian wanita gemuk itu mengerang hebat, kedua tangannya mencengkram keras badanku. Ia mendapatkan orgasmenya yang pertama. Bersamaan dengan itu laharku juga meletus di rongga rahimnya. Ah nikmat sekali. Ini yang kutunggu-tunggu karena tadi sempat tertunda.

Mulutku masih memainkan memek wanita kurus diatasku. Semenit kemudian ia juga mengerang keras sambil menjambak rambutku. Keluarlah cairan kenitmatannya, dan langsung kusedot habis, kubersihkan memeknya dengan lidahku. Kemudian ia berbaring disebelah kiriku, sementara wanita gemuk itu berbaring di sebelah kananku.

Kemudian aku bangkit dan berjalan menuju dapur. Haus sekali rasanya setelah bertempur tadi. Yah baru pertama kali aku melawan dua wanita sekaligus. Aku duduk di kursi dapur, meminum segelas jus jeruk dingin. Lama aku terdiam membayangkan kejadian tadi. Sampai tiba-tiba gairahku bangkit lagi. Aku segera bergegas kembali ke ranjang. Ternyata kedua wanita itu sudah tertidur pulas. Aku bingung harus memilih yang mana.

Akhirnya kuhampiri wanita yang bertubuh kurus karena belum kurasakan kehangatan memeknya dan ia pun belum mencoba kehebatan kontolku. Kusibakkan kedua pahanya. Terlihat memeknya sudah kering, kubasahi dengan air liurku. Perlahan tapi pasti, kuhujamkan batang kejantananku. Ia terbangun dan merintih, kemudian hanya tersenyum kecil dan memejamkan matanya lagi. Kubiarkan sebentar kontolku di dalam. Aku ingin merasakan kehangatan memeknya. Perlahan-lahan kumaju-mundurkan pantatku, sambil sesekali menggoyangkan pinggulku.

“Ahh.. ohh. Terus Mas, enak Mas, ohh.. ohh. nikmat sekali. Ayo Mas, sekalian cobain susuku donk!”

Sesuai perintahnya, segera kusedot payudara kirinya, sementara tanganku memelintir puting payudara kanannya. Ia mengerang kecil ketika kugigit putingnya. Pinggulku tetap menggenjotnya. Semakin lama semakin kupercepat ketika aku tahu ia akan orgasme. Bibir memeknya terasa menjepit keras kontolku ketika ia orgasme. Kuperlambat genjotanku, kemudian kucabut kontolku. Ia berbaring lemas.

Kulirik wanita gemuk disampingku. Ternyata ia telah terbangun dan sedang memainkan memeknya dengan tangannya. Rupanya dari tadi ia melihat permainanku dengan wanita yang kurus. Ia menatapku dan menunjuk-nunjuk memeknya.

“Ayo Mas, masukin dong, aku sudah gak tahan nich. Memekku sudah gatel lagi kepengin ngerasain kontol Mas yang gede.”
“Sabar sayang, enak yah kontolku ini, kepingin lagi yah?”
“Ayo dong Mas, jangan bercanda ah.”

Kontolku masih meneras dan tegang. Segera kuhujamkan ke liang kenikmatan wanita gemuk itu. Ternyata ia memang lebih pintar dari wanita yang kurus. Sambil kugenjot, ia memainkan sendiri pinggulnya memutar berlawanan dengan pinggulku.

Tiba-tiba ia mengangkat kedua kakinya dan disenderkan di pundakku. Aku pun duduk mengangkang, namun kontolku tetap menancap di lubang memeknya. Ah pintar sekali ia memilih gaya. Secara perlahan aku mulai menggenjot lagi.

Wanita yang kurus tiba-tiba bangkit dan langsung melumat payudara wanita yang gemuk. Pandai juga ia memainkan payudara itu satu persatu. Aku senang karena ada yang membantuku agar wanita gemuk ini cepat mencapai klimaks. Yah saat itu memang kurasakan laharku akan keluar, sementara wanita gemuk ini masih asyik menggoyang-goyang pinggulnya.

Kemudian kepalaku dicengkram keras oleh kedua kaki wanita yang gemuk. Ah rupanya ia akan orgasme. Kedua tangannya menjambak keras rambut wanita yang kurus.

“Ayo Mas, goyang yang kencang, ayo cepat, ohh.. ohh.. aahh”
“SAya juga sayang, dikeluarin di dalam aja yah, biar lebih enak.”
“Tersserraahh kammuu.. ahh.”

Ia mengerang hebat. Sampai-sampai wanita yang kurus berteriak juga menahan sakit sambil memegang rambutnya yang dijambak. Kepalaku juga sakit oleh jepitan kedua kakinya.

Aku segera mencabut kontolku. Laharku belum keluar. Segera kutarik kepala wanita yang bertubuh kurus. Kupaksa ia untuk mengoralku. Ternyata pintar juga ia memakan kontolku. Semenit kemudian meletuslah laharku di dalam mulutnya. Ia langsung meminum habis sampai bersih. Aku langsung terlentang lemas sampai akhirnya tertidur.

Aku baru terbangun kira-kira jam 8 pagi. Benar-benar lemas badanku ini, serasa mau copot tulang-tulangku. Aku segera berpakaian dan menuju dapur karena kudengar suara kedua wanita itu sedang bercakap-cakap.

“Selamat pagi sayang, cape yah. Ini Tante sudah buatkan susu dan nasi goreng untuk kamu.”, Wanita yang gemuk ini menggandeng tanganku untuk duduk.
“Perkenalkan nama saya Erna, panggil saja Tante Erna. Nah, yang ini Tante Dian. Kami berdua adalah teman bisnisnya Ella.”
Ya ampun, aku baru teringat kalau tujuanku kesini unuk bertemu dengan Mbak Ella. Karena nafsuku yang tertahan semalam aku jadi lupa.

Kami pun sarapan bersama. Tante Erna menceritakan kalau mereka suka berjudi, siapa yang menang harus menghadiahkan seorang gigolo sebagai pembayaran pajak kepada yang kalah. Mungkin maksudnya agar yang kalah tidak terlalu emosi karena kekalahannya. Dan semalam Mbak Ella telah menang besar, dan menjadikanku sebagai pajaknya. Selain mereka bertiga sebenarnya masih ada dua orang lagi, namun tidak bisa datang. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika kedua orang itu datang, berarti aku harus bertempur habis-habisan dengan empat orang. Wah mana tahan.

Tepat pukul 10 aku pamit pulang. Mereka mengucapkan banyak terima kasih. Mereka benar-benar puas dengan pelayananku semalam. Mereka memberiku uang dalam sebuah amplop. Aku menolaknya, karena dipaksa aku menerimanya juga.

Ingin rasanya cepat tiba di rumah, badanku benar-benar remuk, aku ingin segera dipijat oleh Bik Inah pembantuku. Di perjalanan kubuka amplop itu. Wow isinya satu juta rupiah. Kupikir tak sia-sia perjuanganku semalam.

33 Responses to “Kisah Seorang Gigolo – 2”

  1. Nancy Says:

    Ci Jas, wah banyak cerita baru ! Thank you thank you! Tapi ceritanya dikasih banyak yg les dong . Eh kemana aja sih di IRC ngga pernah ada lagi? Ketemuan yuk?

    Nancy

  2. erlam Says:

    umur gw 25thn…
    gw pengen kenal sama tante” nie…
    bisa kasi gw referensi gak ?…. atau kenalin gw.
    email gw di oldestm@yahoo.com yach…

  3. tukang bercinta Says:

    woiii..bagi2 donk nmr tlp para tante gw jg kan pengen…email aja ke bangkarawa14@yahoo.com

  4. agni Says:

    bagi kontek tante dong, tq. hub aku di agnitop@yahoo.co.id

  5. agni Says:

    bagi telp tante dong, hub aku di agnitop@yahoo.co.id

  6. indra Says:

    blom pernag coba yang namanya ngentot ada g yang mau ajrin no telp 085244755715

  7. MARIO Says:

    SAYA JUGA MAU TUH, KENALIN DONK DENGAN TANTE2 MU…..MAU AKU GENJOT JUGA TUH TANTE….AKU MAU TIGA TANTE SEKALIGUS…..email aku ya : gus_mario2000@yahoo.com

  8. Taeq Says:

    Gwe jg mao dunk”!? Tpi jgn yg Tnte yah?! Yg masi Skul ato yg Kul ajah deh! Ehehe.. :-P B-)
    Taeq.Loe.Akh!

  9. temedi Says:

    hi ada yg mau pake pasanganku ngak/tukar pasangan (stgh baya )

  10. tong_q Says:

    wah.. pengen banget gw ngentot ama sekretaris ataw pun direktur sebuah perusahaan… bisa dapet fasilitas rumah ama pekerjaan tetep yg tiap hari siang maupun malem dapet jatah memek… bagi cw karir boleh lah hub gw di tong_q2002@yahoo.com yg penting gw bisa kerja tetap… n` jangan takut masalah kepuasan di jamin 99% merem melek…..

  11. bonz Says:

    mau dong dikenalin ma tante2nya…
    please sent me by mail to pull_me_underxxx@yahoo.com

  12. bany Says:

    neh,.ketahuan bo’ong bgt,basìì

  13. fallen angel Says:

    buseeeeeeet lu pada kebal api ya?????? ajarin gw dong gmana caranya kebal api neraka.

    by Fallen Angel

  14. dudutz Says:

    ci jasmine tuh yg fs nya cwsuka69@yahoo.com itu yach?

  15. Danardono Says:

    Hi, kami pasangan dewasa 40an, bagi yang berminat 3 some atau 4some silahkan hubungi kami sayarat: umur minimum 30 th bukan gigolo , disenangi orang sudah kerja ( bukan berarti kami mau minta uang )sehat , kuat bisa pegang rahasia. Boleh juga pasangan.Tapi tidak bawa hooker. Yang berminat silahkan japri ke donnychristien@yahoo.co.id , bagi yang main2 lebih baik jangan menghabiskan waktu..

  16. Anto Says:

    Aku seorang PNS pengin kenalan dengan Ada yang berminat kontak di email ku : lontongbalapenak@yahoo.co.id

  17. Andika Says:

    Cerita yg bagus seandainya itu kisah nyata pasti suatu pengalaman yg sangat luar biasa……………boleh kenalan ngak email dan ID aku aa_siwoy@yahoo.com

  18. iwan Says:

    hai friends ceritamu hampir sama denga pengalaman aku selama ini, aku suka berpetualangan making love ma janda 1 anak, & ibu2 muda, gue malu menceritakan diforum ini, 100% gue ngak bohong, waktu aku masih kuliah dimalang, ada 6 pasien yaitu ibu2 muda & tante2 jadi pengan tetap aku, kuliahku dibiayai sampai selesai, sekarang aku kerja di denpasar bali, kalo mengingat kisahmu & membaca jadi kepingin mengulangi lagi, gimana kalo kita tukeran tante2, ini aku kasih alamat kostku: jl.gatsu IV blok I no.7 denpasar bali hp xl bebas(081 803 803 932) & hp flexi(03618514783,aku tunggu lho friend…….
    potoku: http://tagged.com/cinta_sejati

  19. rajz Says:

    hmmm gue pengen juga tuh usia gue 21th patau aj loe mau
    kasikan gue kerjaan buat nemanin tante2 plz gue friend
    ni email gue rajah_sex@yahoo.co.id

  20. borokokok Says:

    xxxxxxxx sarua pisan,, aink ge horny mun ningali saluhureun,, sigana teh leuwih asak kitu tah.

  21. gila Says:

    wah wah canggih-canggih.Elo orang cowok muda-muda.Hidup itu ditentukan umur ya?Kedengarannya kasar banget, melakukan dengan ibu2 atau tante2.

  22. Bagonk Says:

    wah enak dong mas!!! pengen nich belajr dari mas! biar tante2 puas!? Jamunya apa nich sampe bs ngelayani berbagai tante!!!!

  23. yanto Says:

    tantemu suruh call me, o85694135860

  24. tante linda Says:

    kalo rame2 gitu bayarnya patungan tuh

  25. tante linda Says:

    kalo rame2 gitu bayarnya patungan yach

  26. fadian Says:

    bravo……gue adda niat nech…ingin menuangkan kisahku juga dgn tante2 ke situs ini gimana ya caranya…krn gue pengalaman pribadi dgn tante2 yg rumah nya di rawamangun n pondok indah….yang sudah2 para tante minta gue jadi pendamping hidup…apa karena barang gue yang kekar dan berurat kali ya…
    email gua : fadian_wildboy@yahoo.co.id Hp.085694450557

  27. scorpion Says:

    gue pngn tu, klo loe ada klnan tante2 d slo ak d ksih donk
    kirim j ke hendi_scorpion@yahoo.co.id

  28. arjuna wiwaha Says:

    fantasi seks mu wanita-wanita dewasa? kita sama donk… tapi, kamu lebih beruntung!

  29. dajjal_iblis jahanam Says:

    masuk neraka jahanam lw pade

  30. rudyh98 Says:

    buat temedy

    gimana kalau kita sharing aja

    hubungi kami ya?

    rudyh98@yahoo.com

    pasti fun

  31. kevin Says:

    ye geblek demen juga lo ma duit


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: