Pesta Sex di Vila Customerku

Juni 2, 2007

Oleh: Ines S <ines_sintia@yahoo.co.id>

JUmat berikutnya setelah training, mas Hide menelponku mengatakan bahwa proposal kedua sudah siap. “Terus mau ditandatangani dimana mas?” Tanyaku, karena aku tau pasti dia minta bonusnya juga. “Kita ke villa saja ya, kamu bawa daleman yang seksi beberapa ya”, jawabnya. “Nanti sabtu pagi aku jemput kamu”. Sabtu paginya aku sudah siap2 membawa beberapa daleman yang seksi dan mengenakan pakaian yang seksi juga. Aku memakai celana ketat dan tanktop yang juga ketat, toketku ngintip dari belahan tank topku yang rendah.

Dalemannya sengaja aku pake yang bentuk bikini yang hanya ditalikan, supaya dia cepat kalau mau melepaskannya. “Wow, seksi sekali kamu Nes, belum apa2 aku sudah mulai ngaceng nih”, katanya ketika aku masuk kemobil dan duduk disebelahnya.  Akhirnya mobil pun meluncur ke arah luar kota. “Vilanya jauh mas?” tanyaku.  “Kenapa, udah nggak sabar ya pengen dikerjain. Nggak jauh kok paling sejam sudah nyampe”, jawabnya menggodaku. Sepanjang perjalanan aku ngobrol saja dengan dia. Dia menanggapi obrolanku dengan santai juga, kadang tangannya mengelus pahaku. “Yang udah gak tahan Ines atau mas”, godaku sambil membiarkan tangannya mengelus2 pahaku. Rabaannya  semakin lama membuatku semakin napsu. Kubuka pahaku agak lebar. Melihat aku mengangkangkan pahaku, tanggannya bergerak ke atas ke selangkanganku. Jari2nya mulai mengelus belahan memekku dari luar. Wow rasanya, aku sudah gak sabar lagi untuk dientot. CDku langsung menjadi lembab karena cairan memekku membanjir. “Mas”, kataku, “Ines udah basah mas”. “Udah napsu banget ya Nes, aku juga sudah napsu, sebentar lagi sampe kok”.

Kami memasuki gerbang vilanya. vilanya tidak terlalu besar, sebuah vila yang sangat asri. Halamannya lumayan luas mengelilingi bangunan vila model country, sehari-hari hanya dijaga oleh sepasang suami istri usia setengah baya. Rupanya mereka tidak terkejut oleh kehadiran  ku, mungkin dia sebelumnya sudah biasa mengajak perempuan lain ke vila ini, sehingga pasangan suami istri ini tidak begitu  peduli dengan siapa diriku. Istri penjaga vila itu tidak membutuhkan waktu lama untuk menyajikan kopi dan teh dalam teko, sementara  suaminya di luar sana sedang sibuk mencuci mobil, mungkin tugas ini sudah rutin dilakukannya saat mas Hide datang berkunjung ke vilanya. Tak lama kemudian si istri kembali masuk ke dalam ruangan dimana kami duduk sambil membawa kacang, singkong dan jagung rebus. Seselesainya si bapak membersihkan mobil, mereka pamitan. Rupanya mereka tau bahwa mas Hide tak ingin diganggu selama bersamaku. Setelah beristirahat sejenak mas Hide mengajakku melihat2 vilanya. Dihalaman belakang ada kolam renang kecil yang dinaungi oleh rimbunnya pepohonan yang ada. Tembok tinggi menghalangi pandangan orang luar yang mau mengintip ke dalam.”Mau berenang?” tanyanya. “Yuk”, jawabku. “Aku pake daleman bikini kok”. “Gak pake apa2 lebih baik” katanya tersenyum. Aku langsung saja melepas tanktopku, kemudian kulepas celana ketatku. Pakaian kuletakkan di dipan yang ada dipinggir kolam. Dipan itu ada matras tipisnya dan dipayungi rimbunnya pohon. Dia melotot memandangi tubuhku yang hanya berbalut daleman bikini. Karena CDku mini, jembutku yang lebat berhamburan dari bagian atas, kiri dan kanan CDku.  Segera aku mencebur ke kolam, sementara dia membuka kaos dan celananya, sehingga hanya memakai CD. Kontolnya kelihatan besar, karena sudah ngaceng, tercetak jelas di CDnya.  Kemudian dia pun nyebur ke kolam, menghampiriku dan memelukku.

Bibirku diciumnya, lidah kami saling berbelit. Tangannya mulai menarik ikatan braku sehingga terlepas, kemudian meremas2 toketku sambil memlintir pentilnya. Segera pentilku menjadi keras. “Toketmu kenceng ya Nes,pentilnya gede.”, katanya. Aku diam saja sambil menikmati remasan tangannya.Kontolnya yang keras menekan perutku. “Mas, ngacengnya sudah keras banget”, kataku. “Kita ke dipan yuk” Aku sudah tidak bisa menahan napsuku lagi. Segera aku keluar kolam membawa braku yang sudah dilepas. Aku telentang didipan, menunggu dia yang juga sudah keluar dari kolam. Dia berbaring disebelahku, bibirku kembali diciumnya dengan penuh napsu dan tangannya kembali meremas2 toketku sambil memlintir2 pentilnya. “Isep dong Mas..” pintaku sambil menyorongkan toketku itu ke wajahnya. Langsung toketku disepnya dengan penuh napsu. Pentilku dijilatinya.”Ohh.. Sstt..” erangku keenakan. Jarinya mulai mengelus jembutku yg nongol keluar dari CDku, kemudian disusupkannya ke dalam CD-ku. Jarinya langsung menyentuh belahan bibir memekku dan digesek-gesekkan dari bawah ke atas. Gesekannya selalu berakhir di itilku sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. Memekku langsung berlendir, rasanya lendir juga membasahi seluruh bagian dinding dalam memekku. “Oo.. Ooh! Uu.. Uuh!” desahku sambil menekan tangannya yang satunya untuk terus meremas-remas toketku. Aku sungguh sudah tidak tahan lagi, “Mas, Ines udah gak tahan nih”. Tali ikatan CD-ku di kiri dan kanan pinggang digigit dan ditarik dengan giginya sehingga terlepas. Kedua kaki kukangkangkan sehingga tampak jelas bulu jembutku yang lebat. Dia kembali meraba dan mengelus memekku. Dia menyelipkan jarinya ke belahan memekku yang sudah basah dan menyentuh dinding dalam memekkku. “Mas..! Aduuh! Ines sudah enggak tahan, udah pengen dimasukkin”, pintaku.  Bukannya langsung memenuhi permintaanku malah jarinya beralih menggosok-gosok itilku. “Aduuh! mas..nakal!” seruku. Aku pun semakin tidak karuan, kuremas kontolnya yang sudah keras sekali dari luar CD nya. Toketku yang sudah keras sekali terus saja diremas2, demikian juga pentilku. “Ayo dong mas dimasukin, aku sudah benar-benar enggak kuu.. at!” rengekku lagi. Kemudian dimasukkannya jarinya ke dalam memekku yang sudah basah kuyup. Dengan tanpa menemukan kesulitan jarinya menyeruak masuk ke dalam memekku. Aku belum pernah hamil apa lagi melahirkan, jadi sebenarnya memekku pun masih sempit sekali, namun dalam kondisi basah seperti ini, memekku menjadi mudah dimasuki jarinya. Memekku langsung dikorek2, dindingnya digaruk-garuk. Benjolan seukuran ibu jari yang tumbuh di dalam liang memekku dimainkannya dengan ujung jarinya hingga badanku tiba-tiba menggigil keras dan kugoyang-goyangkan pantatku mengikuti permainan ujung jarinya. Dia menelungkup diselangkanganku dan mulutnya langsung mengulum bibir memekku. Cairan yang membasahi sekitar selangkanganku dijilatinya dan setelah bersih bibirnya kembali mengulum bibir memekku.  Kemudian giliran itilku mendapat giliran dikulum dan dilumat dengan mulutnya. Jari tangannya kembali menyeruak masuk ke dalam memekku, aku benar-benar hampir pingsan dibuatnya. Tubuhku kembali terguncang hebat, kakiku jadi lemas semua, otot-otot perutku jadi kejang dan akhirnya aku nyampe, cairan memekku yang banjir ditampung dengan mulutnya dan tanpa sedikit pun merasa jijik ditelan semuanya. Aku menghela napas panjang, dia  masih dengan lahapnya melumat memekku sampai akhirnya selangkanganku benar-benar bersih kembali. Memekku terus diusap2nya, demikian juga itilku sehingga napsuku bangkit kembali. “Terus Mas.. Enak..” desahku. “Ayo dong Mas.. Ines udah nggak tahan”. tetapi dia masih tetap saja menjilati dan menghisap itillku sambil meremas2 toket dan pentilku.

Dia melepaskan CDnya, kontolnya yang besar dan lumayan panjang sudah ngaceng keras sekali mengangguk2. Aku dinaikinya dan segera dia mengarahkan kontolnya ke memekku. Perlahan dimasukkannya kepala kontolnya. “Enak Mas..” kataku dan dia sedikit demi sedikit meneroboskan kontolnya ke memekku yang sempit. Memekku terasa sesek karena kemasukan kontol besar, setelah kira-kira masuk separuh lebih kontolnya mulai dienjot keluar masuk. “Terus Mas.. Kontolnya enak” erangku keenakan. Dia terus mengenjot memekku sambil menyorongkan dadanya ke mulutku. Pentilnya kuhisap. Belum berapa lama dienjot, dia mengajak tukar posisi. Sekarang aku yang diatas Kuarahkan memekku ke kontolnya yang tegak menantang. Dengan liar aku kemudian mengenjot tubuhku naik turun. Toketku yang montok bergoyang mengikuti enjotan badanku. Dia meremas toketku dan menghisap pentilnya dengan rakus. “Mas.. Kontolnya besar, keras banget..”, aku terus menggelinjang diatas tubuhnya. “Enak Nes?’ tanyanya. “Enak Mas.. Entotin Ines terus Mas..” Dia memegang pinggangku yang ramping dan menyodokkan kontolnya dari bawah dengan cepat. Aku mengerang saking nikmatnya. Keringatku menetes membasahi tubuhnya. Akhirnya, “Ines nyampe Mas” jeritku saat tubuhku menegang merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah itu tubuhku lunglai menimpa tubuhnya. Dia mengusap-usap rambutku sambil mencium bibirku.  Setelah beberapa saat, kontolnya yang masih ngaceng dicabut dari dari memekku. Aku ditelentangkannya, dan dia naik ke atasku. Kembali memekku dijilatinya. Kedua lututku didorongkannya sedikit ke atas sehingga bukit memek ku lebih menungging menghadap ke atas, pahaku lebih dikangkangkannya lagi, dan lidahnya dijulurkan menyapu celah-celah memekku. Lidahnya dijulurkan dan digesekkan naik turun diujung  itil ku. Aku hanya bisa merasakan nikmatnya sambil meremas- remas kontolnya dengan penuh nafsu. Cairan lendir yang keluar kembali dari memekku dengan lahap dihisapnya. Bibirnya terus mencium dan melumat habis bibir memekku. Dapat kurasakan hisapan mulutnya yang kuat menghisap memekku, lidahnya menjulur masuk ke dalam memekku dan sempat menyentuh dinding bagian dalamnya. Saking dalamnya mulutnya menekan memekku, hidungnya yang mancung menempel dan menekan itilku. Aku kembali merasakan kenikmatan lebih, apa lagi saat wajahnya dengan sengaja digeleng-gelengkan ke kiri dan ke kanan dengan posisi hidungnya tetap menempel di itilku dan bibirnya tetap mengulum bibir memekku sambil lidahnya terus mengorek memek ku. Aku tak kuasa membendung napsuku. “Oocch!Mas.. Teruu.. Uus! Aku nyampe lagi mas”, suaraku semakin parau saja. Kugoyangkan pantatku mengikuti irama gesekan wajahnya yang terbenam di selangkanganku. Kujepit kepalanya dengan pahaku, badanku menggigil hebat bagaikan orang kejang. Aku menarik nafas panjang sekali, semua cairan memekku dihisap dan ditelannya dengan rakus sekali hingga habis semua cairan yang ada di sekitar memekku.Dia tetap dengan asyiknya menjilati memekku. Kemudian jilatannya naik ke atas, ke arah perutku. Lidahnya bermain-main di pusarku, sambil tangannya langsung meraba dan meremas kedua toketku, jilatannya juga semakin naik menuju toketku. Jengkal demi jengkal jilatannya semakin naik. Mulutnya sudah sampai ke dadaku. Kini giliran toketku dijilatinya, mulutnya seakan ingin menelan habis toketku, lidahnya kini menari-nari di ujung pentil ku. Jari tangan kanannya meraba-raba selangkanganku, menggesek- gesek itilku hingga memekku basah lagi, nafsuku naik kembali. Sementara tangan kirinya tetap meremas toketku dan tangan kanannya tetap bergerilya di memekku, bibirnya kini mencium dan melumat bibirku. Kubalas lumatan bibirnya dengan penuh nafsu, kujulurkan lidahku masuk ke rongga mulutnya. Dia menghisap lidahku, secara bergantian dia juga menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku dan kubalas dengan hisapan pula.

Kini dia membetulkan posisinya sehingga berada di atasku, kontol nya sudah mengarah ke hadapan memekku. Aku merasakan sentuhan ujung kontolnya di memekku, kepala kontol nya terasa keras sekali. Dengan sekali dorongan, kepala kontolnya langsung menusuk memekku. Ditekannya sedikit kuat sehingga kepala kontol nya terbenam ke dalam memekku. Walau kontol nya belum masuk semua, aku merasakan getaran-getaran yang membuat otot memekku berdenyut, cairan yang membasahi memekku membuat kontolnya yang besar mudah sekali masuk ke dalam memekku hingga dengan sekali dorongan lagi maka kontolnya masuk kedalam sarangnya, blee.. ess.. Begitu merasa kontolnya sudah memasuki memek ku, kubalik badannya sehingga kembali aku berada di atas tubuhnya, kududuki batang kontol nya yang cukup panjang itu.  Kugoyangkan pantatku dan

kuputar-putarkan, kukocok naik turun hingga kontolnya keluar masuk memekku, dia meremas- remas kedua toketku. Lebih nikmat rasanya ngentot dengan posisi aku diatas karena aku bisa mengarahkan gesekan kontol besarnya ke seluruh bagian memekku termasuk itilku. Kini giliran nya yang tidak tahan lagi dengan permainanku, ini dapat kulihat dari gelengan kepalanya

menahan nikmat yang sebentar lagi tampaknya akan ngecret. Dan ternyata benar juga, dia

memberikan aba-aba padaku bahwa dia akan ngecret. “Kita nyampe sama-sama..mas”, rintihku sambil mempercepat kocokan dan goyangan pantatku. “Aa.. Aacch!” Akupun nyampe lagi, kali ini secara bersamaan dengan dia, bibir memekku berkedutan hingga meremas kontolnya. Pejunya dan lendir memekku bercampur menjadi satu membanjiri memekku. Karena posisiku berada diatas, maka cairan kenikmatan itu mengalir keluar merembes melalui kontolnya sehingga membasahi selangkanganku, banyak sekali dan kurasakan sedikit lengket-lengket agak kental cairan yang merembes keluar itu tadi. Kami berdua akhirnya terkulai lemas di dipan. Posisiku tengkurap di sampingnya yang terkulai telentang memandang rimbunnya dedaunan. “Mas, pinter banget sih ngerangsang Ines sampe berkali2 nyampe, udah gitu kontol mas kalo udah masuk terasa sekali gesekannya, abis gede banget sih”, kataku. “Memekmu juga nikmat sekali Nes, peret banget deh, kerasa sekali cengkeramannya ke kontolku”, jawabnya sambil memelukku. Kami berdua sempat tertidur cukup lama karena kelelahan dan tiupan angin sejuk sepoi2. Ketika terbangun, kami masuk ke vila karena dia mengajakku mandi.  “Kita mandi sama-sama yuk!” ajaknya, “Badanku lengket karena keringat”. Kami masuk ke vila menuju ke kamar mandi beriringan sambil berpelukan, bertelanjang bulat.

Kamar mandinya tidak terlalu besar namun cukup bagus, ada ruangan berbentuk segi empat di dalam kamar mandi, bentuknya kira-kira seperti lemari kaca. Kami berdua masuk ke dalamnya dan menyalakan shower, aku dan dia saling berganSantin  menggosok tubuh kami, demikian pula saat menyabuni tubuh kami lakukan berganSantin, saling raba, saling remas, bibir kami saling

pagut berganSantin. Dia menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku yang kusambut dengan hisapan, dan secara berganSantin pula kujulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Diapun menyambutnya dengan lumatan. Rabaan tangannya berpindah ke toketku. Diremas-remasnya toketku yang mulai mengencang lagi pertanda napsuku bangkit lagi. Tanganku pun tidak mau kalah, kuraih kontolnya yang kembali sudah berdiri tegak dan kukocok-kocok lembut dengan jariku. Ujung kontolnya sesekali menyenggol bagian depan pangkal pahaku. Luar biasa staminanya, barusan selesai ngecret di memekku sudah ngaceng lagi. “Betul kan, kalo cewek jembutnya lebat pasti napsunya besar, kaya kamu ya Nes”, katanya. Kuarahkan kontolnya ke belahan bibir memekku. Dengan menggunakan tanganku, kugesek- gesekkan ujung kontolnya ke belahan bibir memekku. Kutempelkan ujung kontolnya ke ujung itilku dan kugesek-gesekkan naik turun. Kini memekku kembali mengeluarkan cairan bening.Lalu dia mematikan shower sambil duduk di samping bathtub. Aku dipangkunya dengan posisi memunggunginya.Kontolnya yang sudah ngaceng keras kembali dimasukkannya ke dalam memekku dalam posisi seperti itu. Karena kondisi bathtub yang sempit mengharuskan posisiku merapatkan pahaku, maka memekku menjadi kian sempit saja. Awalnya agak sulit juga kontolnya masuk kedalam memekku. Tetapi dengan sedikit bersusah payah akhirnya ujung kontolnya berhasil menyeruak ke dalam memekku yang kubantu dengan sedikit menekan badanku kebawah, dan kuangkat kembali pantatku hingga lama kelamaan akhirnya berhasil juga kontolnya amblas semua ke dalam  memekku. Dengan posisi begini membuatku harus aktif mengocok kontolnya seperti di kolam renang tadi dengan cara mengangkat dan menurunkan kembali pantatku, sehingga memekku bisa meremas dan mengocok-ngocok kontolnya.  Kontolnya terasa sekali menggesek-gesek dinding bagian dalam memekku. Saat aku duduk terlalu ke bawah, kontolnya terasa sekali menusuk keras memekku, nikmat yang kurasakan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata lagi. Memekku semakin lama semakin basah sehingga keberadaan kontolnya dalam  memekku sudah tidak sesesak tadi. Kini aku pun sudah tidak kuat lagi menahan napsuku. Aku  tidak mampu lagi mengangkat dan menurunkan pantatku seperti tadi, kini aku hanya bisa terduduk dalam posisi kontolnya masih tertancap di dalam memekku. Kugoyang-goyangkan saja pantatku sambil duduk di pangkuannya, persis seperti layaknya Inul menggoyangkan pinggul dan pantatnya, ngebor diatas panggung saat menyanyi. Kedua tangannya sedari tadi asyik meremas kedua toketku. Pentilku dicubit dan dipilin-pilinnya sehingga menimbulkan sensasi tersendiri bagiku. Dia rupanya tidak mampu bertahan lama merasakan goyang ngebor gaya Inul yang kulakukan. “Aduuh..! Nes, hebat banget empotan memek kamu! Aku hampir ngecret nich!” serunya sambil tetap memilin pentilku. “Kita keluarin sama-sama yuk!” sahutku sambil mempercepat goyanganku. Dia rupanya sudah benar- benar tidak mampu bertahan ebih lama lagi hingga didorongnya aku sedikit ke depan sambil dia berdiri, sehingga posisiku menungging membelakanginya, tetapi kontolnya masih menancap di dalam memekku. Dia berdiri sambil mengambil alih permainan, dia mengocok-ngocokkan kontolnya keluar masuk memekku dalam posisi doggy style. “Aa.. Aacch!” kini giliranku yang menyeracau tidak karuan. Aku merasakan kedutan-kedutan di dalam memekku, terasa sekali semburan hangat yang menerpa dinding memekku, pejunya rupanya langsung muncrat keluar memenuhi memekku. Bersamaan dengan itu, aku pun mengalami hal yang serupa, kurasakan kedutan memekku berkali- kali saat aku nyampe. Kami nyampe dalam waktu hampir bersamaan hingga memekku kembali penuh dengan cairan birahi kami berdua, saking penuhnya sehingga tidak tertampung seluruhnya. Cairan kami yang telah tercampur itu, meleleh keluar melalui celah memekku dan merembes keluar hingga membasahi perutku karena posisiku masih setengah menungging saat itu. Kami pun melanjutkan mandi bersama-sama bagaikan sepasang pengantin baru. Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh kami masing-masing dengan handuk, dengan bertelanjang bulat kami menuju ke ruang makan. Tiba2 hpnya berbunyi, dia ke teras sambil menerima panggilan telpon. Tidak lama kemudian dia kembali, dia mengeluarkan buah2an dari lemari es dan berkata “Aku harus kembali Nes, proposalnya sudah siap tapi mesti diambil,  mungkin agak lama. Kamu makan buah2an ini dulu ya, nanti aku belikan makanan”. “aku mau tidur saja, cape dienjot terus sama mas”, kataku. “Tapi enakkan?” katanya lagi sambil mengenakan pakaiannya. “Enak banget mas, Ines masih mau lagi lo mas”, jawabku sambil mulai mengupas buah. “So pasti, kita kesini kan untuk ngentot sampe loyo. Aku pergi dulu ya”, sambil mencium pipiku. “Hati2 ya mas, Ines nungguin lo”. Seperginya, aku berbaring sambil memakan buah2an yang telah kukupas. Aku makan beberapa potong sehingga akhirnya aku merasa kenyang dan mengantuk lagi. Aku berbaring di sofa dan akhirnya tertidur.

Tidak tahu berapa lama aku tertidur, tiba2 aku terbangun karena merasa toketku ada yang mengelus2. Aku terbangun dan terkejut melihat pak Mat, penjaga vila itu sedang duduk disebelahku dan sedang mengelus2 toketku. “Pak, mau apa?” kataku marah. “Mau ngentot sama non”, jawabnya sambil cengengesan. “Tadi bapak ngintip non dientot pak Hide di kolam renang, sampe bapak napsu banget. Ketika bapak liat pak Hide pergi, makanya bapak gak tahan lagi pengen ngentot juga sama non. Mau ya non”. Pak Mat lalu meremas2 toket dengan napsunya. Aku hanya bisa diam dan bengong. Karena aku terdiam dia terus saja meremas toketku, malah sambil memlintir2 pentilku, perlahan pentilku mulai mengeras. Aku memandangi wajah tuanya, masih tersisa kegagahannya di waktu muda. “Non, toket non besar juga yah…, enak nggak diginiin?’ sambil tangannya terus meremas-remas toketku. “Pak, aah”, napsuku makin meninggi. Heran juga aku kok mau saja diremas2 sama penjaga vila yang sudah tua itu. Sambil toketku diremasnya terus, dia menjilati seluruh tubuhku, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dijilatinya pula toketku, disedotnya pentilku sampai aku gemetar saking napsunya. Kakiku dan kedua pahaku yg mulus itu dibukanya sambil dielus2 dengan satu tangan masih meremas toketku. Setelah itu memekku dijilatin dengan lidahnya yg kasar.Rasanya nggak keruan. Bukan hanya bibir memekku aja yg dijilatinnya, tapi lidahnya juga masuk ke memekku, aku jadi menggelinjang nggak terkontrol, wajahku memerah sambil terdongak keatas. Melihat napsuku sudah naik, dia melepas seluruh pakaian dan celananya. Aku diam aja sambil memperhatikan dengan seksama. Badannya yang kehitaman masih nampak tegap berotot, dan kontolnya yang besar sekali sudah ngaceng dengan keras. Ya ampun aku hampir tak dapat memegangnya dengan kedua tanganku. Kontolnya lebih besar dari kontol mas Hide. “Dikocok non”, pintanya, aku nurut saja dan mengocok kontolnya dengan gemas,  makin lama makin besar dan panjang. “Non diemut dong”, katanya keenakan. Ngelunjak juga situa ini, udah dikocok sekarang minta diemut. Dia berdiri disamping sofa dan aku duduk sambil mengarahkan kontol yg ada digenggamanku ke arah mulut ku. Aku mencoba memasukkan kedalam mulutku dengan susah payah, karena besar sekali jadi kujilati dulu kepala kontolnya. Dia mendesah2 sambil mendongakkan kepalanya. Kutanya “Kenapa pak”. “Enak banget, terusin non, jangan berhenti”, ujarnya sambil merem melek kenikmatan. Aku teruskan aksiku, aku jilatin kontolnya mulai dari kepala kontolnya sampai ke pangkal batang, aku terusin ke biji pelirnya, semua aku jilatin. Aku coba untuk memasukkan kedalam mulutku lagi, udah bisa masuk, udah licin terkena ludahku. Dia memegangi kepalaku dengan satu tangannya sambil memaju-mundurkan pantatnya, mengentoti mulutku. Sedang tangan satunya lagi meremas toketku sebelah kanan. gerakannya semakin lama semain cepat. Tiba2 dia menghentikan gerakannya. Kontolnya dikeluarkan dari mulutku. Dia menaiki tubuhku dan mengarahkan kontolnya ke toketku. “Non, bapak mau ngerasain kontol bapak kejepit toket non yang montok ya”. Aku paham apa yang dia mau, dan dia kemudian menjepit kontolnya di antara toketku. “Ahh.. Enak non. Diemut enak, dijepit toket juga enak. Tinggal dijepit memek yang belum”, erangnya menahan nikmat jepitan toketku. Dia terus menggoyang kontolnya maju mundur merasakan kekenyalan toketku. Sampai akhirnya “Aduh non, sebentar lagi aku mau ngecret, keluarin di mulut non ya”. “Jangan pak, di memekku saja”, jawabku. Aku tidak ingin merasakan pejunya dimulutku, lebih baik dingecretkan di memekku, aku juga bisa ngerasain nikmat. Diapun naik keatasku sambil mengarahkan kontolnya ke memekku. Dia mulai memasukkan kontolnya yang besar dan panjang itu ke memekku.Pantatnya semain didorong dan didorong, sampai aku merem melek keenakan ngerasain memekku digesek kontolnya. Dia mulai menggerakkan kontolnya keluar dan masuk dimemekku yang sempit itu. “Wuah, non, sempit betul memekmu, tak pernah terbayang dibenakku aku akan menikmati tubuh seorang perempuan yang montok dan cantik. Ternyata ngentot dengan non lebih enak dari segalanya. Untunglah pak Hide bisa ngentotin non”, dia menggumam tak keruan. Aku mulai merasakan nikmat yg tak terkatakan, luar biasa enak sekali rasanya. Secara naluri aku gerakkan pantatku kekanan dan kekiri, mengikuti gerakan kontolnya yg keluar masuk, wuihh tambah nikmat. Kulihat wajah tuanya menikmati sekali gesekkan kontolnya di memekku. Tubuhnya yg hitam berada diatas tubuhku yang putih mulus, bergoyang-goyang maju mundur, dia memperhatikan kontolnya sendiri yang sedang keluar masuk di memekku. Selang beberapa saat, dia mengajak ganti posisi, aku pasrah aja. Aku disuruhnya nungging seperti anjing, dan dia menyodokkan kontolnya dari belakang ke memek ku. Nikmaat sekali permainan ini. “Ennngghh…” desahnya tak keruan. Sambil menggoyang pantatnya maju mundur, dia memegangi pinggulku dengan erat, aku merasa nikmat yang luar biasa. Tidak tahu berapa lama dia menggenjot memekku dari belakang seperti itu, makin lama makin keras sehingga akhirnya aku nyampe lagi “Pak, enjot yang keras, nikmat sekali rasanya”, jeritku. Dia mengenjot kontolnya lebih cepat lagi dan kemudian pejunya muncrat didalam memekku berulang-ulang, banyak sekali. ‘crottt, croooth.., crooootttthh…’ Aku merasa memekku agak membengkak akibat disodok oleh kontolya yang besar itu. “Non, memek non luar biasa deh cengkeramannya, nikmat banget non. Mimpi apa bapak semalem bisa ngentotin non. Kerasa sekali gesekannya dikontol bapak, kapan ya bapak bisa ngentot sama non lagi”, katanya sambil terengah2. Enak aja, pikirku. Belum tentu juga mas Hide ngajak aku ke vilanya lagi. Harus kuakui dientot pak Mat tidak kalah nikmatnya dari ngentot dengan mas Hide sekalipun. Setelah istirahat beberapa saat, dia bertanya padaku “Gimana non? enak kan?”. “Enak sekali pak, rasanya nikmat sekali, memekku sampe sesek kemasukan kontol bapak, abis gede banget sih”, jawabku. Dia mencabut kontolnya yang sudah lemes dari memekku. Kontolnya berlumuran pejunya dan cairan memekku. Mungkin saking banyaknya ngecretin pejunya dimemekku.Dia pamit meninggalkan aku yang kelelahan dan terkapar di sofa. Aku kembali kekamar dan tertidur lagi karena kelelahan tapi nikmat sekali. Saking capenya dientot 2 lelaki, aku sampai gak mendengar ketika mas Hide kembali. Aku terbangun ketika merasa bibirku ada yang mengecup, kukira pak Mat kembali pengen mengentoti aku lagi, ternyata mas Hide. “Cape ya Nes, tidurnya nyenyak betul”, katanya tersenyum. Dalam hati aku bergumam, gimana gak mau capek, dientot 2 lelaki ya ngabisin enersi. tetapi aku tidak menceritakan apa yang aku alami dengan pak Mat. Nanti pak Mat bisa dipecat karena ikut mengentoti perempuan yang dibawa majikannya. Toh aku merasakan nikmat dientot pak Mat. “Makan yuk, sudah lewat magrib. Tadi siang kan kamu cuma makan buah”,ajaknya. “Aku mau siram2 badan dulu ya mas”‘ jawabku. “Tadi kan udah mandi”, katanya. “Biar seger saja mas, gak lama kok”, jawabku. Aku mengguyur badanku di shower beberapa saat kemudian menyabuni tubuhku, menghilangkan keringatku yang bercampur dengan keringat pak Mat. Selesai mandi, aku mengenakan blus dan rok mini yang aku bawa dari rumah, dalemannya aku pakai yang tipis dan minim.

Malam itu, ternyata dia membawa  sopir, Mail namanya, masih muda dan dari mukanya tampak mengagumi keseksianku. Mail tinggal disekitar vila, rupanya dia sering disuruh nyetirin mobil mas Hide.  Memang aku mengenakan blus yang berdada rendah sehingga belahan toketku menyembul keluar. “Nes, Mail dari tadi ngeliatin kamu terus tuh” katanya berbisik.”Ah.. Masa sih” jawabku tertawa. “Iya tuh.. Lihat aja di kaca spion”. Memang terkadang Mail melirik kaca untuk melihatku yang duduk di kursi belakang bersama mas Hide. Melihat itu, rasa isengnya pun muncul. “Kita godain yuk..” ajaknya sambil merengkuh pundakku. Dia mengelus-elus pundakku. “Jangan ah.. Malu” jawabku. “Nggak apa deh.. Coba aja..” katanya sambil mulai menciumi pipiku. Aku kemudian tak menolak dan kamipun berciuman. Mail tampak makin sering melirikkan matanya lewat kaca. “Awas. Nanti nabrak gimana” bisikku sambil tertawa. Dia mencium bibirku kembali dan menjilati leherku. Belahan toketku diusap2nya,. Kulihat Mail melotot lewat kaca spion melihat adegan itu. Blusku dibukanya, sehingga aku hanya mengenakan bra yang tipis. pentilku tampak menonjol, sudah mengeras. Perlahan dia menciumi toketku. Aku  mulai mendesah perlahan ketika pentilku dihisapnya dari balik braku. Mobil pun terasa berjalan makin perlahan. Setelah puas menikmati toketku, dia menciumku kembali. “Tuh lihat dia udah terangsang Nes..” katanya. “Mas nakal ihh..” jawabku manja. “Kamu ganSantin dong.. Hisap kontolku” katanya lagi.Sambil tertawa kubuka retsleting celananya sekaligus dengan CDnya, sehingga kontolnya yang sudah tegang membengkak mencuat keluar. Kontolnya mulai kukocok-kocok perlahan. Kulihat Mail menonton adegan kami engan penuh nafsu. Dia mendorong kepalaku ke arah kontolnya. “Isep Nes..” desahnya ketika mulutku mulai mengulum kepala kontolnya. Kontolnya kukocok2 perlahan. “Nikmat Nes” erangnya. Dia menyibakkan rambut yang menutupi wajahku, sehingga Mail dapat melihat dengan jelas tonjolan dipipiku yang disesaki kontolnya. “Terus Nes, enak banget.., ” katanya lagi. Akupun mengeluarkan kontolku dari mulutnya dan mulai menjilatinya. Kemudian kontolnya kujejalkan dalam mulutku. Dia mengelus-elus rambutku, ketika mulutku memompa kontolnya. Tidak lama, karena kita sudah sampe ditempat makan. Kami mengisi perut sekenyangnya.

Dalam perjalanan pulang ke vila, mas Hide malah lebih gila lagi.  Rupanya selama makan napsunya tetep berkobar2 sehingga kontolnya ngaceng terus. aku disuruhnya duduk di atas pangkuannya sambil menghadap ke depan. Dia menciumi pundakku, ketika dia menyibakkan rokku dan CDku dan mengarahkan kontolnya yang sudah berdiri tegak lepas dari CDnya, ke memekku. “Ohh.. mas, besarnya.. Enak.. Ahh.. Entotin Ines mas”, desahku. Dia mengenjotkan kontolnya keluar masuk memekku, gerakannya terbatas karena aku ada pangkuannya. Braku dilepasnya dan toketku yang berayun-ayun seirama enjotannya diremasnya. mengenjot memekya. Kulirik kaca spion dan tampak Mail melotot menyaksikan aku yang sedang mendesah-desah nikmat di atas pangkuan mas Hide. “Ohh.. Mas.. Enak Mas.. Enjot terus mas..” kataku sambil melingkarkan tanganku ke belakang merengkuh kepalanya. Dia menciumku bibirku sebentar dan kemudian menghisap toketnya sambil terus mengenjot memekku. “Ohh mas.. enak banget.. besar banget.. ” eranganku semakin menjadi, dan tak lama aku pun menjerit. Tubuhku menggelinjang-gelinjang dalam dekapannya. Tak lama, diapun mengerang nikmat ketika ngecret dalam memekku. Kamipun melepas lelah sejenak sambil berciuman kembali. “Enak ya Mas” kataku  sambil mengenakan kembali blusku, braku tidak kupakai lagi. Dia membereskan CD dan celananya. “Luar biasa” jawabnya. “Mail enak ya dapat pemandangan gratis” kataku sambil tertawa.

Sesampainya di villa,Aku masuk kekamar mandi yang menjadi satu dengan kamar tidur. Selang beberapa saat aku keluar lagi hanya mengenakan lilitan handuk dibadanku tanpa pakaian lainnya lagi. “Udah siap lagi ya Nes”, dia menggangguku. “Iyalah mas, kan kita kesini untuk ngentot. Kata mas mau ngentotin Ines sampe loyo”, jawabku. Belahan dadaku sedikit tersembul dibalik handuk yang menutup dada serta pahaku. Melihat itu sepertinya dia napsu lagi. Luar biasa juga taminanya, gak puas2nya dia ngentoti aku.  Kontolnya menjadi berdiri tegang. Kelihatan sekali dibalik CDnya. Dia juga sudah melepaskan semua pakaiannya, dan berbaring di ranjang. “Maaas…. ngelihatnya kok begitu amat sih ?” kataku sambil berjalan menuju kaca. Aku duduk di depan kaca sambil menumpangkan pahaku kepaha satunya. “Nes…. sudah malam nih…. kita tidur saja…” katanya. “Mau tidur atau nidurin Ines mas”, godaku. “Tidur setelah nidurin kamu lagi dong”, jawabnya. Aku berbaring disebelahnya, segera lilitan handukku dilepaskannya sehingga telanjang bulatlah aku. Toketku dielus2nya. “Nes, kamu seksi sekali, mana binal lagi kalo lagi dientot. Jadi istriku saja mau nggak. Kita bisa ngentot tiap malem”, katanya merayu. Aku hanya tersenyum, tidak menjawab rayuannya. Elusan tangannya di toketku berubah menjadi remasan remasan halus. “Maaaaaaaaas…. “, aku memeluknya. Dia memelukku juga serta mencium bibirku. Aku begitu menggebu gebu melumat bibirnya, kujulurkan lidahku kedalam mulutnya. Nafasku menjadi cepat serta tidak beraturan. Setelah beberapa saat kami berciuman, akus menggerakkan dan menggeser badanku sehingga sekarang sudah berada di atas badannya. Aku semakin ganas saja dalam berciuman. Dia memeluk badanku rapat2 sambil menciumiku. Kemudian aku menciumi lehernya dan terus turun kearah dadanya. Dia berdesis “Nes…. ssssssshhhh.” Aku terius menciumi badannya, turun ke bawah dan ketika sampai disekitar pusarnya, kucium sambil menjilatinya sehingga terasa sekali kontolnya kian menegang dibawah CDnya. “Nes….. adduuuuuhh” dan aku secara perlahan lahan terus turun dan ketika sampai disekitar kontolnya, kucium dan kuhisap daerah sekelilingnya termasuk biji pelernya dari balik CDnya. “Sssssssshhh… Nes… lepasin CDku” katanya lagi. Segera kulepas CDnya, dia mengangkat pantatnya supaya aku bisa memelorotkan CDnya. Kontolnya sudah ngaceng keras sekali, mengacung ke atas. Kupegang kontolnya dan kukocok pelan pelan. Kontolnya kumasukkan kemulutku. “Aaaaaaaaaaaaaaahh……”, teriaknya keenakan. Aku segera menaik turunkan mulutku pelan2 dan sesekali kusedot dengan keras. “Nes….. enaaaaaaakkk. Ayoooo…. doooong… Nes….. Nesiiiii….. aku… juga kepingin” , katanya sambil menarik badanku. Aku mengerti kemauannya dan kuputar badanku tanpa melepas kontolnya dari mulutku.  Posisi nya sekarang 69 dan aku berada diatas badannya. Memekku yang dipenuhi jembut yang lebat dijilatinya. Aku menggelinjang seSantip kali bibir memekku dihisapnya. Dengan mulut yang masih tersumpal kontolnya aku bergumam. Dia membuka belahan memekku pelan2 dan dijulurkannya lidahnya untuk menjilati dan menghisap hisap seluruh bagian dalam memekku. Kulepas kontolnya dari mulutku sambil mengerang “maaaaaas…. oooohhh”, sambil berusaha menggerak gerakkan pantatku naik turun sehingga sepertinya mulut dan hidungnya masuk semuanya kedalam memekku. “Maaaaas….. teruuuuuss… maaaaaaas” Apalagi ketika itilku dihisap, gerakan pantatku yang naik turun itu makin kupercepat sambil mengerang lebih keras “maaaaaas…. teeruuuuuuss”.  Itilku terus dihisap hisapnya dan sesekali lidahnya dijulurkan masuk kedalam memekku. Gerakan pantatku semakin menggila dan cepat, semakin cepat dan akhirnya “maaaaaaaaaaasss….. akuuuuuuuuu…. nyampeee”, sambil menekan pantatku kuat sekali kewajahnya. Aku terengah engah. Perlahan lahan dia menggeser badanku kesamping sehingga aku tergeletak di tempat tidur.  Dengan masih terengah2 aku memanggilnya “Maaaaaass……. peluk Ines….. maaaaas… ” dan segera saja dia memutar posisi badannya lalu memelukku dan mencium bibirku. Mulutnya  masih basah oleh cairan memekku. “Maaaas….. “,kataku dengan nafas nya sudah mulai agak teratur. “Apaa… Nes…. “sahutnya sambil mencium pipiku. “Maaaas…..nikmat banget ya dengan mas, baru dijilat saja Ines sudah nyampe. Ines mau deh jadi istrinya mas, asal dientot, dikasi nikmat kaya begini Santip malem”, kataku manja. “Nes sekarang…… boleh gak akuuuuuuuu…… “, sahutnya sambil meregangkan kedua kakiku. Dia mengambil ancang2 diatasku sambil memegang kontolnya yang dipaskan pada belahan memekku. Perlahan terasa kepala kontolnya menerobos masuk memekku. Dia mengulum bibirku sambil menjulurkan lidahnya kedalam mulutku. Aku menghisap dan mempermainkan lidahnya, sementara dia mulai menekan pantatnya pelan2 sehinggga kontolnya makin dalam memasuki memekku dan…. bleeeeeeeeeeeeeesss…… kontolnya sudah masuk setengahnya kedalam memekku. Aku berteriak pelan… “aaaaaaaaaaaaaahh…… maaaaaass…… “sambil mencengkeram kuat di punggungnya. Kedua kakiku segera kulingkarkan ke punggungnya, sehingga kontolnya sekarang masuk seluruhnya kedalam memekku. Dia belum menggerakkan kontolnyau karena aku sedang mempermainkan otot2 memekku sehingga dia merasa kontolnya seperti dihisap hisap dengan agak kuat. “Nes….. teruuuuus….. Nes…. enaaakkk… sekaliiii… Nes….”, katanya sambil menggerakkan kontolnya naik turun secara pelan dan teratur. Aku secara perlahan juga mulai memutar mutar pinggulku. SeSantip kali kontolnya ditekan masuk kedalam memekku, aku melenguh “sssssssshhhh….. maaass”, karena kurasakan kontolnya menyentuh bagian memekku yang paling dalam. Karena lenguhanku, dia semakin terangsang dan gerakan kontolnya keluar masuk memekku semakin cepat. Aku semakin keras berteriak2, serta gerakan pinggulku semakin cepat juga. Dia semakin mempercepat gerakan kontolnya keluar masuk memekku. Aku melepaskan jepitan kakiku di pinggangnya dan mengangkatnya lebar2, dan posisi ini mempermudah gerakan kontolnya keluar masuk memekku dan terasa kontolnya masuk lebih dalam lagi. Tidak lama kemudian kurasakan

rasa nikmat yang menggebu2, kupeluk dia semakin kencang dan akhirnya “ayoo…. maaaaaaaass…. akuuuuuuu….mauuuuuuu…… keluaaaaaar…. maaaaas” “Tungguuuuuu….. Nes…….kitaaaaaa… .samaaaaa… samaaaa”, sahutnya sambil mempercepat lagi gerakan kontolnya. “Adduuuuuuhh… maaaaas….. Ines… nggaaaaak…… … tahaaaaaaaaan… maaaaaas… ayooooooo….. se…. karaaaaaang…” , sambil melingkarkan kembali kakiku di punggungnya kuat2. “Nes…… … akuuuuu… jugaaaaaaaaaaa…”, dan terasa …… creeeeeeet….creeeeeet…. crrreeettt..pejunya muncrat keluar dari kontolnya dan tumpah didalam memekku. Terasa dia menekan kuat2 kontolnya ke memekku. Dengan nafas yang terengah engah dan badannya penuh dengan keringat, dia terkapar diatasku dengan kontolnya masih tetap ada didalam memekku. Setelah nafasku agak teratur, kukatakan didekat telinganya “Mas…… terima kasih ya. Ines puas banget barusan,” sambil kukecup telinganya. Dia tidak menjawab atau berkata apapun dan hanya menciumi wajahku. Setelah diam beberapa lama lalu aku diajaknya membersihkan badan di kamar mandi dan terus tidur sambil berpelukan.

Paginya aku terbangun kesiangan. Mungkin karena cape dientot aku jadi tidur dengan pulas. Ketika terbangun dia sudah tidak ada disebelahku. Aku ke kemar mandi, membasuh muka dan sikat gigi, kemudian dengan bertelanjang bulat aku keluar kamar. Aku terkejut karena di meja makan dia sedang ngobrol dengan Mail dan seorang cewek. Aku segera masuk ke kamar lagi, walaupun Mail sempat ternganga melihat kemolekan badanku yang telanjang. Aku mengenakan kimono punya dia, sehingga kebesaran. Aku bergabung dengan mereka dimeja makan. Aku dikenalkannya ke cewek abg itu. Namanya Santi. Manis juga anaknya, mengenakan jeans ketat dan tank top yang juga ketat sehingga menonjolkan lekuk liku badannya yang merangsang. Tangannya berbulu panjang dan terlihat ada kumis tipis diatas bibir cewek itu. Pasti jembutnya lebat sekali dan cewek yang kaya begini yang disukai dia. Aku mengambil roti dan membuat kopi, yang lainnya kelihatannya sudah selesai sarapan. Mereka menemaniku sarapan sambil ngobrol santai. Kayanya Santi centil banget ngobrolnya dengan dia. Aku sudah membaca skenarionya, kayanya dia minta dicarikan cewek abg oleh Mail, cuma yang aku nggak ngerti kenapa diantarkannya pagi ini bukan tadi malem. Setelah aku selesai sarapan, dia mengajak aku dan yang lainnya berenang. Segera aku mengenakan kembali daleman bikiniku yang kemarin. Mail makin menganga melihat jembutku yang nongol dari balik CD minimku. “Mbak, jembutnya lebat sekali”, katanya. “Suka kan kamu ngeliatnya”, jawabku. “Jembut Santi juga pasti lebat, lebih lebat dari jembutku”. Santi sudah memakai bikininya juga. Toketnya yang montok tidak tertutup oleh bra bikininya yang kekecilan, dan jembutnya benar lebih lebat dari jembutku, nongol dari samping dan atas CD bikininya yang sangat minim, lebih minim dari CDku. Dia kayanya napsu banget lihat bodinya Santi. Aku mengerti sekarang skenarionya, kayanya dia mau ngentot dengan Santi dan aku akan dientot Mail. Kulihat Mail yan menelan ludahnya memandangi bodiku. Orangnya ganteng juga, badannya tegap walaupun tidak setegap mas Hide. Mas Hide hanya memakai celana pendek dan kelihatan sekali kontol besarnya sudah ngaceng dengan keras. Mail melepaskan pakaiannya sehingga hanya mengenakan CD saja. Kontolnya juga sudah ngaceng, kelihatannya besar juga walaupun tidak sebesar kontol mas Hide. Kami menuju ke kolam renang di kebun belakang. Kemarin cuma ada satu dipan, sekarang sudah ada 2, dan letaknya berjauhan, di masing2 sisi kolam. Aku memilih dipan yang kemarin aku pakai untuk ngentot dengan mas Hide. Mas Hide sudah mulai menggeluti Santi di dipan satunya. Mail duduk disebelahku yang sudah berbaring di dipan. Dia mulai mengelus2 pundakku. Aku tau, dia pasti sudah napsu sekali. Segera saja kuelus2 kontol Mail dari luar CDnya, kemudian kuremas perlahan. “Kontolmu besar juga ya”, kataku sambil makin keras meremas kontolnya. Tanganku menyusup kedalam CDnya dan langsung mengocok2 kontolnya. Ngacengnya sudah keras banget. “Aku lepas ya CD kamu”, kataku sambil memelorotkan CDnya. Kontolnya yang lumayan besar langsung ngacung keatas. Aku udah gak sabar pengen merasakan kontolnya keluar masuk memekku. Aku jadi teringat pengalaman dientot pak Mat kemarin siang. Aku duduk dan memeluknya serta mencium bibirnya. Mail langsung memelukku kembali, bibirnya pun menghisap2 bibirku sedang tangannya mulai meremas2 toketku yang sudah mengeras. Tangannya nyelip kedalam bra ku dan memlintir pentilku yang juga sudah mengeras. “Mbak sudah napsu ya, pentilnya sudah keras. memeknya pasti udah basah ya mbak”, katanya lagi. Sepertinya dia sudah pengalaman juga dalam urusan perngentotan. Aku mulai menyentuh dan mengelus kontolnya “yyaa.. pegang Mbak” desisnya. Mail sekarang yang berbaring sedang aku menelungkup diatasnya. Kontolnya mulai kujilat. Kontol terus kukocok sambil meremas biji pelernya. “Aku isep ya kontol kamu ini.. gede juga” kataku sambil menurunkan kepalaku dan memasukkan kontolnya ke mulutku. “Ohh.. sshh, nikmat banget mbak” erangnya. Aku menjilati kepala kontolnya, kuisep sambil terus kukocok2. Sesekali kumasukan semua kedalam mulutku sambil kukenyot. “Oohh.. enak banget mbaak” teriaknya keenakan. Aku berhenti menghisap kontolnya tapi terus kukocok2.”Isep lagi Mbak.. isep lagi.. enak banget” katanya. Kembali kontolnya kukocok sambil kupelintir pelan. “sshh.. Oohh.. eennaakk bbannggett Mbak. enak banget.. terus Mbak” desisnya. Aku terus melakukan aktiVitas tanganku. “Mbak isep lagi donngg.. jangan  pake tangan aja.. ayo donk Mbak” pintanya memohon. Aku hanya tersenyum dan mulai menghisap lagi. Kali ini benar benar hot isapanku, kepalaku bergoyang kekiri kanan dan naik turun berkali kali sementara tanganku terus mengocok dan memutar batang kontolnya. “Mbak aku mau keluarr.. aku mau keluar nih” katanya. Badannya mulai menegang. Aku terus menghisap ‘kontolnya sambil terus memutar dan mengocok batang kontolnya yang makin menegang keras. “Terus mbak, isep terus” jeritnya. Aku terus menghisap kontolnya dan akhirnya “ccrreett.. ccrreett.. ccrreett..”, pejunya muncrat dimulutku. Kontolnya terus kuhisap. Terasa dia ngecret 5 kali didalam mulutku. Pejunya kuludahkan dan kubersihkan mulutku yang belepotan sisa pejunya. Dia duduk disebelahku dan mencium pipiku “Makasih ya Mbak.. tadi enak banget deh..” katanya sambil mencium pipiku lagi. “Ya udah kamu istirahat dulu.. aku mau ambil minum dulu.. kamu mau minum apa?” tanyaku sambil menuju dapur. “Apa aja deh.. nanti juga aku minum” jawabnya. Aku kembali dengan dua gelas minuman dan sebotol besar air mineral. Aku dan dia minum sambil nonton mas Hide yang sudah mulai ngentotin Santi. terdengar Santi teriak2 keenakan ketika kontol besar mas Hide keluar masuk mengejot memeknya. Mail memeluk pinggangku serta mencium leherku. “Sshh” aku mendesis. Tangannya meraba toketku, diremasnya pelan. Aku terangsang, yang sudah mulai berkobar sejak aku ngisep kontolnya, “Diremes2 dong..  masa diraba doang sih” aku mulai mengerang. Aku ditelentangkannya, bibirku dilumatnya. Aku balas mencium dengan penuh napsu. Kontolnya kuelus dan kukocok lagi, ternyata sudah ngaceng lagi. Dia terus  meremas toketku dan mulai menjilati leherku lalu turun dan terus turun mencium belahan dadaku. “teruuss.. buka braku dong..bbuukkaa!” kataku setengah berteriak. Dia terus turun menciumi badanku, dia menciumi memekku dari balik CDku yang sudah basah karena lendir yang keluar dari memekku. “aayyoo doonngg BUKA!” teriakku. Tapi dia terus menjilati kaki kiri dan pindah ke kaki kanan.Kembali dia mencium bibirku. Aku membalas ciumannya dengan penuh napsu. Dia menjilati telingaku. Pintar juga dia merangsang napsuku. Toketku kembali diremas2nya. Tangan satunya terus menggosok itilku dari balik CDku. “Buka donk .. sshh.. Mbak udah ngga tahan nih” desahku. Dia terus saja meraba, menjilat serta mencium toket serta memekku. “Kamu jahil ya” kataku sambil  mencium bibirnya dengan hot. Kontolnya mulai ku remas dan kukocok. “Isep Mbak..! aku pengen diisep lagi” katanya sambil sedikit menarik kepalaku mendekati kontolnya. Aku terus mengocok sementara mulut dan lidahku terus menghisap dan menjilat kontolnya. Dia tidak tahan lagi, segera aku ditelentangkannya, sambil mencium leher dan pundakku. Toketku diremasnya dan tangan satunya meraba memekku. “terus  dong…ngentot yuk..! Mbak udah ngga tahan lagi” desisku. Dia menarik ikatan braku dan juga CDku. Toketku langsung diisepnya “iisseepp pentilnya” desahku. Kemudian tanganku mendorong kepalanya kebawah “Jilat memekku” desahku keenakkan karena dia sudah menjilati itilku dan menumpangkan kaki kiriku kepundaknya. Dia terus menjilati memekku dan memasukan lidahnya dalam-dalam. “tteerruuss.. yang dalem .. Oohh aakuu uuddaahh mmauu klluuaarr nniihh” jeritku sambil terus menekan kepalanya. Dia terus menghisap dan menjilati memekku. “aku nyampe.. isep… tteerruuss..  isseepp tterruuss mmemekku” aku bergetar dan menggelinjang menikmati jilatan-jilatan lidahnya di memekku. Dia dan menaiki aku.. tangannya memegang kontolnya dan mengarahkan ke memekku. Ditekannya masuk. “Kontol kamu enak banget sih.. Oohh .. entot aku ” jeritku keenakan. Dia meremas pantatku dan tangannya yang satu lagi meremas toketku. Sebentar saja dienjot aku merasa sudah mau nyampe. “Aku udah mau nyampe, yang keras dong ngenjotnya”, kataku. Mail mencabut kontolnya, aku disuruhnya nungging dan kontolnya kembali disodokkan ke dalam memekku dengan keras, langsung ambles semuanya. Nikmat sekali rasanya. Kembali dia mengenjotkan kontolnya dari belakang keluar masuk memekku dengan keras.  Berulang kali dia mengenjot kontolnya sehingga mentok di memekku. “Mbak.. Mbak. aku mau keluar” jeritnya. “Bareng ya. bareng..  Aku keluar…!” aku menjerit panjang sementara dia makin memperkeras enjotannya. Akhirnya “Mbak aku mau keluar..” jeritnya dan pejunya kembali muncrat, kali ini membanjiri memekku. Aku telungkup dan dia menindihku. Lemes juga dientot pagi2 begini. Dia telentang, aku juga. Sambil berbaring aku menoleh ke arah mas Hide, sepertinya mas Hide belum tuntas ngentotnya, gak tau kalo Santi udah nyampe atau belum.

Mas Hide sepertinya mau mulai menancapkan lagi kontol besarnya ke memek Santi yang terkapar di dipan. Dia meraba memeknya dan sepertinya memainkan itilnya. Santi berdesah gak karuan

“Mas.. jilat.. mas!” Mas Hide kemudian menjilat dan pastinya mengulum itilnya. Santi ditunggingkan dan mas Hide berlutut di belakangnya dan menggesekkan kontolnya ke memek Santi.”mmaassuukkiinn  mmaass.. ” jeritnya saat kontol mas Hide masuk ke memeknya yang sudah basah.”teruss.. mas.. teruss.. entotin Santi terus”. Mas Hide menggenjot Santi dengan ritme teratur. Setelah beberapa lama dengan doggy style “aakkuu.. nyampe.. mas” jeritnya keenakan. Santi kemudian ditelentangkan dan mas Hide mengangkat kedua kakinya dan ditaruh dipundaknya. Dia kembali kontolnya dan menggenjot Santi lagi. Santi kembali mendesah2. Mas Hide meremas toketnya yang montok dan Santi terus mendesah “Mas nikmat banget mas, terus enjot yang keras mas, aah..!” jeritnya lagi, rupanya Santi kembali nyampe. Cepet banget, pikirku. “Mas, nikmat banget ya ngentot sama mas, mana mas kuat banget ngentotnya. Santi sudah berkali2 nyampe, mas belum ngecret juga”, kata Santi sambil terengah2.

Mas Hide mencabut kontolnya yang masih keras dan menghampiriku, kayanya dia pengen ngecret dimemekku. Benar saja, aku yang sedang ditelentang langsung dinaikinya. Dia mengesek-gesekan kontolnya di memekku, langsung saja napsuku bangkit lagi “masukin mas, . mmaasuukiin.. dong” desahku berulang kali. Dia membalikkan tubuhku dan sehingga aku tengkurap. Perut bawahku diganjang bantal yang ada di dipan, kakiku direnggangkannya dan dia langsung menusukkan kontolnya ke memekku. “aahh.. mas, eennaakk.. bbaannggeett” desahku. Dia menggenjotnya semakin cepat. Karena napsuku sudah bangkit sejak aku nonton mas Hide ngentotin Santi,  aku merasakan sudah akan nyampe. Dia terus memompa kontolnya keluar masuk memekku dengan cepat dan keras. “Terus mas, Entot Ines yang keras mas.. ach” desisku. Akhirnya aku nggak tahan lagi dan “Mas, Ines nyampee..aahh..!” jeritku,  badanku sampe bergetar saking nikmatnya.

Dia masih saja menggenjot memekku beberapa lamu, dan akhirnya , “Aahh.. aku keluar Nes”. Terasa sekali semburan pejunya beberapa kali dimemekku. Nikmat sekali rasanya. Mas Hide mengajakku masuk ke vilanya, sementara Mail dan Santi tau bahwa pesta sudah selesai. Mereka memakai pakaiannya kembali dan meninggalkan vila.

“Mas, kok tadi ngecretnya nggak di memek Santi”, tanyaku. “Yang pertama udah di memeknya, jadi yang kedua aku ngecretin aja di memek kamu”, jawabnya.  “Sekarang mau ngapain mas?” tanyaku. “istirahat sebentar ya, nanti kita main lagi”, jawabnya sambil berbaring di sofa. Luar biasa staminanya, seperti gak ada puasnya. Aku mengambilkan minuman untuknya dan duduk diubin disebelah sofa. Dia membelai2 rambutku, terus mengusap2 punggungku. Aku hanya menyenderkan kepalaku di dadanya, romantis sekali rasanya. Kemudian dia duduk dan mengajakku duduk disebelahnya. Kemudian diciumnya bibirku, aku membalas ciumannya dan menjulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Dia mengemut lidahku dan tangannya sudah mulai meremas2 toketku, pentilku diplintir2nya. Diperlakukan seperti itu napsuku bangkit kembali, aku heran juga kenapa napsuku kali ini cepat sekali timbul. Pentilku diemutnya, ” Mass terruss emut pentil Ines mmaasss..enak..” Aku segera menyambar kontolnya, kuremas2, kukocok2 sampai akhirnya menegang lagi. “Mas, terusin diranjang yuk”, kataku sambil bangun. Dia tidak membawaku ke kamar tapi menelentangkan aku di meja makan. “Buat variasi ya Nes”, katanya sambil mulai mengelus itilku. Pahaku otomatis mengangkang dan diletakkan dipundaknya  ketika itilku dikilik2 dengan jarinya. memekku mulai basah lagi.  “Mas.. kalau gini terus Ines rasanya mau pingsan kenikmatan”. Kemudian dia  mulai menjilati memekku. Dia tau kalo aku dijilat memeknya pasti napsuku lebih berkobar2 lagi. “aduhhh aku  nggak kuat, masss. masukkin mas..” Aku mengangkat kakiku dan mengangkang lebar2. Dia segera  mengamblaskan  kontolnya ke memekku. Memekku berkedut2 ketika kemasukan kontolnya yang besar keras itu. “Enjot yang keras mas”, teriakku lagi. “Nes, memek kamu ngempotnya kenceng banget, enak banget Nes”,  katanya sambil memompa kontolnya keluar masuk memekku, makin lama makin cepat. Akupun  semakin aktif memutar-mutar pinggulku mengiringi keluar masuknya kontolnya di memekku,  kutekan pantatnya dengan kakiku yang melingkari pinggangnya dengan keras hingga kontolnya rasanya masuk semakin dalam dimemekku. “Enak.. mas”, lenguhku lagi. Dia terus mengenjot sambil meremas toketku, sesekali dia mengemut pentilku. Nggak tau berapa lama dia mengentotiku, sampai akhirnya “Maas..” jeritku sambil menjepitkan pahaku kuat2. Kontolnya terus disodokan makin cepat dan akhirnya..Crot.. croot.. croot.. Terasa sekali muncratnya pejunya dimemekku. “Nikmat sekali mas”.

“Nes, mandi yuk, habis itu kita cari makan, sudah laper nih”, katanya sambil bangun dari ranjang. Akupun ikut bangun dan kita menuju ke kamar mandi. Dibawah shower kita saling berpelukan, saling menyabuni. Toket dan kontol menjadi sasaran, mulanya dielus, akhirnya diremes2. Kontolnya keras lagi karena terus saja kuremas dan kukocok. Dia duduk diatas toilet, kontolnya sydah tegak mengacung keras.  Aku duduk membelakanginya, kaki kukangkangkan dan mengarahkan kontolnya ke memekku. Terasa sekali, perlahan kontolnya mulai lagi menyesaki memekku. Dia menyodokkan kontolnya dari bawah keluar masuk memekku. “Mas, enjot yang cepet mas”, rintihku saking nikmatnya. Pinggulku kugoyang dengan liar mengiringi keluar masuknya kontolnya di memekku. Dia meremas2 toketku sambil menarik tubuhku kebelakang. Dia mencium bibirku dan aku membalas ciumannya. Cukup lama dia menyodok memekku pada posisi itu sampai akhirnya dengan sodokan yang lebih cepat dan keras dia ngecret di memekku. Akupun nyampe bersamaan dengan muncratnya pejunya. “Sst.. mas” jeritku dan dia memeluk aku dengan erat. Hingga beberapa saat dia masih memelukku, aku menikmati sensasi itu dengan berciuman lembut. “Trim’s ya mas, mas sudah membawa Ines ke surga kenikmatan, luar biasa weekend kali ini. Kapan2 Ines dientot lagi ya mas”, kataku. “Tentu saja Nes, aku juga merasa nikmat sekali ngentotin kamu. Memek kamu jauh lebih nikmat dari memeknya Santi, mana empotannya hebat lagi”, katanya memujiku.

Selesailah sensasi kenikmatan weekend ini. Sehabis membersihkan baadan dibawah shower, kami memakai pakaian lagi. Mas Hide memberikan proposal yang sudah ditandatanganinya. Kulirik sebentar, nilainya lebih besar dari proposal pertama. “Usahakan delivery secepatnya ya Nes”, katanya. “Ok mas, Ines akan usahakan. Trima kasih banyak lo mas”, jawabku. “Aku yang harusnya berterima kasih sudah dikasi nikmat sama kamu”, katanya lagi sambil menggandengku ke mobil dan pergi meninggalkan vila. Kulihat pak Mat senyum2 mengiringi kepulanganku.

8 Responses to “Pesta Sex di Vila Customerku”

  1. loveegha Says:

    Mau donkkkk, ngentot bareng kamu, minta hp yach
    pls, donk hp nya email kan ke ryanegha@yahoo.com

  2. 17 cm Says:

    Villa Kenikmatan ya nes…..
    Inez kapan mo ngentot ma aq ….
    Nes.. 17 cm lho….
    Jaminan PUASSSSSSSSSSSSSSS………
    Email saya ya…

  3. Deady Says:

    bagi janda / tante2 di malang yang mo ngerasain jaka muda hp : 08175401496 tapi jangan iseng yach

  4. stealth Says:

    nes kamu mau kontol yang ukuran 20 cm gak? aku bisa berikan tu buat kamu asal kamu mau berikan no hp kamu…
    aku pengen ngentot memek seret kamu nes..kamu mau kan?

  5. Ichal Says:

    Nes, gw pengen knalan dengan kamu…
    kamu mw gak?
    email gw Daniels_Rheebhoet@yahoo.co.id

  6. rendy Says:

    nez,mw donk ngentot dgn km,tw g kontol aq panjangx 20 cm dgn diameter 4,lho.dijamin ngentot terusssss 24 jam nonstop.no hp q 085247235697.hubungi aq klu mw kenikmatan yg tiada tara.key

  7. agusta Says:

    mana no telpon mu?

  8. Hai nes Says:

    Nes mau dnk ngentot am km am santi..085691600642


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: