Mertua Tercinta

By: afterseventeenstory

Setelah perkawinannya dengan Asri, Budi memutuskan tinggal bersama mertuanya, ibu dari istrinya Asri. hal ini merupakan keputusan dia dan istrinya yang tidak tega meninggalkan mertuanya itu yang sudah lama ditinggal suaminya. Pada mulanya hubungan antara dia dan ibu mertuanya berjalan biasa-biasa saja sebgaimana mestinya, namun hampir satu tahun usia perkawinannya hal ini menjadi berubah. Kedekatan Budi dengan mertuanya itu semakin intim saja. Hal tersebut dikarenakan Asri yang semenjak diangkat sebagai wakil direktur di kantornya disibukan dengan pekerjaanya sehing hubungan keduanya semakin renggang bahkan mereka sudah sangat jarang melakukan hubungan badan. Kesibukannya sebagai wakil direktur membuat asri sering pulang sampai larut malam sehingga ketika diajak bersetubuh oleh suaminya ia sering pula menolaknya dengan alasan lelah dan sebagainya. Oleh karenanya Budi yang hanya manusia biasa dimana kabutuhan seksnya yang tinggi merasa resah dengan keadaan seperti itu.

Jam dinding yang terpajang di ruang tengah telah menunjukan jam 8 malam, ia sedang sendiri menonton acara di televisi yang sudah membuat dirinya merasa bosan.

Terlintas dipikirannya untuk menonton blue film sendirian sambil menunggu istrinya pulang. Adegan-adegan di film itu membuat dirinya sangat terangsang, sejenak ia melihat ke kiri dan kekanan untuk melihat skitarnya, dan setelah dirasanya aman kemudian ia membuka celananya dan memulai mengocok-ngocok kontolnya sendiri yang sudah menegang sejak dari tadi. Matanya sesekali terpejam tanpa mengentikan kocokannya, membayangkan dirinya seolah telah melakukan pergumulan dengan istrinya.

Tiba-tiba ia sangat kaget dan tersentak oleh suara yang sudah tidak asing itu.

“nak budi, sedang ngapain?” ditolehnya ke arah suara itu dan ternyata mertuanya sendiri ibu Rida, dengan panik kemudian ia berhenti mengocok dan langsung memakai celananya kembali.

“ibu, a anu..” tidak melanjutkan bicaranya karena panik dan kebingungan, mukanya merah padam perbuatannya tadi diketahui oleh mertuanya.

Kemudian bu Rida coba mendekatinya dan duduk disamping tepat sebelah kanan menantunya itu.

“ibu ngerti koq nak budi, memang istrimu itu beberapa bulan terakhir ini sering pulang larut malam sehingga ga bisa melayani kebutuhan kamu” ujar mertuanya mencoba mengertikan keadaanya.

“iya bu, tadi saya terpaksa melakukannya, tapi ibu jangan cerita siapa-siapa ya bu!” pintanya. bu Rida tidak menjawabnya dan hanya mengangguk.

Prihatin dengan keadaan menantunya itu kemudian ia bergeser posisinya sehingga tubuh mereka sekarang dekat dan sedikit bersentuhan, diraihnya tangan budi oleh tangan kanannya bu Rida sedang tangan kirinya mengelus-elus rambutnya.

“sabar ya nak budi!, kalo na budi menghendakinya dan suka, ibu rela koq” ujarnya sambil mengelus-elusnya. “ta tapi bu” aga terbata-bata menjawabnya, karena kaget juga ia mendengar perkatan itu keluar dari mulut seorang ibu yang mertuanya sendiri. Jantungnya berdetak sangant kencang seakan meledak tak tahan menahan gejolak yang ditimbulkan oleh keadaan seperti itu.

Karena sudah mendapatkan lampu hijau dari mertuanya itu ia langsung mendekatkan wajahnya ke mukanya sehingga kini mereka berhadapan cukup dekat sekali, agak sedikit ragu-ragu namun akhirnya ia mencoba melumat bibirnya dengan pelan dan sesekali diciumi serta dijilatinya lehernya sehingga terdengar pelan suara desahan yang keluar dari mulut bu Rida. Setelah agak cukup lama menjilatinya di daerah leher kemudian dibaringkannya bu Rida di kursi sofa itu dan ditindihnya serta mencoba melucuti daster tipis yang dikenakannya, kini yang terlihat hanya bra dan cd nya yang berwarna putih.

Sekali lagi mereka berciuman kembali dan berlanjut ke bagian bawahnya, di remas-remasnya kedua susu itu oleh kedua tanganya, sesekali di mainkannya putingnya serta disedotnya oleh bibirnya itu.

“akhhh… geli bud geli” gumamnya yang terlihat sedang menikmati kedua susunya dimainkan seperti itu. Mata budi sekarang tertuju ke bagian lebih bawah lagi, pandangannya cukup tajam ke arah vaginanya yang masih terbungkus oleh cdnya itu. kemudian dimainkannya vaginan bu rida dengan jari nakan menantunya itu, gesekan-gesekan dan tusukan-tusukan meski masih terbalut itu membuat bu rida mengerang cukup keras, tak kuasa menahannya.

Gejolak tersebut membuat keduanya sudah tidak tahan lagi dan masing-masig mulai melucuti pakaiannya sendiri, dengan posisi yang tidak berubah budi mencoba membimbing kontolnya dan memasukannya ke lobang vagina bu rida yang sudah tidak perawan itu, meski demikian lobangnya masih rapat, hal ini terlihat ketika kontol yang cukup gede itu agak sedikit susah masuknya ketika dimasukan.

“bentar bud, ibu sakit” bu rida mengeluh. melihat ibu kesakitan karena kotolnya susah dimasukin ia segera mencabut kembali kontolnya yang hanya masuk sedikit saja. Kemudian ia mencoba memasukannya kembali dan akhirnya sekarang tidak ada suara rintihan dari bu rida, kali ini kontolnya sudah menancap masuk ke dalam, budi kemudian menggenjot-genjotnya agak cepat sehingga tubuh bu rida pun terlihat ikut bergoyang.

“aughh… akhhh… ” hanya itu yang terdengar dari mulutnya bu rida.

“terus bud! jangan berhenti, enak sekali” suruh bu rida. Agak lama mereka melakukan dengan posisi itu sampai akhirnya mereka mengganti posisi. posisi bu rida menungging membelakanginya dan kembali mengerang merasakan mikmatnya digenjot dari belakang.

Setelah mereka melakukannya hampir kurang lebih satu jam dengan berganti-ganti posisi, akhirnya mereka sudah tidak tahan lagi ingin mengeluarkan sesuatu.

“bu, saya udah ga tahan lagi nih, dikeluarinnya di dalam apa di luar?” tanyanya pada mertuanya itu.

“iya bud, kayanya ibu juga mau keluar, di dalam aja, lagian ibu ga bakalan hamil koq” jawabnya. Crot.. crot… masing-masingmerasakan kehangatan cairan yang mereka keluarkan itu.

Sebentar keduanya membaringkan diri kelelahan dengan posisi budi memeluknya erat penuh kasih sayang tubuh mertuanya. Sebelum menyudahi semuanya kembali mereka berciuman dengan mesranya sampai akhirnya mereka membereskan diri masing-masing serta membubarkan diri karena takut istrinya keburu datang.

35 pemikiran pada “Mertua Tercinta

  1. wah gue nafsu bgt nih, kalau mau kukontolin ibu mertuamu, tapi nanti kalau mau kamu pake jd lebar lubang memeknya,,, soalnya sobek kugaulin terus…

  2. kayaknya cerita gituan (baca;incest)kurang etis lo shared di sini. emang lo mau !!! kalo` nyak loh di embat ama abang/adik ipar lo……?????!!!

  3. masak sih mas budi susah masukin kontolnya ke memek ibu, kan punya ibu dah lebar, la wong saya pernah keluar dari situ……..

  4. kasihan lu bud, bini lu pulang malem terus karena gw entot terus di kantor, ya udah lo ama mertua loe aja ya…ha…ha…ha…

  5. bwt yg suka ngehujat, mendingan loe jgn msk ke milis ini, sdh tau kategorix sex sedarah(incest)msh aja baca2, ngasih komentar lagi….munafik bgt loe, kyk Rhoma Irama…..

  6. bud,,, bud,,,
    gw cuma protes dikit
    bok namanya jangan budi krn bikin malu almamater
    ini budi +ini bapak budi +ini ibu budi +budi adik wati

  7. asyik juga punya mertua gitu. Btw, mertua lu itu msh muda gak..jangan-jangan sudah tua renta. Sudah expired lg kalau nge-milk sama nenek2..

  8. gw pny mertua asyik,maniak sex abis!kl di rumah ngakunya cm ML sama bokap mertua and aku doank,tp di luar…….u can tell her 08155513130 TANTE LIA.Mari berbagi dan berbejat ria he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s