Napsunya Temen Sekantorku

Juni 3, 2007

Oleh: Ines S <ines_sintia@yahoo.co.id>

Di tempatku bekerja ada karyawan baru, Dei namanya, masih cukup muda, atletis dan ganteng. Persis seperti cowok tipe ku. Dia ditempelkan denganku supaya aku bisa memberi dia orientasi. Walaupun dia lebih tua dari aku tapi dikantor itu aku kan lebih senior dalam hal masa kerja. Selama sebulan aku membantu dia untuk mengenal seluk beluk bisnis kantor sampai mengajak dia ke tempat beberapa klien besar. Setelah gajian pertama dia mengajakku ke ancol sehabis jam kerja, katanya mau nraktir aku yang sudah nemeni dia sebulan ini sampai dia sudah mengerti proses kerja di kantor.

Sehabis makan, aku ngobrol dengan Dei dimobilnya yang diparkir di tepi pantai. Karena hari itu malam selasa, maka suasananya sepi, nggak banyak mobil yang parkir di pantai itu. Kebetulan sekali kaca mobil Dei sangat gelap lapisannya, sehingga dari luar orang akan sukar ngintip ke dalam mobil. Mobil diparkir menghadap ke semak2 yang sangat rimbun sehingga dari kaca depanpun orang tidak dapat ngintip ke dalam mobil. Rupanya Dei memang mencari tempat strategis. Malam itu sekitar pukul 21.30, walaupun keadaan didalam mobil gelap, kami masih dapat memandang wajah masing2. “Nes, kamu kok ahli bener cari customer kakap, memangnya kamu kasi servis khusus ya” dia mulai membuka pembicaraan, ngomongnya memang selalu to the point. Aku sih gak terSinggung Dengan pertanyaannya. “Ah itu kan teknik menggaet order De’, jawabku. Ngomongnya akhirnya menjurus ke hal2 berbau sex.”Kamu sepertinya ahli ya untuk urusan servis nikmat ya Nes” tanyanya lagi. “Ah biasa saja”, jawabku. “Kamu sendiri juga ahli kan, udah nikah atau masih pacaran”. “Aku masih sendiri, menclok dari satu kembang ke kembang lain”, jawabnya. “Terus ke semua kembang kamu minta kenikmatan dong”, tanyaku lagi. “La iya lah, soalnya kalo dapet kan nikmat”, jawabnya. “Terus kamu dikasi”, tanyaku lebih lanjut. “Seringnya sih dikasih, Kalo aku minta ke kamu dikasih gak Sin?  katanya sambil memelukku. Wajahnya Dengan sangat perlahan-lahan diDekatkan wajahku. Tanpa menunggu jawabanku, dia nekat mencium bibirku Dengan penuh napsu. Aku tidak menolak malah menyambut ciumannya, tangannya segera menyambar toketku dan diremas2nya Dengan gemas. “Nes, katanya lagi   “aku pengen ngentot sama kamu”, katanya terus terang sambil terus meremes2 toketku. Kancing bajuku mulai dibukanya satu persatu, kemudian tangannya merogoh masuk kedalam braku. Toketku langsung diremesnya lagi, jari2nya kemudian memlintir pentilku. Aku menjadi terangsang karena ulahnya. “Ah, De kamu nakal ih”, kataku manja. “Tapi kamu suka kan diremes2 begini. Aku boleh pegang memek kamu ya Nes, udah kepengin nih aku”, katanya sambil membuka retsluiting celanaku. Dia tidak menunggu lampu hijau dari aku tapi langsung action saja. Aku membiarkan tindakannya. Celenaku malah diplorotkan sampe kepaha sehingga kelihatanlah CDku yang tipis dan minim. Dengan penuh napsu langsung tanggannya menerobos ke sela2 pahaku dan menggosok memekku yang masih dilapisi CD. “Nes udah basah banget memek kamu, kamu udah napsu ya, jembut kamu lebat banget Nes, nggak heran napsu kamu besar,  Kamu belum pernah dientot di mobil kan Nes, kita ngentotnya dimobil aja ya”, katanya lagi. Aku bingung apakah membiarkan dia mengentoti aku atau tidak, dalam hati sih aku kepengen dientot karena sudah cukup lama rasanya aku nggak ngerasain kontol keluar masuk memekku. Makanya aku membiarkan dia meraba seluruh tubuhku. Aku buka retsluiting celananya juga, menurunkan celananya, kemudian aku merogoh masuk CDnya, wow kontolnya ternyata besar dan panjang, ngacengnya sudah keras sekali. “GeDe amat kontolmu De”, kataku. “Emangnya kamu belum pernah ngerasain kontol segeDe punyaku”, jawabnya bangga. “Gak segede kontolmu”, jawabku terus terang. “Wah kalo gitu memek kamu masih sempit dong, cuma kelewatan kontol yang kecil, malem ini asik dong kita ya. Kamu mau kan aku entot”, katanya sambil tertawa. Kontol Dei tergolong besar juga, keker, melengkung keatas dan urat-uratnya nonjol-nonjol. “Wah!… pasti cewek kamu ngejerit kalo kamu entot dong”. “Iya, ngejerit keenakan. sebentar lagi kamu juga jerit2, cewek yang jembutnya lebat kaya kamu kan binal banget kalo lagi dientot”, jawabnya.

Singkat cerita, kami berdua pindah ke bangku belakang mobilnya. Baju dan celana ku dilepaskan dan dia langsung saja meremas2 kembali toketku. Nggak lama kemudian braku sudah dilepasnya. Dia mencium keningku, kemudian mataku. Aku terpejam menikmati ciuman dan remasannya ditoketku. Ciumannya turun ke hidungku, pipiku dan akhirnya mendarat di bibirku.

Nafasku mulai agak memburu, kami berdua terbenam dalam ciuman yang hangat. Dia mengarahkan

mulutnya ke leherku, ke pundak, lalu turun ke toketku yang sudah mengeras. Dia memainkan lidahnya dipentilku yang juga sudah mengeras, yang kiri dan kemudian yang kanan. “Aah De, enak”, kataku terengah karena napsuku yang sudah berkobar2. Dia terus menciumi pentilku, kemudian turun ke perutku dan menciumi puserku, aku selalu kegelian kalo puserku dicium. Sambil mencium puserku, tangannya nyelip ke balik CD mini ku dan meraba memekku. otomatis pahaku mengangkang supaya dia mudah mengakses memekku. “Nes, ni jembut, lebat amat,” katanya sambil mengelus2 jembutku. Kemudian jarinya terbenam dimemekku dan terus mengilik2 itilku. “Nes memekmu udah basah banget, kamu udah napsu sekali ya”, katanya. Aku tidak menjawab perkataannya hanya mengerang keenakan karena kilikan jarinya ke itilku makin cepat. Mulutnya kemudian menciumi jembutku dan kemudian lidahnya menggantikan fungsi jarinya mengilik itilku. Aku semakin tidak dapat menahan naspuku dan eranganku semakin keras. Dia langsung meremas kedua toketku dan memlintir2 pentilku. “De, aku udah pengen dientot, masukin dong kontol kamu”, kataku minta. Lidahnya terus saja menjilati itilku sehingga kembali aku menDesah keenakan. “Ayo  De, enak banget, padahal baru dijilat. Apalagi kalo disodok pake kontol geDe kamu, lebih enak lagi, ayoo dong De aku udah gak tahan nih”, aku terus merengek2 minta segera dientot. Dia merebahkan senDeran bangku mobilnya sehingga aku menjadi berbaring, kakiku agak menekuk karena panjang mobilnya tidak mencukupi. Dia segera memposisikan dirinya keDekat kepalaku “Nes, aku pengen ngerasain dulu diemut sama kamu”, katanya sambil menDekatkan kontolnya ke mulutku. Segera kugapai  kontolnya yang sudah ngaceng dan kumasukan kontolnya yang besar dan melengkung kDealam mulutku. Langsung kuemut Dengan keras. Dia mendorong kontolnya keluar masuk pelan ke mulutku sambil menDesis. Aku emut kontolnya terus. “NEs diemut mulut kamu aja nikmatnya kaya begini, apalagi kalo diemut memek kamu ya”, katanya sambil mempercepat enjotan kontolnya keluar masuk mulutku. “Nes, aku ngecret dimulut kamu ya”, katanya. “Jangan De, dimemekku aja, aku udah pengen ngerasain kontol kamu keluar masuk memekku”, jawabku. Dia melepaskan semua pakaiannya dan kemudian menarik CDku sampe lepas, kami sudah bertelanjang bulat. Dia memposisikan tubuhnya diantara

kedua pahaku dan mengarahkan kontol geDenya ke memekku. Aku rasakan kepala kontolnya mulai masuk perlahan, ditekannya lagi sedikit sehingga kontolnya mulai menyeruak sDeikit2 ke dalam memekku. Nikmat banget rasanya memekku kegesek kontolnya yang besar dan keras itu. Perlahan tapi pasti kontolnya nancep makin dalam ke memekku. Kurasakan memekku udah mulai basah karena gesekan kontolnya yang hampir masuk semua itu. Akhirnya dia menDesakkan kontolnya

Dengan cepat dan tiba-tiba sehingga nancap semuanya di memekku.”Sssshhhhh…..”, erangku sambil terpejam. Dia mulai mengenjot kontolnya keluar masuk memekku Dengan cepat dan keras.

Aku  merasakan nikmat yang luar biasa. Aku mulai memundur-majukan pantatku, sebentar kuputar goyanganku kekiri, lalu kekanan, memutar, mengiringi enjotan kontolnya di memekku. Aku meremas rambutnya, sesekali badannya kupeluk erat2. Tubuhku dan dia berkeringat karena dalam ruangan mobil  mulai panas, namun aku tidak perduli karena sedang merasakan nikmat. Dia terus mengenjotkan kontolnya Dengan cepat dan keras. Aku merasa sudah mau nyampe, “De, cepetean ngenjotnya, lebih keras lagi, enak banget kontolmu De”, Kakiku kuangkat ke atas melingkari pinggangnya sehingga rasanya kontolnya nancep makin dalem di memekku. Akhirnya

“De….. aahhhh”, kurasakan memekku menegang dan mengejut-ngejut menjepit kontolnya. “Nes, memekmu nikmat bangetnya bisa ngempot, baru kali ini aku ngerasain empotan memek senikmat empotan kamu”, katanya sambil terus mengenjotkan kontolnya sampe “Aaahhhhh…. gila…. ini nikmat sekali… “, dia menancapkan kontolnya sedalam2nya ke memekku dan ngecretlah pejunya.

Terasa pejunya muncrat beberapa kali dalam memekku, pejunya muncrat banyak sekali. Aku terkulai lemes, kupeluk dia “Nes, enak banget ngentot sama kamu, rasanya beda sama cewek lainnya yang pernah kuentoti”, katanya. “Aku juga nikmat De, abis kontol kamu geDe banget. Aku pengen lagi De, kita cari kamar yuk. Biasanya selain di mobil kamu ngentotnya dimana” ajakku. Dia langsung mencabut kontolnya, mengambil tisu dan diberikannya kepadaku untuk mengelap memek dan keringetku. Diapun menyeka keringat dan kontolnya Dengan tisu. Tisu bekasnya dibuang ke luar jenDela yang sudah dibuka sDeikit supaya hawan didalem mobil tidak terlalu panas. Kami memakai pakaian kembali dan dia membawaku ke motel diDekat pantai.

Sampe dimotel, aku langsung masuk ke kamarnya. Iseng aku hidupkan TVnya, ternyata motelnya menanyangkan film biru, perempuan Dengan wajah asia sedang nungging dientot sama bule. Kontol si bule yang besar dan panjang keluar masuk memek sicewek, dan ceweknya ber ah uh, seperti lazimnya film biru. Aku duduk di tempat tidur, napsu juga aku nonton filmnya, sementara dia sedang membereskan pembayaran sewa kamar. Kemudian dia duduk disebelahku di tempat tidur, ikut nonton. Aku merapatkan ke badannya, toketku sebelah kiri udah nempel di badannya. Kontolnya kuraba, ternyata sudah ngaceng lagi Dengan kerasnya. Dia membalas meremes toketku. Segera saja pakaianku dilepasnya semuanya. Langsung dia kembali meremes2 toketku sambil mencium bibirku. Aku berbaring ditempat tidur, dia mulai menciumi toketku dan menghisap pentilku. Tangan satunya menjalar kebawah dan mengkilik2 memek dan itilku.  Aku merintih2 karena napsuku sudah naik lagi. Segera dia melepas pakaiannya sendiri dan berbaring disebelahku. Kontolnya yang sudah keras sekali kuremes2 dan kukocok2. Dia memutar badannya ke posisi 69 dan mulai menjilati memek dan itilku diantara pahaku yang sudah mengangkang lebar2. Jembutku dielus2nya sambil terus mengemut itilku. Aku sudah tidak dapat menahan napsuku yang sudah berkobar2. Kontolnya segera kuemut2. Akhirnya aku mengambil inisiatif menaiki badannya, menduduki kontolnya sehingga kontolnya kembali menyusup ke dalam memekku, kutekan Dengan keras sehingga sebentar saja kontolnya sudah nancep semuanya ke memekku. Aku mulai mengenjot kontolnya Dengan menaik-turunkan pantatku. Kontolnya keluar masuk memekku seirama Dengan enjotan pantatku. Aku udah nggak tahan lagi, sehingga enjotanku makin cepet dan keras. Toketku diremas2nya, dan pentilku terkadang diemut2nya. “De, aku mau nyampe, enak banget kontolmu De”, erangku dan akhirnya aku ambruk diatas badannya. Terasa memekku kedutan meremes2 kontolnya. Dia segera berguling sehingga aku telentang dibawahnya. Dia meneruskan permainan Dengan mengenjotkan kontolnya keluar masuk Dengan cepat dan keras. Nikmat sekali, baru nyampe sudah dienjot Dengan keras. Dia terus saja mengenjot memekku Dengan cepat dan keras, “Nes, tadi empotan memekku kerasa banget Deh, lebih kerasa katimbang di mobil. Nikmat banget Deh Nes ngentot sama kamu”. Nggak lama lagi akhirnya dia pun hampir nyampe, “Nes keluarin sama2 ya, aku hampir ngecret nih”. Aku tidak menjawab, kakiku melingkari pinggangnya dan kuteken keras2 sehingga kontolnya nancep dalem sekali di memekku, sampai akhirnya aku bergetar karena nyampe lagi “De, nikmat banget, teken yang keras De”. Dia mengenjotkan kontolnya sedalam2nya di memekku dan melenguh “Nes, aku ngecret”. Terasa pejunya muncrat beberapa kali didalam memekku. Oh nikmat banget rasanya, lemes banget badanku, aku memeluk dia erat2, dan dia akhirnya berbaring disebelahku, kontolnya  berlumuran peju dan cairan memekku. “De, lemes banget Deh aku, ngentot sama kamu menguras tenaga ya”, kataku. “Ya udah, tidur aja dulu, nanti bangun tidur kita ngentot lagi”, jawabnya sambil memelukku. Karena lelah, aku tertidur dipelukannya.

Aku tidak tau berapa lama tertidur dipelukannya. Ketika aku terbangun, dia sedang memandangi wajahku yang masih ngantuk itu. “Nes, kamu cantik sekali kalo sedang tidur, sayangnya kamu bukan istriku ya”. “Enggak jadi istri tapi kan udah melayani napsunya kamu”, jawabku tersenyum. Dia bangun dan masuk kamar mandi, keluar dari kamar mandi, dia membawa gayung, sabun dan handuk. Dia mulai membersihkan memekku yang belepotan pejunya dan lendirku sendiri. Setelah bersih, dia masuk ke kamar mandi lagi, terDengar suara air yang dibuang dan keran yang dibuka. Tak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi membawa gayung yang tadi, lengkap Dengan sabun dan handuk. Rupanya dia mengganti air digayung. Dia duduk disebelahku dan mulai menyeka wajahku, terus kebawah, ke toketku, perutku, memekku lagi, pahaku sampai ke telapak kakiku. Aku jadi merinding, apalagi ketika toket, puser, memek dan pahaku dielus2nya Dengan handuk basah. Apalagi ruangan dingin karena AC tetap menyala. Aku hanya terpejam saja, menahan gelinya usapan handuk. Selesainya dia berkata, “Gantian dong”. Aku segera membuang air yang ada digayung dan mengiSinya Dengan air yang baru. Aku kembali ke tempat tidur dan mulai mengelap wajah, leher, dada dan perutnya Dengan handuk basah. Kontolnya kukocock2 dan kepalanya kuemut2. “Enggak dilap malah diemut”, katanya. Aku tidak menjawab karena kepalaku sedang mengangguk2 sehingga kontolnya keluar masuk di mulutku. Cukup lama aku mengemut kontolnya, sampe pelan2 kontolnya mulai mengeras lagi. Segera kontolnya kukocok2 Dengan cepat sehingga ngaceng sempurna. “De,sudah siap tempur lagi nih kontolmu”. Dia tidak menjawab, tapi segera memeluk dan mencium bibirku. Tangannya segera meremas2 toketku dan kemudian kembali mengilik2 itilku. Dia tau bahwa napsuku akan cepat berkobar kalo itilku dikilik2, dia benar – nggak lama kemudian aku sudah napsu kembali dan pengen segera dientot. “De, aku udah pengen ngerasain kontolmu keluar masuk memekku lagi, masukin dong”, aku merengek2. Dia akhirnya menaiki aku dan segera menancapkan kontolnya ke memekku. Nikmat banget rasanya ketika kontolnya yang besar itu segera menyesaki memekku karena sudah nancep semuanya kDealam memekku. Dia mulai mengenjot kontolnya keluar masuk memekku Dengan cepat dan keras. Aku mulai mengerang2 keenakan. Pantatku bergerak kekiri dan kekanan mengimbangi enjotan kontolnya. Toketku diremas2nya Dengan kedua tangannya, dia bertumpu Dengan sikutnya, hal ini menambah rangsangan buatku. “Akhhh… Oukkkhhh” seruku kenikmatan. Dia memelukku erat dan mempercepat enjotan kontolnya, makin lama makin cepat dan keras. Aku tidak dapat menahan serangannya lagi, sehingga akhirnya aku melolong “De, aku nyampe lagi, nikmat banget ngentot sama kamu De”. Memekku terasa  berDenyut2 meremas kontolnya sehingga dia pun meringis keenakan “Aah Nes, empotan memek kamu kerasa banget. Kontolku kaya sedang diemut dan diremes. Empotanmu hebat banget Nes”. Dia mencabut kontolnya dari memekku, aku ditunggingkannya dan dia menancapkan kontolnya ke memekku Dengan keras, sekali enjot kontolnya sudah masuk semua. Kemudian dia mulai lagi mengenjot memekku dari belakang. Aku nelungkup ke bantal menahan rasa nikmat yang luar biasa ketika dienjot kontolnya. Dia memegang pantatku sambil mengenjotkan kontolnya Dengan cepat dan keras. Aku nggak tahan untuk nyampe lagi, luar biasa enjotannya yang begitu merangsang aku sehingga aku cepat sekali nyampe. “De aku mau nyampe lagi, aakh”, seruku dan aku ambruk ke tempat tidur. “Nes, kamu cepet banget nyampenya, aku belum kerasa mau ngecret”, katanya. “Abis kontolmu enak banget De, kamum pinter banget ngenjotnya. TeruSin aja sampe kamu ngecret lagi dimemekku”, jawabku. Dia menelentangkan ku dan segera dinaikinya tubuhku. Kontolnya kembali ambles dimemekku dan dia mulai mengenjotkan keluar masuk Dengan cepat. Kalo ditekan, kontolnya ambles semua di memekku, ooh nikmat banget rasanya. Dia Dengan perkasa terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk. Setelah ngecret 2 kali dimemekku, ternyata dia bisa bertahan lebih lama. Kadang kontolnya dicabut dari memekku, dan sebentar kemudian ditancepkannya kembali Dengan keras sehingga Dengan sekali sodok langsung nancep semuanya ke memekku. “De, nikmat benget enjotanmu yang barusan, terus De, yang keras”, aku merintih2. Dia meneruskan cara enjotannya. Aku kembali berteriak2 keenakan. Aku menggoyangkan pinggulku kekiri dan kekanan,.ketika kontolnya dicabut, pantatku refleks mengangkat keatas untuk mencegah kontolnya lepas dari memekku. Dia mengubah gaya enjotannya,sehabis menjotkan kontolnya hingga masuk semua, dia menarik kontolnya separuh beberapa kali kemudian digentakkanya kembali sehingga nancep kebagian paling dalam dari memekku. “Aaakh De, makin lama dientot kamu makin nikmat rasanya, aku lemes banget De”, kataku kepayahan. Dia terus mempermainkan memekku Dengan cara itu. Kemudian dia memelukku erat2, menciumi wajah dan bibirku. Kontolnya tidak dienjotkan karena sudah nancep dalam sekali, tetapi digerak2kan. Lebih nikmat lagi rasanya karena seakan2 kontolnya sedang menggaruk2 memekku. “De, pinter banget sih kamu kasih kenikmatan sama aku”, teriakku. Dia mulai lagi mengenjotkan kontolnya keluar masuk Dengan keras dan cepat. Aku menggeliat2 keenakan sambil mengerang2. Aku membelitkan kakiku ke pinggangnya, supaya dia cuma bisa mengeluar-masukkan kontolnya ke memekku tanpa bisa mencabutnya. “Nes, aku udah mau ngecret”, akhirnya dia melenguh. Kakiku yang melingkar dipinggangnya kuturunkan, aku mengangkang selebar2nya karena aku yakin dia akan mengenjotkan kontolnya lebih cepat dan keras lagi. Dia Dengan terengah2 terus mengenjot memekku, sampai akhirnya “Nes, aku ngecret”. Terasa pejunya muncrat beberapa kali dalam memekku, dan bersamaan Dengan itu akupun nyampe lagi “De, aakh nikmat banget malem ini, kamu luar biasa sekali sehingga aku nyampe 3 kali baru kamu ngecret”. memekku terasa berDenyut2 meremas2 kontolnya. Keringatku bercampur Dengan keringatnya yang membanjir walaupun AC dalam kamar menyala.Setelah Denyut jantung kembali normal, kami masuk kamar mandi dan membersihkan diri. “Kita istirahat saja ya Nes, besok baru pulang”. “iya De, aku lemes banget nih, tapi besok sebelum check out aku dientot lagi ya”

Ketika aku terbangun kembali, kulihat di sudah terbangun dan turun dari ranjang ke kamar mandi. “Nes, tidur aja lagi masih gelap diluar”. Aku melihat arloji, jam 5 lewat.Tetapi aku merasa lapar, mungkin karena semalam kerja keras Dengan dia ya. Dia kembali dari kamar mandi. “De, aku laper nih”, kataku.  Dia tersenyum “Semalem kerja keras ya Nes”, “Iyalah, kamunya sih gak puas2 ngentotnya”, jawabku. “Tapi suka kan”, katanya lagi. “Suka banget, enak kok gak suka”, jawabku. Dia menelpon room service pesan makan pagi. Tidak lama kemudian, pesanannya datang. Aku segera masuk ke kamar mandi dan dia Dengan hanya balutan handuk menerima dan membayar pesanan makanan itu. Setelah itu, walaupun masih gelap segera makanan kusantap Dengan lahap. Sehabis makan aku masuk kekamar mandi membersihkan diri. “Sin, ngapain bebersih, kan sebentar lagi keringatan lagi”, katanya dari ranjang. Ketika keluar dari kamar mandi, dia sudah berbaring di ranjang sambil mengelus2 kontolnya. Aku berbaring disebelahnya dan segera mengelus2 kontolnya juga. Dia membiarkan aku mengelus2 kontolnya, kuremas2 dan mulai kukocok2. Nggak lama kemudian kontolnya mulai mengeras. Dia mulai mencium bibirku Dengan napsu, toketku pun diremas2nya Dengan gemas. Perlahan dia mulai menciumi toketku, pentilku menjadi sasaran emutannya, aku menDesah2 keenakan. “Terus De, enak”, erangku. Bibirnya terus menjelajah kebawah, ke memekku. Pahaku dikangkangkannya, sehingga belahan memekku menganga. Dia mulai menjilati memekku yang sudah basah. Aku tambah melenguh2 ketika itilku menjadi sasaran jilatannya yang berikut. “De, enak banget, aku udah napsu De. Dientot dong”, pintaku. Dia tidak memperdulikan eranganku, malah itilku diemutnya, sementara tangannya terus meremas2 toketku dan memlintir2 pentilku. Rangsangan yang aku terima pagi buta itu makin besar sehingga akhirnya aku tidak dapat menahan diriku lagi, “De, aku nyampe De”. “Cepat banget Nes, belum dientot”, jawabnya. Aku terkulai lemas karena sudah nyampe, kontolnya segera kuremas2 lagi. Dia kembali mencium bibirku Dengan ganas, aku menyambut ciumannya. Lidahku segera melilit lidahnya dan dia menghisap lidahku yang masuk kemulutnya. Toketku terus diremas2nya. “Nes, isep kontolku dong”, pintanya, segera saja aku merubah posisi dan mulai menjilati kontolnya yang sudah keras banget ngacengnya. Kepala kontolnya mulai kuemut dan tak lama kemudian kepalaku mulai mengangguk2, mengeluar masukkan kontolnya ke mulutku. Gilirannya yang melenguh, “Enak banget Nes”. Memekku yang berasa Dekat mulutnya kembali menjadi sasaran, Lidahnya segera menyerbu masuk dan mulai menjilat itilku lagi. Napsuku Dengan cepat berkobar kembali.

Aku direbahkannya dan tubuhnya langsung menindihku sembari menciumi bibirku. Kontolnya diarahkan hingga berada tepat di Depan mulut memekku, digosok-gosokkannya kontolnya di lipatan memekku. SensaSinya sangat mengenakkan, aku memeluknya erat sekali sambil terus mengerang nikmat. Memekku semakin basah dan perlahan kontolnya yang besar menDesak masuk ke dalam memekku. Aku mengangkat kedua kakinya hingga selakanganku lebih terbuka lebar sehingga kontolnya Dengan leluasa menerobos masuk memekku. Aku mengeluh, “Aduh.., enak banget De”. Saat itu  kontolnya telah masuk semua, dia diam sejenak dan kemudian Dengan perlahan muali mengenjotkan kontolnya keluar masuk, semakin lama semakin kencang hingga memasuki memekku sampe mentok. Dia terus mengenjotkan kontolnya Dengan penuh napsu sambil melumat habis bibirku dan meremas toketku yang mengeras. Ciumannya mulai turun ke leherku, aku menDesah kenikmatan. “De, aku hampir..” aku makin menDesah nggak karuan. Dia tidak memperdulikan eranganku, kontolnya terus dienjotkan keluar masuk memekku Dengan keras dan cepat. Aku terus menDesah Desah, sementara enjotan kontolnya makin cepat saja kDealam memekku. “De, aku mau lagi.. Ahh..”, rintihku. “Aku juga Nes..”, balasnya. Enjotannya dipercepat dan akhirnya pejunya muncrat memenuhi memekku. Bersamaan Dengan itu, aku mengejang keenakan. Aku nyampe berbarengan Dengan dia. Memekku terasa berDenyut2 meremas2 kontolnya. “Enak banget Nes”, erangnya. Aku dipeluknya sambil mencium keningku, kontolnya masih tertanam di memekku sampai mengecil Dengan sendirinya. Dia akhirnya mencabut kontolnya. Ranjang telah sangat basah oleh cairan kami berdua. Lalu kami berdua kembali tidur sambil berpelukan beberapa lama. Ketika bangun, segera dia mengajakku membersihkan diri, berpakaian dan cek out, karena kita harus bekerja.

10 Responses to “Napsunya Temen Sekantorku”

  1. Raka Says:

    Gila Bo’ong bangetttttt

  2. Raka Says:

    Tapi Ok juga critanya

  3. pai Says:

    nes, tarif loe berapa sih. cewe kok doyan bgt sama kontol. gw punya kontol dua nih ! loe mau gak ??!!!

  4. dados Says:

    maju terus nes…..im your fans..

  5. dados Says:

    im your fans…..honey

  6. iwenk Says:

    ngentot mulu kapan makannya,gw aje yang penganten baru ga sampe begitu…..

  7. cipuikl Says:

    woi lu kpn mo maen kejogja ntar gw servis deh dari tempat tinggal, makan, minum, jalan2 wisata jogja plus wisata sex………. key
    klu mau maen kejogja call mee 085271427***
    bintang pertama sebelum angka 2 bintang ke 2 n 3 angka ganjil.
    gw tunggu memek lu dijogja. key

  8. Azka Says:

    Waw Enak y,Q mau neh jadi Temen Curhat sekaligus Temen Kencan kamu.Hubungi 081391870117 Segera!!!!! pokoknya anda dijamin Puas!!!!!!!dan Ketagihan

  9. damned man Says:

    cipuiki tu goblok bgt sih..

    Minta di call tapi nmr HPna aja ga lengpkap gitu.
    Haha, goblok bgt

  10. Mimpi x ye Says:

    Mantap amat doyan ngentot.gw mau dnk ngentot am lw..hub 085694477799


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: