Mbak Tatik

September 6, 2007

Oleh: Mariel Andre <mariel_and@yahoo.com>

Di dalam mobil sepanjang perjalanan dari Solo kembali ke Jogja aku sering melirik ke arah wajah Mbak Tatik. Dia terlihat sedikit murung karena baru saja melepas suaminya yang pergi ke Inggris untuk training selama empat bulan. Aku tidak begitu tertarik dengan kemurungannya, tapi lebih terbuai oleh wajahnya yang putih bersih dan bibirnya yang tipis, kacamata ber-frame ungu keemasan menambah daya tariknya.

Selama ini aku hanya membayangkan untuk bisa menidurinya, terlebih saat bertamu ke rumahnya, tapi keberadaan suaminya itu membuat aku hanya bisa menahan diri dan membayangkannya saat onani. Saatnya tiba dalam batinku sewaktu aku mendengar bahwa suaminya akan pergi ke luar negeri. Seabrek rencana akal bulus tersimpan di otakku.

Mbak Tatik adalah anak dari kakak sepupu ayahku. Dia seorang sekretaris di sebuah perusahaan vitamin di Jogja ini. Dia sudah menikah lebih dari sepuluh tahun tapi sampai sekarang belum juga punya anak padahal dia dan suaminya sehat-sehat saja menurut dokter. Mungkin ini yang membuatnya masih terlihat seperti gadis di usianya yang 40 tahun. Usianya yang lebih tua 15 tahun dariku tidak membuatku surut untuk menyukainya.

Sesampai di rumah Mbak Tatik, setelah beres-beres mobil aku masuk ke dalam dan melihat Mbak Tatik yang tercenung menonton tv. Aku tahu pikirannya tidak tertuju pada acara tv yang ditonton lalu kududuk di sampingnya dan menepuk-nepuk punggungnya,”Udah Mbak, ga usah bengong…empat bulan gak lama kok…” Mbak Tatik menatap wajahku dengan senyum yang terlihat berat, tapi bagiku itu menambah hasratku yang tiba-tiba menggebu. Kudekatkan tubuhku padanya dan aku memijat-mijat lengannya seakan-akan memberi penghiburan padahal setiap sentuhan dengan tubuhnya nafsuku makin terangsang.

Tiba-tiba Mbak Tatik merebahkan kepalanya ke pundakku disertai dengan nafas yang berat. Entah siapa yang mengomando aku dengan segera membelai rambutnya dan mengecup dahinya. Tembok pemisahku ambrol…tapi Mbak Tatik lalu berkata dengan terkesiap,”Ndre, apa yang kamu lakukan? Kamu kok begitu sih??” sambil melepaskan dirinya dari tanganku yang dari tadi mengelusi punggungnya. Matanya tajam mengawasiku, aku tidak berkutik dibuatnya. Aku tidak tahu harus berbuat apa semua rencanaku berantakan. Pikiranku cepat mengajakku pulang.

Sampai seminggu setelahnya aku tidak berkomunikasi dengannya padahal biasanya hampir tiap hari kami selalu sms-an kalau tidak bicara lewat telpon. Sebelum kejadian itu, aku sudah menyanggupkan diri untuk membantu mengatur tanaman di halaman rumahnya. Aku tidak yakin apakah rencana itu tetap jalan dengan adanya peristiwa kemarin. Kuberanikan diri untuk sms dan ternyata dibalas, langsung aku pergi ke rumahnya.

DI tengah kesibukan mengatur halaman Mbak Tatik bertanya,”Ndre, kemarin itu kamu kok bisa begitu?” “Mbak, aku menyukai Mbak Tatik,” jawabku cepat tapi sambil merundukkan kepala tanpa berani memandangnya. “Ndre, kamu udah gila ya? Aku kan kakakmu dan juga sudah bersuami.” “Iya Mbak, Andre tahu, maaf ya…”

Pembicaraan itu berlalu begitu saja sampai kerjaan mengatur halaman selesai. Aku lalu membersihkan badan dan mengganti baju. Aku mendekati Mbak Tatik lagi, niatku sduah bulat untuk menyatakan hasratku. “Mbak yang tadi Andre omong gak bohong…Andre memang suka dengan Mbak Tatik.” Kulihat Mbak Tatik terkejut dengan omonganku itu apalagi dia melihat bahwa aku sungguh-sungguh. Dengan suara yang berusaha menahan mengendalikan sesuatu Mbak Tatik bertanya,”Terus kamu mau apa Ndre?” Terdiam sejenak aku membalas,”Aku juga gak tahu Mbak…” Kudengar helaan nafas dari hidungnya bersamaan dengan jawabanku itu.

“Mbak, aku minta dicium sekali saja,” aku sudah nekat. “Nggak Ndre, Mbak nggak mau.” “Mbak Tatik, sekali saja,” sambil tanganku memegangi tangannya. “Kalau Mbak nggak mau, biar aku nyium Mbak, bagaimana?” Tiba-tiba aku ditampar plaaakk…pipi kiriku terasa panas. Aku cuma bisa tertunduk.

Tanpa aku bisa menduganya Mbak Tatik memelukku,”Ndre, maafin Mbak ya…” Kurasakan hangatnya pipi halus Mbak tatik di pipiku. Kurasakan juga tubuhku yang menempel dengan dada Mbakku ini. Aku memberanikan diri mengecup pipinya. Mbak Tatik menarik wajahnya dan menatap mataku. Lembut kukecup bibirnya yang tipis itu dan kurasakan nafsu yang begitu bergejolak dalam nadiku. Sebelum kuulangi kecupanku Mbak Tatik melepaskan dirinya dan berkata,”Sudah Ndre, jangan diulang…”

Saat dia membelakangiku memberesi meja makan aku sudah tidak mampu menahan diriku lagi. Kupeluk dari belakang dan kucium lehernya. “Ndre, jangan lakukan. Aku akan berteriak kalau kamu lakukan lagi,” bentaknya. Ini tidak menyurutkan niatku,”Mbak, juga suka padaku tho?Aku sering melihat Mbak memandangku diam-diam…” AKu tidak melepaskan pelukanku. Terdengar bisiknya,”Iya Ndre, tapi nggak begini…aku ini milik Mas *****. Kalau ada orang tahu bagaimana?”

Saat kudengan ucapannya itu aku melepas dekapanku dan membiarkan Mbak Tatik memutar tubuhnya dan memandangku. Sebenarnya aku sudah puas bahwa Mbak Tatik mengakui bahwa dia juga menyukaiku. Tapi ada pikiran lain datang. “Mbak, aku… bolehkan mencium Mbak?” Dia tidak menjawab, lalu aku mendekat kurangkul lehernya dan mengecup bibirnya. Lama tidak kulepaskan, lidahku mulai merasuki bibirnya dan kurasakan Mbak Tatik memberi respon atas lidahku yang bersentuhan dengan lidahnya. Kami lalu berpagutan bibir. Tanganku tidak tinggal diam mulai meraba-raba buah dada yang masih tertutup kemeja biru yang dipakainya. Tidak puas dengan itu perlahan aku mulai mencopoti kancing-kancing yang mengikat kemejanya.

Nafasku dan nafas Mbak Tatik seperti kereta yang memburu waktu. Kulumanku turun dari bibir ke leher jenjang mulus ini membuat Mbak Tatik terkesiap,”Ndre…ah..ah…”saat kutelusuri lehernya itu. LIdah dan bibirku mengulum habis payudaranya yang bersih meskipun kecil tapi masih kencang saat aku berhasil melucuti beha hitam berenda yang dipakainya. “Andre….,” hanya itu yang bisa terucap saat kupagut dan kujepit puting merah mudanya dengan bibirku.

Aku rasakan tangan Mbak Tatik mencari-cari selangkanganku dan diusap-usapnya kontolku yang mencuat kencang di dalam celanaku. Aku merasa geli dibuatnya tapi terasa enak sampai di ubun-ubun. Pada saat Mbak tatik menerobos kancing celanaku dan menemukan kontol ini aku juga berhasil melucuti celana panjang yang dikenakannya. Mbak Tatik kuberi kesempatan untuk mengocok-ngocok kontol itu sambil aku kembali mencumbu bibirnya.

Kemudian tanganku tidak mau kalah, perlahan kuselipkan jemariku di antara lubang kewanitaannya yang terasa lembab. “Andre, kamu jangan…ah…ah…ohh…”tak sanggup dia melanjutkan ucapannya saat jari tengahku memainkan clitoris yang biasanya hanya disentuh oleh sang suami.

Kuturunkan penuh celana dalamnya yang masihmenghalangi gerakan tanganku. Kucoba untuk menggiring kontolku ke lubang kewanitaannya itu.

Tapi sepertinya Mbak Tatik masih bertahan. “Andre, jangan lakukan itu…,”pintanya. “Minta yang lain Mbak kasih…” Tiba-tiba aku merasa kasihan dengannya. “Mbak, adik kecilku ini minta di-sun…” Mbak tatik lalu berlutut dan mulai menjilati kepala kontolku dengan perlahan. “Mbak Tatik,” jeritku tertahan saat kurasakan sensasi yang luar biasa. Ah…ah…oh…..kepala kontolku mulai masuk mulutnya. Mbak Tatik sungguh pintar memainkan bendaku ini. Mungkin karena baru pertama kali dan belum biasa aku tidak mampu menahan lebih lama lagi dan kutembakkan semua air suci itu ke dalam mulutnya.

16 Responses to “Mbak Tatik”

  1. someone Says:

    Ini kisah nyata kan? Aq suka, tapi akan lebih bagus lagi klo km ceritanya diselingi paka bahasa jawa, akan terkesan beneran. Juga kamu tambahin cerita kmu dengan obyek wisata yg ada di sekitar daerah kmu, jadi ceritanya alamiah.

  2. wahyu Says:

    Bagus. kmu berbakat jadi penulis. Usahakan tidak vulgar. aq tunggu ceritamu yg lain.

  3. someone Says:

    Ini kisah nyata kan? aku suka banget, tp akan lebih bagus lagi kl kmu selingi pake bahasa jawa ditambah cerita kmu mengenai obyek wisata yg ada di sekitar tempat tinggal kmu. Usahakan menulis ceritanya tidak pakai bahasa yg vulgar, murahan. OK aq tunggu cerita kmu yg lainnya.

  4. mey mey Says:

    horeeeee……… ada cerita baru lagi…. abis yg 17tahun2.com susah aksesnya. Ribettttt

  5. thukul Says:

    garing!!! tak sobek2 kamu!!

  6. lex Says:

    cerita hebat,tapi…! nafsu kok punya rasa kesian ya.ngga jadi ngentot kasian lu deh!

  7. Kanya Says:

    Bgus mesk ga jd ML krn mang d dasari rs suka..

  8. hadi Says:

    lain kali telpon gua dulu
    085035027460

  9. ujang Says:

    bravo……
    anda berhasil membuat cerita yang MEMBOSANKAN

  10. Hahn Says:

    T O P B G T . . .
    Tapi . . .
    LANJUTANNYA MANA..??!!

  11. Janta Says:

    Wong Gelo Mbak mu sendir d PK wl2 N Mbak tati lum hamil2 juga suami nya Mandul x ahhahahahhaha….

    O ya laen x ajak gw biar gw rekam hehehhehhehhe….

  12. rui Says:

    eeq…………….

    kok gx ada ML na, gx seru ah,,,,,,,,,,,,,,
    mbak Tatik masih KAKU aja…………
    hehehee…….

    tyus kl ada yg niat ML,
    telpon gw dunk………
    ntar gw bantuin………..

    08999072097(MALE)

  13. tempik Says:

    mw dong dikenalin ma tatik tadi?????????
    dijamin puas!!!!!!!!!!

  14. hanny Says:

    knapa ga lu masukin langsung aja????
    ya udah lu masukin yang gw aja…

  15. as Says:

    Enak lo…
    tapi seru juga.
    bikin crita lain dong
    tapi lw bego yah…

  16. arie Says:

    kenalin gue ma mba tatik loe dong…ni no gue
    00966564357045


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: