Liburan Akhir Pekan – 2

Mei 19, 2007

Oleh: P. W. <pwpwpw@hotmail.com>

Seperti sudah saya ceritakan sebelumnya, keesokan harinya, hari minggu saya
terbangun agak siang karena malamnya pulang sudah dinihari dan agak banyak
meminum alkohol sehingga sedikit mabok. Pagi itu saya segera bangun dan
berganti baju untuk joging di sekitar rumah. Pulang joging sebelum ke kamar
saya duduk sebentar di kursi ruangan makan untuk sedikit istirahat dan minum
juice segar dahulu.

Ketika kembali ke kamar saya baru sadar bahwa tidak terlihat handphone saya.
Di meja rias tidak ada, di tempat tidur juga tidak terlihat. Saya tanyakan
ke pembantu untuk memeriksa mobil yang saya pakai kemarin, tapi juga tidak
ada. Kemudian saya kembali ke kamar dan sedikit mengingat ingat, apakah
tertinggal di restoran atau di tempat lain tadi malam. Akhirnya saya coba
untuk menelpon ke handphone saya sendiri. Nada terdengar, tapi tidak di
angkat angkat. Saya coba berkali kali, baru kemudian ada yang mengangkat,
suara laki-laki dengan sedikit ragu untuk menjawab, tapi setelah saya tanya
lebih lanjut, ternyata itu adalah si Doni, staff kantor saya. Ternyata
handphone tertinggal di apartement nya ketika mengantar dia  semalam.
kemudian saya katakan pagi ini saya akan ambil, karena siang saya ada acara
sampai sore.

Tanpa memikir apa-apa lagi saya segera menuju kamar mandi untuk mandi pagi,
tidak lupa cuci rambut karena sudah bau tidak sedap, bau asap rokok bekas
dari restoran tadi malam. Selesai mandi terus mengeringkan rambut dan berias
di meja rias. Pagi itu saya memilih pakaian yang cukup santai dan adem untuk
di pakai, baju terusan dari katun bercorak bunga dan panjang sampai melebihi
lutut, tapi tidak berlengan.

Saya keluar rumah, mobil sudah menunggu di depan dan segera saya masuk.
Supir saya suruh pergi menuju apartement si Doni. Karena jaraknya tidak
jauh, beberapa menit kemudian mobil sudah sampai dan saya segera turun
kemudian menuju lift. Ketika sampai di depan apartement nya, segera pintu
saya ketuk, Doni pun membukakan pintu, kelihatan dia sedang bersantai,
memakai T-shirt  dan celana pendek. Tadinya saya tidak mau berlama lama di
sana, tapi karena dia minta saya minum dulu dan katanya ada yang mau
dibicarakan, akhirnya saya jadi duduk dulu di sana. Dia sedikit mengeluh
karena kepalanya agak pusing, dan saya katakan itu karena kebanyakan minum
alkohol semalam. Kemudian dia menuju kamar tidurnya dan membuka pintunya
lebar-lebar dan tidak di tutup lagi. Saya menoleh ke sana, terlihat satu
tempat tidur yg agak besar dan di dinding kamarnya terlihat foto-foto dia
dan yg paling besar foto dia bersama pacarnya. Dari luar terlihat begitu
rapih.

Tidak lama kemudian terdengar Doni memanggil saya untuk masuk ke kamarnya.
Tanpa ragu-ragu saya masuk dan duduk di ujung tempat tidurnya yg tertutup
bed cover. Kemudian dia mengeluarkan handphone punya saya dan satu kantong
plastik kecil dan kemudian diserahkan ke saya sambil mengatakan yang di
plastik ini adalah celana dalam saya dan katanya sudah dia cuci, terlihat
mukanya agak merah karena malu. Saya sedikit surprise, tapi kemudian saya
tersenyum penuh arti. Tapi tidak lama setelah itu tiba tiba Doni duduk
berlutut di lantai tepat di depan saya dan memandang dengan penuh rasa
bersalah. Dia minta maaf atas kejadian semalam yang mungkin karena mabok
sehingga sampai terjadi kejadian seperti tadi malam, tapi selanjutnya dia
mengungkapkan sejujurnya perasaan dia. Selama ini ketika di kantor dia
sering mencuri curi memandangi saya, ketika di lift, ruang rapat dan setiap
melintas di sekitar meja dia. Doni mengakui tidak bisa membohongi dirinya
sendiri karena memang dia punya perhatian khusus kepada saya, naluri jiwanya
selalu memanas. Tapi selama ini dia selalu memendam nafsunya itu
dalam-dalam, karena dia menganggap hal yang angan-angan saja.

Sebenarnya dia ini tipe cowok yang rajin, sopan dan ganteng. Di kantor pun
dia termasuk staff yang baik, pacarnya pun kelihatan cantik di foto. Tapi
entah mengapa dia begitu tertarik dengan penampilan saya.
Terus dia melanjutkan pengakuannya bahwa tadi malam dia begitu panas hatinya
melihat penampilan saya dan suasana membuat dia bisa lebih dekat
berbincang-bincang dengan saya. Sampai ketika pulang tidak di duga ada
tawaran dari saya untuk ikut mobil saya pulang ke rumah. Di dalam mobil dia
mengakui timbul berbagai gejolak hati yang tidak ingin menyia nyiakan
kesempatan ini, sampai dia nekat mengajak saya pergi ke pub&bar di sekitar
Kemang. Apalagi saya setuju saja untuk pergi ke sana. Untuk menenangkan
dirinya dia mencoba minum sampai akhirnya malah dia mabok. Tadinya saya
pikir dia seperti sedang ada masalah, karena minta saran ini itu dan
menanyakan tentang kehidupan pribadi saya dll. Ternyata masalahnya justru
karena saya……

Tapi kejadian di apartement nya semalam menurut dia hal yang begitu indah
dan bergairah. Bahkan berlalu terlalu cepat sehingga tidak dapat menikmati
lebih lama lagi, dan ini membuat dia setengah penasaran dengan saya, karena
merasa dia belum sempat memperlihatkan kegagahan dia dan memberi kenikmatan
kepada saya.
Mendengarkan isi hati Doni yang begitu polos, membuat hati menjadi berbagai
perasaan, rasa iba dan juga membuat hati memanas, terasa sesuatu dari dalam
tubuh mengalir cepat. Terasa celana dalam membasah, saya juga menjadi
bingung.

Doni minta dan memohon supaya saya memberi kesempatan seperti tadi malam ke
dia, dan setelah itu dia berjanji akan melupakan dan tidak akan menyinggung
nyinggung soal ini lagi.
Beberapa saat kami terdiam, suasana begitu hening, saya hanya bisa memandang
jendela yang besar di kamar tidurnya. Sinar pagi yang masuk dari jendela itu
begitu menyilaukan. Kemudian saya berdiri dan jalan menuju jendela.
Kemudian, “Do… tolong bukakan resleting baju di belakang ini…” dengan
suara agak pelan. Dengan cepat dia mendekat ke saya dan suara resleting baju
terdengar, perlahan lahan resleting turun sampai habis ke bawah dan punggung
merasakan udara kamar yang sedikit panas karena sinar matahari yang masuk.
Kemudian dengan lembut dia menurunkan baju dari bagian pundak, dengan cepat
baju terusan saya meluncur jatuh ke lantai, saya tetap diam dan hanya
memandang ke luar jendela. Terasa dia mulai menciumi rambut saya dari
belakang dan terasa bibirnya menyentuh kuduk dan berkali kali mengecupnya,
saya menjadi terangsang ketika itu dan terus dia menciumi punggung saya.
Kemudian terasa dia membuka kancing bra, saya membantu melepaskan bra itu.
Terus dia memegang kedua lengan saya dan membalikkan badan saya sehingga
membelakangi jendela dan menghadap langsung ke Doni. Dia sudah melepas
T-shirt nya dan hanya memakai celana pendek. Dia memandang muka saya dari
dekat dan salah satu tangannya memegang dan meremas remas buah dada saya.
Kemudian dia mencium saya dengan nafsunya dan saya pun menerimanya dengan
saling menghisap lidah. Saya begitu terangsang hingga terasa celana dalam
saya semakin basah.

Terus bagaimana saya tidak ingat lagi tapi kemudian saya duduk di tempat
tidurnya dan terus merebahkan diri. Kemudian Doni menggenggam celana dalam
saya dan berusaha melepasnya. Saya bantu dia dengan sedikit pinggul
diangkat sehingga dia mudah menurunkan. Terus kedua kaki saya dia pegang dan
perlahan-lahan dia buka hingga selangkangan saya terlihat lebar-lebar,
kemudian kaki saya tekuk. Sambil menciumi paha saya, sedikit demi sedikit
kepalanya terus naik ke atas. Ciumannya begitu membuat saya terangsang dan
mungkin saya juga tidak sadar sudah sedikit mendesah, apalagi ketika
bibirnya sudah dekat benar dengan selangkangan. Kemudian dia berkata ”
Mbak…sudah basah sekali…keluar banyak sekali”. Mendengar itu saya jadi
bertambah terangsang, “Doni…jilat…jilat..dan minum dong punya mbak…”.
Muka Doni segera membenamkannya di selangkangan saya, dan tidak tahan lagi,
kepalanya saya pegang dengan agak kuat dan saya tekan ke mulut vagina.
Terasa dia mulai menjilat dan menciumi sekitar klitoris, dan terasa sekali
lidahnya bergerak kesana kemari, susah rasanya untuk mengungkapkannya dengan
kata-kata rasanya waktu itu, benar-benar nikmat, beberapa kali klitoris dia
kulum di mulutnya. Tapi dia tidak sampai memasukkan lidahnya ke dalam
vagina. Kalau ketika dengan suami, dia sering memasukkan lidahnya ke dalam
vagina saya meskipun tidak terlalu dalam. Ini nikmat sekali, tidak seperti
penis, lidah terasa seperti benda hidup yg bergerak berak di dalam vagina,
apalagi suami begitu pintar memainkan lidahnya.

Seingat saya ketika seluruh badannya naik ke tempat tidur, dia sudah tidak
mengenakan apa-apa lagi, mungkin menyopotnya ketika dia menjilat-jilat
vagina saya.
Begitu tertariknya dengan penisnya, kemudian dia saya minta merubah posisi
agar saya dapat mendekat ke penisnya. Ukurannya termasuk yang besar, segera
saya pegang penisnya sambil mengelus-elus pangkal penisnya. Kepala penis
beberapa kali saya kecup dan di jilat, terutama ujungnya yang ada belahan
tempat cairannya keluar itu. Dengan ujung lidah sedikit ditekan, belahan
ujung penisnya saya jilat, terasa asin…sedikit-sedikit terlihat cairan yg
agak lengket itu keluar dari ujung penis.

Terdengar suara Doni menahan karena terangsang mungkin. Kemudian kepala
penis saya kulum dan saya mainkan dengan lidah berkali kali didalam mulut,
yang paling senang ketika ujungnya saya hisap seperti menyedot minuman,
penisnya berdenyut dan selalu keluar sedikit cairan dari ujungnya. Sementara
itu dia terus menjilati vagina saya dengan posisi 69. Saya tetap terlentang
dan dia berada di atas. Tapi terus dia memberi kesempatan ke saya dengan
merubah posisi menjadi terbalik, saya berada di atas dia. Saya jadi lebih
bebas melakukan oral, penisnya yg berukuran besar itu trus saya masukkan ke
mulut sampai se maksimal mungkin. air liur sengaja saya keluarkan banyak
agar terasa licin dan mudah mengeluarkan dan memasukkan penisnya kemulut.

Tidak seperti tadi malam, hari ini dia bisa bertahan lebih lama selama oral
dengan dia. Jilatan dia di seputar klitoris juga enak sekali terasa,
beberapa kali terasa jarinya juga masuk ke vagina, entah berapa jari, tapi
yg jelas buka satu jari. Saya sedikit berangan-angan bagaiaman ketika dia
dengan pacarnya, apakah seperti ini juga. Karena begitu asyiknya kita, tidak
terasa udara kamar semakin panas karena jendela tidak dibuka. Saya merasa
keringat dari sekitar leher mengalir ke bawah melewati belahan buah dada
saya.

Setelah agak lama dalam posisi 69 kemudian Doni mulai bergerak merubah
posisi. Dia mundur ke bawah dan badannya keluar melewati selangkangan kaki.
Terus dia berlutut di tempat tidur dan tetap menjaga saya untuk bungkuk dan
menunduk, dia mulai mendekati  mulut vagina dari arah belakang saya yg
sedang menungging. pelan-pelan penis yg sedikit besar itu masuk ke dalam
vagina, tapi sepertinya dia agak terasa susah ketika memasukkan penisnya,
karena dia memasukkan sambil mengeluarkan suara, padahal saya sudah sangt
basah dan licin. Ketika dia mulai bergerak memainkan penisnya keluar masuk
kedalam vagina, dia berkata “Mbak….enak sekali ini….rasanya seperti mbak
masih remaja saja….begitu kecang terasa seluruh dinding vagina menyentuh
penis aku….”, sayapun tidak tahan dengan omongannya sehingga berkali kali
saya jepit penisnya dan sediap di jepit, tangannya menggenggam pinggul saya
lebih kencang lagi, sampai akhirnya dia menyudahi sendiri posisi ini. Terus
dia merubah posisi, duduk berhadap-hadapan dan saya seperti di pangku dia.
Terasa penisnya lebih masuk kedalam saya dan terasa ujungnya menyentuh
bagian yg paling dalam. Doni dan saya dengan irama teratur
menggerak-gerakkan pinggul masing masing sehingga terasa benar benar nikmat
sekali. Saya tidak ingat lagi seberapa keras saya merintih, tapi katanya
cukup keras. Memang waktu menjelang mendekati klimaks saya sudah tidak ingat
apa-apa lagi, yg ada hanya nafsu sex saja. Badan saya dan Doni sudah basah
dengan keringat.

Ketika sedak asyik dalam posisi ini. sempat Doni mengambil kondom yg ada di
laci tempat tidurnya dan bermaksud mau memakainya, tapi terus saya tahan
tangannya dan bungkus plastik kondom yg sudah robek sedikit terus saya rebut
dan saya buang ke lantai. Saya bilang “enggak usah pakai itu….keluarin
saja di dalam mbak….”. Kemudian dia mendorong saya sehingga saya
terlentang di tempat tidur yang sudah mulai acak-acakan itu.

Posisi sudah berubah menjadi posisi normal dan dia terus semakin cepat
gerakkannya, dan saya bilang ke dia untuk keluar sama-sama. Beberapa saat
kemudian dia mencapai klimaks, terasa cairan panas seperti mendorong ke
dalam berkali kali, dan saya pun menyusul mencapai klimaks, berkali-kali
saya jepit penis Doni sampai terasa badan begitu lemas dan tidak bergerak,
hanya nafas yang terputus putus seperti habis lari pagi saja. Kemudian Doni
menciumi bibir saya dengan ringan, dan sambil berbisik ke kuping saya,
“terima kasih mbak…pagi yg begitu nikmat dan tidak akan saya lupakan….”.
Dia rebahan di samping saya dan memandang ke langit langit, kemudian saya
merubah posisi miring kesamping menghadap dia, “benar ya…jangan
diingat-ingat lagi hari ini, simpan saja di hati kamu…” kata saya.
Kemudian saya bangun dan duduk di tepi tempat tidur, terus bra dan celana
dalam yg tadi dipakai saya ambil dan saya berikan ke Doni “ini untuk
kamu….terserah mau di simapan atau tidak, tapi enggak usah di
kembalikan…”. Dia menerima denga begitu senangnya. “tapi celana dalam yang
kemarin, aku ambil ya…” saya meneruskannya.

Saya sempat pinjam kamar mandinya untuk mandi. Saat membersihkan sekitar
selangkangan kaki dan mulut vagina, terlihat banyak sekali sperma Doni yang
putih kental itu keluar kembali. Berkali-kali saya bersihkan sampai tidak
keluar lagi, kemudian saya pakai celana dalam yang semalam dan kemudian baju
terusan yg tadi tanpa pakai bra, tapi sedikit tidak cocok dengan celana
dalamnya, terbayang bayang warna hitam celana dalam itu dari balik baju yg
saya pakai. Karena sedikit acak-acak, rambut saya ikat dan di naikan ke
atas, juga jadi adem rasanya.

Lama juga saya di apartment nya Doni, sekitar 1 setengah jam mungkin.
Kemudian saya kembali ke mobil dan minta supir ke salah satu mall di pusat
kota. Dalam perjalanan saya tidur begitu pulas, sadar-sadar sudah sampai dan
dibangunkan supir…..
Cukup risih juga selama di mall, karena tidak pakai bra dan bajunya agak
tipis, jadinya sedikit kebayang bayang warna gelap di sekitar dada…..

10 Responses to “Liburan Akhir Pekan – 2”

  1. Rina Says:

    ceritanya bole dipakai. hantar gambar ke kallolo72@yahoo.com

  2. mr x Says:

    beneran nih?

  3. Vince Says:

    OK Sip jg

  4. donal Says:

    mau juga dunk tante
    email gw dreamland_L41@yahoo.co.id

  5. gilang Says:

    kayaknya masih kurang seru…….
    boleh cuba ngga’ biar seru……

  6. Mr.P Says:

    Hi that’s like my story

  7. Mr.P Says:

    Hampir sama dng pengalamanku nich !

  8. abi Says:

    ini beneran pengalaman pribadi ya, kalo iya uhhhhhhhh enak banget jadi doni, aku juga mau mbak .

  9. fadian Says:

    bagi tante atw cewe yang ingin cari kepuasan ML dengan barang gue…bentuknya panjang,berurat trus agak sedikit bengkok ke kiri…tapi justru yang bengkok itu bikin sensasi…klu ada yang minat tante atw cwe bisa kontak gue ke email : fadian_wildboy@yahoo.co.id Hp 085694450557 flexi 68980703…
    ” CARI SENSASI DENGAN BARANG UNIK”””

  10. olay Says:

    join donk…
    hub di email gue ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: