First Sex Never Die

Mei 6, 2007

Oleh: (tidak mau disebutkan namanya)

Setelah lulus kuliah di sebuah Perguruan tinggi yang cukup ternama di Surabaya, Aku diajak sahabatku pindah dan membantu manajemen supermarket milik orang tuanya. Ini kulakukan hanya sementara saja sambil mencari pekerjaan yang lebih baik. Tugasku membuat POS System (point of sales) / mesin kasir yang terintegrasi dengan bagian keuangan dan adimistrasi.

 

Suatu hari ketika hendak keluar makan siang, sekitar pukul 12.30, terjadi sedikit keributan di muka kasir no. 2 dekat penitipan barang. Aku bergegas menuju ke lokasi. Ternyata ada 2 cewek berseragam SMA yang sedang ribut dengan Fahmi, bagian security. Segera aku menengahi dengan mengajak mereka untuk tidak ribut dimuka umum. karena dapat mengganggu kenyamanan berbelanja pengunjung lain nya

Aku bawa ke gudang stock. Didampingi Fahmi. Aku tanya persoalannya, ternyata Fahmi melihat salah seoarang dari mereka mengambil sebuah coklat dan menyembunyikannya dibalik pakaian putih abu-abu itu.

 

Aku tanya baik2, tapi mereka memungkiri. Fahmi memaksa untuk menggeledah mereka. Tapi mereka tetap tidak mau. Malah mengancam akan melaporkan ke polisi sebagai tindak pelecehan seksual.

 

Akhirnya aku menengahi masalah ini, aku mengajukan penawaran. Apabila mereka mau diperiksa di sini, maka masalahnya akan diselesaikan di sini secara kekeluargaan. Namun apabila tidak mau diperiksa di sini, maka akan kami periksa di polisi. Biar pihak berwajib yang memeriksa dan memutuskan bersalah atau tidak.

Mereka akhirnya mau… asalkan aku yang memeriksa.

Aku setujui. Yang pertama ku periksa, bernama Dini, kelas 1 SMU. Ku raba semua tubuhnya… tapi tidak terdapat barang yang mencurigakan… Tapi saya meminta, kalau dia memang tidak mencuri, pasti berani diperiksa dan mencopot semua pakaiannya agar mudah memeriksanya.

Dini keberatan. Tapi aku memberi tawaran, kalau memang tidak terbukti kenapa harus takut dan aku berjanji akan memberi uang kerugian sebesar Rp.50.000,-

Akhirnya mau juga Dini mencopot semua pakaiannya.

Badan nya kecil kurus dan tingginya hanya sepundakku. Dengan susu yang belum terbentuk sempurna. Wajahnya manis. Kulit agak coklat tapi bersih. Bulu vaginanya pun masih sangat halus.

Tidak ku temukan apa2 ditubuhnya. Maka kubiarkan dia kembali mengenakan seragamnya dan keluar. Sambil kujanjikan akan memberikan uang nya setelah memeriksa Nadya.

 

Yang kedua, Nadya. Dia satu kelas dengan Dini. Aku juga minta telanjang. Nadya perlahan lahan muali mencopoti pakainannya satu persatu. Jenis Kutilang dara. Kurus Tinggi Langsing Dada Rata. Agak lebih putih, puting susunya juga masih kecil sekali…Warna nya juga masih merah muda. Maklum ABG. Tapi bulu jembutnya banyak banget…bok. Wajahnya cukup manis ….. tapi rambutnya… wow kayak rambut nya dian sastro. Bagus banget. Aku betul betul menelan air liurku. Sementara batang penisku telah mengembang secara sempura dan terus meronta-ronta.

 

Kuperiksa semua, ternyata kutemukan sebatang tobleron di belakang celana dalamnya. posisinya tepat berada di belahan pantat. Pas sekali dengan bentuk tobleron yang segi tiga. jadi nyaris tidak terlihat.

 

Nadya minta ampun dan ketakutan. Dia minta masalah ini diselesaikan di sini saja. Jangan diperpanjang dan dilaporkan ke polisi ataupun pihak orang tua.

Aku bilang, Kalau memang mau diselesaikan di sini ya… pakai caraku. Kalau tidak mau ya saya serahkan kepada polisi saja.

Setelah berembuk dengan Dini, akhirnya mereka setuju 

Aku akan bilang pada Fahmi bahwa kamu tidak mencuri dan aku akan meminta Fahmi minta maaf. Tapi, sebagai imbalannya Aku minta Nadya dan Dini menemani dan menuruti perintahku selama sehari. Nadya setuju, tetapi dia minta waktunya hanya sampai sebelum Magrib saja. karena bisa dimarahin ortu. Aku pun setuju.

 

Tanpa membuang waktu, Aku menyuruh Fahmi meminta maaf kepada mereka. Dan mengingatan dia agar kerja lebih hati2. Tapi ku beri dia uang Rp. 100rb. Atas prestasinya mengamati pengunjung dengan cermat.

 

Segera ku giring mereka keluar dan kumasukan kedalam mobil kijangku.

Nad, Din, dah makan belom ? tanyaku

Belom, mas. Jawabnya Nadya.

Ok. kalo gitu kita makan dulu ajah di Kentucky. ok

 

Setelah makan, kukeluarkan 2 batang Tobleron. Nich buat kamu… kamu gak usah nyolong. Tinggal minta ajah ama mas. Pasti tak kasih.

Nadya dan Dini melonjak kegirangan. Mereka memelukku dan mencium pipiku. Membuat aku rada malu karena dilihat banyak orang.

Sudah Susah Sudah jangan meluk gitu didepan umum… malu tuch dilihat orang … nanti ajah di tempat yang gak ada orang. Pintaku.

 

Segera aku menuju hotel short time di pinggiran kota yang pemandangan cukup indah.

 

Segera setelah kututup pintu, Ke peluk Nadya dari belakang. Ku gesekan celanaku ke rok SMA nya sambil kucium lehernya dari belakang. Nadya melengkuh panjang.

Ku seret ke ranjang dan cepat cepat ku copot celana dan bajuku hingga tersisa celana dalam ku saja.

Ku kulum bibir Nadya dan kepreteli kancing bajunya dan segera ku lepaskan baju seragamnya. Demikian juga kait dan resleting roknya. Langsung aku plorotin ke bawah. Hingga hanya tersisa Bh dan celana dalam nya ajah.

 

Ku jilati bagian belakang telinganya. Kulihat Nadya menikmatinya. Pelan2 ku susupkan tanganku ke balik BH nya dan mulai ku remas halus susunya. ku sibak BH nya dan mulutku pun turun ke bawah. Mulai mengulum susu yang masih begitu ranum kenyal dan muda.

 

Ku copot celana dalam ku. Dan segera ku cocot pula CD dan BH Nadya.

 

Ku tarik tangan Dini yang sedari tadi hanya memperhatikan apa yang kita lakukan sambil tersenyum senyum malu. Ku raba2 sambil mencoba melucuti baju dan roknya tapi Dia tampak malu-malu.

 

Mas, aku gak ikutan ya… Aku belom pernah begituan sich. Pintanya.

 

Ok. Dini copot celana dan Bh ajah.. mas gak bakal apa apain koq… jawabku sekenannya…

 

Dini mencopot CD dan BH nya dan bergegas memakai handuk untuk menutup tubuhnya.

Kutuntun tangan nya untuk mengocok burungku. Sementara mulutku kembali mengulum puting susu Nadya. Tanganku meraba dan mulai mengelus2 kemaluan Dini, tapi dia berusaha melarangnya dengan menjepit tanganku. Gerakanku mengobok2 menjadi terbatas. Tapi hal ini tidak berlangsung lama. Dini akhirnya terasuki nafsu birahi. Pahanya mulai terbuka. Gerakan tanganku semakin leluasa. Dia pun mulai menggoyang2kan pantatnya.

 

Sementara mulutku mulai turun ke bawah menjilati daerah pribadi Nadya. Burungku ku arahkan ke mulut Nadya… sehingga posisiku menjadi 69. Kulihat Dini juga mulai terangsang hebat melihat tingkah aku dan sahabatnya itu. Tangannya membantuku menyocok ms.v nya.

Nadya masih bodoh dalam hal ber oral. Beberapa kali kontolku terasa nyeri akibat terkena gigi ataupun sepongan yang terlalu keras dan kasar. Nafsuku menjadi agak drop. Terpaksa ku ubah sasaranku pada Dini yang jelas2 berperawakan lebih kecil dan masih perawan. Kebetulan aku selama ini belum pernah memetik perawan. Sehingga nafsuku menjadi sangat menggebu…. 

Ku jilati dan ku ciumi lehernya dengan ganas. Sementara tanganku bergerilya di selangkangan dan susunya. Dia mendesah sesah suaranya mulai meracau. Membuat nafsuku bergolak…  Segera ku tarik handuk yang masih melilit di tubuhnya. Ku kulim putting susunya dan ku gesek2an batang zakarku ke bibir kemaluannnya seolah sedang bersenggma….

acchhh acchhh.. acchhh … Dini nampak mulai akan mencapai puncak kenikmatannya. Dan tak lama kemudian badan nya mulai mengejang dan mencengkram seprei dengan keras…. Uuuchhh dia memekik panjang…. Bandannya langsung lunglai….

Segera ku lepaskan pelukannya dan kuhampiri Nadya… Tanpa basa basi ku buka kedua kakinya dan ku tusuk lubang senggamanya dengan kontolku yang masih sangat keras… Zlllep…. Batang kemaluanku telah menerobos masuk daerah paling pribadinya…..

aacchh… Nadya memekik…. Sambil tangan nya memeluk erat diriku. Lubangnya masih sangat sempit… burungku pun terasa sangat terjepit… lendir dalam lubang vaginanya sangat kental … membuatku terasa nikmat sekali… mmmm… aku menahan kenikmatan yang mulai menjalar ke seluruh tubuhku….

Ku jilati kuping nya… Dia nampak menggelinjang menahan geli…. Dan mencoba menghindar… tapi dia tidak dapat bergerak banyak karena ada tubuhku yang menindihnya. Tanganku mulai mempermainkan susunya yang masih sangat kecil dan pejal. Ku pilin pilin puting nya. Sambil terus memompa kontolku di lubang vaginanya maju mundur. 

Selang beberapa saat, desahan Nadya semakin keras… occchhhh.. occchhhh … ochhhh… mmaaas…. Ach….dia mekik… dan badan nya mulai berguncang …. Ssshhhhhh schhhhh….

Desisnya…. Aku terus bergerak maju mundur. Tapi tangan Nadya menahan pantatku dengan menekannya dengan keras… Kurasakan batang kontol ku seperti diremas remas lubang kenikmatannya. Mulutku kembali mengulum putingnya…. Tapi tangan nya menutupi bukit kembarnya…

Uddddaaah mas… Diem donk….adduuchh…Geli banget nich… Ujarnya sambil badannya kembali berguncang.

 

Sasaran kembali kuarahkan ke Dini… yang sedari tadi hanya tergolek lemah sambil menonton adegan persetubuhan aku dan Nadya. Aku yakin dia pasti semakin teranggsang dan lubang senggama nya sudah semakin gatal…

 

Lidahku mulai menjelajahi leher dan susunya… sementara tangan ku mengorek korek… klentitnya…mmmh mmmh mmmmh… suaranya mengikuti gerkan jariku di pintu surganya. Tanganya mengocok senjataku tidak besar namun sangat keras.

 Tak sabar aku langsung mengubah posisi diatas tubuhnya. Ku gesek2an alat kelaminku di tepi lubang senggamanya…

Lendirnya sudah sangat basah… sehingga aku merasakan seolah-olah telah berada dalam vaginanya… Nafsuku semakin memuncak.. ingin segera menggagahi gadis kecil ini…batang zakarku juga semakin keras dan mulai menusuk nusuk memeknya…

Geli mulai menjalar di seluruh tubuhku…segera ku tekan dengan agak keras batang pelerku… namun Dini menahanya dengan menjepit kontolku dengan agak keras…

 

Accgh… jangan mas….sakit mas…

Enggak … Cuma sedikit ajah kok….. bujukku.

Kembali batang kotolku mencoba menerobos selaputdara nya…

 

Acchhhh… aduch… jangan mas… aku masih perawan… aku belom pernah gituan mas…

Dini mulai mengiba

 

Tapi nafsu setanku sudah tidak dapat dibendung… aku ingin segera merenggut kehormatanya…

Aku sudah tidak sabar menikmati darah perawanan gadis yang masih bau kencur ini…

 

Ku pacu kontolku dengan semakin cepat… kutusuk dengan keras… namun kembali meleset …

Pertahananku semakin goyah…. dan Aaaccch…. Crot….. crot….. crot….

Aku tak mampu menahan nya lagi….. spermaku berantakan di pangkal paha dan bibir vagina Dini…

 

Aku terkulai lemah … Aku gagal merenggut mahkotanya….Aku gagal menggagahi nya…

 

Dini segera menarik seprei … menutupi tubuhnya … sambil menangis….

 

“Dini… Kamu gak papa khan? Mas gak ngapa2in kamu kok… kamu masih perawan….Mas khan dah janji gak dimasukin…   “ aku mencoba mengiburnya.

 

Aku membersihkan diri … tak lama kemudian Nadya masuk kamar mandi juga… Aku mandi bersama Nadya… saling menggosok tubuh dengan busa….

 

Ketika aku keluar kamar mandi segera kuhampiri Dini… Ku lihat dia sudah tidak menangis lagi… ku kecup keningnya …

 

Sedetik kemudian… kutarik seprei nya… Aaaaah….Dini kaget dan tanpa persiapan …. Dia mencoba menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya….

“Mas jahat…. Aku malu nich…” teriaknya

“Udah gak usah malu… aku khan tapi juga dah lihat semua… ayo sana cepet mandi….Apa mau tak perkosa lagi hehehheh? “

 

Segera Dini menghambur ke kamar mandi…

Nadya kembali mengenakan seragam putih abu-abu nya

 

Tanpa sepengetahuan Nadya, ku sembunyikan celana dalam dan Bh Dini di bawah kasur.

Ketika selesai mandi, Dini mencari2 pakaian dalam nya…

 

“Mana sich… pakean dalamku? … Nad, tahu gak kamu ? ” tanya nya

 

“Gak tahu… loe lempar kemana tadi ?” jawab Nadya enaknya

 

“Mas .. jangan maenan ach… malu nich kalo gak pake Cd ama BH keluar….ntar kalo banyak yang lihat gimana”

 

“Udah gak papa….pake rok ama baju ajah … gak kelihatan kok…” ujat Nadya

 

“ Ayo cepetan nich.. Aku mesti pulang absen nich… Ntar tak ambilin di supermaket dech” ucapku, sambil membuka pintu sedikit

 

“ iya.. iya.. iya.. jangan di buka pintunya…Ok dech … gak papa dech sementara aku pake rok ama baju doank. Nad, loe becandanya gak lucu dech ” Dini mengalah

 

Dini berjalan agak kikuk dan pelan sambil menangkupkan kedua tangan nya di dada, agar tidak terlihat kalau dia tidak memakai BH.

 

Bergegas aku, Nadya dan Dini naik ke mobil kijangku ….

 

Sebelum Dini naik mobil … aku membisikan “Din, aku ada kejutan buat kamu… tapi jangan bilang Nadya ya”

 

“Ok ayo aku antar pulang ya…” kataku

 

Mobilku melaju… menuju kota.. Segera ku antarkan pulang Nadya …

Tapi setelah itu, Dini meminta dibelikan celana dalam dan BH, takut kalau pulang ke rumah ketahuan tidak pakai BH. Bisa kacau katanya.

 

Segera aku ke supermarket… ku tinggal dia di mobil … Sementara aku turun … Aku mengambil Irex max di rak dan segera meminumnya. Ini senjataku andalanku… karena aku khawatir apabila gagal lagi memetik keperawanannya.

 

Kemudian aku ke mejaku, mengambil tepak yang dibungkus kantong plastik dan  kemudian membawanya… …

 

“Ini buat kamu…. “ kataku sambil menyodorkan sebuah tepak dibungkus kain bludru

“Apa ini mas ? “ tanya nya

“Buka ajah… Itu pantas buat cewek secantik kamu” kataku

 

Segera dia membukanya … sebuah kalung yang sederhana namun indah. Sebetulnya rencanaku membeli kalung itu untuk pacarku di Semarang.

 

“Ini buat aku, Mas? Sungguh ? “

 

Aku hanya mengangguk “ ya.. buat kamu… simpan saja.. jangan pernah dijual… kalau dijual ya… aku pasti tidak mau menemui kamu lagi seumur hidupku. Ok?”

 

“Makasih, mas! Mas baek banget dech. Dini suka banget sama  mas” dia menghambur memelukku… Susunya yang kecil kenyal dan tanpa BH menempel di dadaku. Membuat darahku berdesir kembali.

 

“Ok.. sekarang kita ambil BH dan CD ada di bawah kasur hotel … “ kataku

 

“ Tuch khan ternyata mas yang sembunyiin khan ! Jahat dech” pekik nya manja sambil menjiwit pinggangku.

 

Segera mobilku kembali melaju ke Hotel P. yang sengaja tadi tidak aku check out khan.

 

Setelah ku tutup pintu… langsung ku pagut bibirnya… “ Din, kamu cantik banget dech…” gumamku.

 

Segera ku copot baju dan celanaku… dan dengan semangat ku copot baju dan rok Dini yang tanpa BH dan CD… maka kamipun sudah dalam posisi telanjang bulat. Bergumul dengan sangat seru dalam posisi berdiri.

 

Ku hempaskan tubuhnya yang masih kecil ke atas ranjang… dan bagaikan singa yang lapar.. segera ku tikam lehernya dengan mulutku…  aaacch… Dini merasa geli dengan sapuan kumis tipisku dilehernya. Dia menepisku dan membalasnya dengan ciuman yang sangat bernafsu. Matanya terpejam walau kadang sesekali mengintip. Tanganku mulai menjamah seluruh bagian terlarangnya dan mulutku pun mulai merayap ke bawah menuju buah dadanya yang masih sangat ranum. Sementara tanganku sudah sangat basah oleh lendir kenikmatannya…

 

Eengh… engh… Engh…  uuud aah ach mas… gak kuuuat … Add uuch ….m aaaas…

Acch… Dini mengejang… sampai mengangkat pahanya …. Badannya berguncang…

 

Untuk menambah sensasi sengaja ku garukan tanganku di pahanya sambil ku cium belakang kupingnya…

Accch… maass … dia meronta … dan kembali mengejang …  Tangan nya dengan sigap menepis tanganku di pangkal pahanya dan memiringkan badannya menghindari ciumanku…

 

“Aduch.. udah maas  .. geli banget nich….” 

 

Aku memeluknya … sementara Irex ku mulai beraksi. Burungku terasa semakin keras dan terasa agak sakit… Segera ku baringkan dia… dan ku buka pahanya agak lebar …

 

Dini sempat bergumam “ Jangan mas…. “

Tapi gerakan tidak menunjukan penolakan… sehingga tongkat kenikmatanku tetap aku arahkan ke lubang senggamanya …

“aacccch… saaakiiit mas… Udddah mas…“ pikiknya sambil memundurkan sedikit badannya.

 

“Nggak .. Cuma sakit sedikit…kok… kamu tenang ajah… jangan tegang… pasti gak sakit” Sambil kembali menggosok2kan kontolku di bibir vaginanya…  srrrrt …srrrt … srrrrt …sedikit2 batang kemaluanku dapat masuk… kelubangnya…

Ku lihat Dini menahan sakit dan tangis nya dengan mengulum bibir nya ….

 

Dan… akhirnya … Uuccchh… Kontol saya yang tidak terlalu panjang … sudah menancap di tubuhnya … aacchhh … luar biasa nikmat…  wajahnya yang masih begitu muda dan lugu… badannya yang masih begitu kencang… kulitnya walau tidak terlalu putih tapi masih begitu halus… susunya yang hanya sebesar telapak tanganku dengan putingnya yang sangat kecil dan masih berwarna merah muda ….. Oooh… Sungguh pemandangan yang sangat indah…

 

Ku gerakan perlahan batang kemaluanku maju mundur di dalam lubang surganya… och… sungguh sangat nikmat…

sangat sempit… tidak terlalu licin… Tak pernah aku merasakan memek seenak ini.

 

Setelah itu.. kami berganti gaya.. dia menunging… dan dari belang ku tusuk vaginanya… occh… kemabali kenikmatan menjalar di seluruh sel dalam tubuhku… tanganku memeluk pinggangnya yang ramping dari belakang….dan mulai mengayuh …

 

Nafsuku semakin memuncak… gerakanku pun semakin liar diatas tubuhnya ….dan ..Acch…

Tanpa sempat ku cabut…. Croot… croot…. croot … spermaku keluar di dalam lubang senggamanya… Betul betul nikmat….

 

Ku cabut kejantananku… dan kulihat spermaku meleleh dari lubang memeknya bersamaan dengan sedikit bercak merah.. mengalir dan menetes di seprei.. cukup banyak…

 

Aku terkulai lemas di sampingnya… dan sayup2 terdengar suara tangisan ….

Ku tengokan kepalaku dan ku lihat Dini menutup badanya dengan seprei sementara kedua tangannya menutupi wajahnya …

 

Ku peluk tubuhnya … Ku bisikan kata sayang dan cinta ….untuk menghiburnya…

 

Ada perasaan menyesal dan berdosa ketika kulihat Dini menangis dipelukanku…

Aku telah memetik keperawanannya yang seharusnya dia persembahkan kepada suaminya kelak….

Aku betul2 egois … Aku hanya memikirkan nafsuku saja… Aku tidak pernah berfikir apa akibatnya untuk dia… Tidak seharusnya Aku menggagahinya.

 

Empat bulan aku berhubungan dengan nya … Kita beberapa kali melakukan hubungan intim lagi…

 

Hingga suatu hari…. Dini menemuiku …

“Mas, Aku terlambat bulan … Mas harus tanggung jawab kalo aku hamil….” Pintanya

“Apa ? Kamu hamil ? Apa dah di test ?” tanyaku

“Udah mas… positif “ jawabnya pelan

“Kamu tidur sama siapa lagi selain aku ?“ selidikku

“Mas… demi Allah .. gak pernah tidur dengan orang lain… Mas anggap apa aku ini? Apa aku ini lonte ?” jawabnya berang.

“Gila kamu…Aku belom siap, Din.. aku belum punya apa apa… lagian kamu masih sekolah kelas 1. Gugurin ajah… ”

“ Tapi aku gak mau membunuh anakku sendiri, mas. Darah dagingku sendiri…Lagian ini sudah jalan 4 bulan, mas” jawabnya

“ Kenapa gak bilang dari awal. Kenapa kamu tuch bego banget sich ! “ bentakku

Dini terus2an membantah dan berdebat dengan ku…hingga lebih dari 3jam kami berdebat..

Kesabaranku habis… Plak… tanganku menamparnya…

 “Ternyata mas …bajingan “ teriaknya sambil memegang pipinya.

Tangisan Dini makin keras… Dia menghambur keluar dari mobil …  dan menyetop sebuah angkot… ku biarkan dia…

 

Beratus-ratus kali aku mencoba menghubungi Hp nya… Namun tidak pernah berhasil…

Lama aku tidak mendengar kabarnya … Beberapa kali aku tunggu dia di depan sekolahnya … tapi dia tidak pernah nampak… Aku mencari khabar nya pada Nadya… tapi dia bilang Dini tidak sekolah lagi…

Ku tanya alamatnya pada teman2nya … Akhirnya aku mendapatkannya…

Setelah berulang2 kali hanya lewat rumahnya dan tak berani berhenti..

Akhirnya ku beranikan diri datang ke rumahnya…

Tanpa diduga… orang tua nya menjadi sangat emosional… ketika aku menyebut namaku… ibu nya langsung menamparku… Ku terima perlakuan itu… Tapi aku langsung kabur menyelamatkan diri ketika bapakmu keluar membawa pentungan dari bambu….

 

Tolong maafkan  aku…

Aku memang salah …

Aku sungguh menyesal….

Kembalilah padaku…

Aku masih menunggumu…

 

NB:

Din, Tolong hubungi aku di email ini ( info-telkom@telkom.net ) …

Aku sekarang kerja di Cirebon…

-Rd-

15 Responses to “First Sex Never Die”

  1. wong bodo Says:

    chiken …..

  2. kampret Says:

    dasar laki2 perenget keperawanan….??? tapi ceritanya kayak nya agak2 bual …

  3. silvi Says:

    You are motherfucker shit.

  4. Mr-zombie47 Says:

    dasar bajingan gw dah lama nge buru loe ternyata lo bajingannya . loe maunya apa sih??!!!

  5. fatkhul muna adirangga Says:

    terlalu didramatisir…. boong… dobol…

  6. die,,,,, Says:

    hei bangsat,,,,,!!!!! jangan nodai nama baik kota cirebon,cirebon itu kota wali, jangan nodai dengan perbuatan lo yang busk itu,,,,,,,,,,,,,,

  7. Polisi Says:

    Halah bohong…di kantor saya cerita kek gini ga ada…wahh

  8. arek najarak Says:

    loe anjink tahi fuky loe
    cara loe desa tw
    jancuk kirik asu

  9. ery Says:

    bajingan…………………,cerita ndeso
    kutu kupret,,,,,,,

  10. abi Says:

    manteb kok cerita na, kalo dibikin novel kayak nya bagus, cuma jangan terlalu vulgar aja kali ya….. sukses deh

  11. Dini Says:

    Mas, aku skrg udah kerja di Hayam Wuruk … gara2 mas sih …
    O ya, mas … anak kita matanya mirip sekali dgn mata mas … mata keranjang …. hik .. hik

  12. putra Says:

    klo berani berbuat tanggung jawab dong penakut mo ml

  13. putra Says:

    klo berani berbuat tanggung jawab dong penakut mo ml
    ganteli lanang asuuuuu

  14. shink Says:

    ah basi loe gitu aja kok gak berani tenggung jawab payah loe,eeq loe

  15. shink Says:

    klo loe berani harus tanggung ajwab donk gmna sih,dasar P>E>N>G>E>C>U>T


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: