Unforgettable Memories 03

September 17, 2007

Akhirnya saya benar-benar tidak kuat untuk menahan orgasme saya, tapi hal itu tidak boleh terjadi karena saya ingin mencapai klimak saya bersamaan dengan Cindy. Lalu Cindy saya tarik ke atas dan saya rebahkan badannya sehingga saya berada di atasnya lagi. Saya tatap wajah Cindy yang imut-imut dan menggemaskan itu.
“Kok kamu berhentiin saya? Saya yakin kamu belum mendapatkan kepuasan seperti yang saya rasakan tadi kan? Kenapa? Ngga enak yach permaianan saya?”
Wajah Cindy benar-benar menggemaskan saya karena dia begitu terheran-heran melihat saya menghentikan aktivitasnya.

“Sayang, kamu hampir bikin saya nyampai klimaks, tau ngga..?”
“Trus..? Kok kamu minta Cindy berhenti..?”
“Saya tuch ngga mau klimaks sendirian, saya pengen kita sama-sama ngerasain klimaks.”
“Tapi Cindy kan udah dua kali kamu bikin klimaks, sedangkan kamu sekali aja belum. I’ve been unfair to you.”
“Who cares about being fair? Saya sayang kamu Cind, ngeliat kamu senang itu udah bikin saya senang. Kamu senang ngga dengan semua yang saya lakuin ke kamu tadi?”

Cindy tidak langsung menjawab tapi langsung melumat bibir saya dan memasukkan lidahnya ke mulut saya untuk kemudian menghisap lidah saya.
“Itu tanda terima kasih saya dan jawaban saya kalau saya tuch sukaa.. banget dan saya pasti bakalan ketagihan. Gimana kalau saya tiap malam minta kamu ngelakuin semua itu ke saya? Apa kamu sanggup?”
Cindy tertawa-tawa sambil mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda saya. Wah.., ternyata dia belum tahu tentang tingginya nafsu sexual saya, kata saya dalam hati.

“Kalau ternyata kamu yang kewalahan dalam menuhin keinginan sexual saya gimana?” tanya saya balik pada Cindy.
“Ahh.. saya tidak mungkin kewalahan karena saya pasti akan menikmati semuanya sama kamu.” jawab Cindy dengan gaya yang dibuat-buat sedikit sombong dan membuat saya makin gemas melihatnya.

Tanpa berkata-kata lagi, bibir Cindy langsung saya lumat kembali di dalam mulut saya dan lidah saya mulai saya julurkan ke dalam mulutnya untuk mencari lidahnya. Akhirnya lidah kami saling melumat, menghisap dan mengait-ngait yang membuat napas kami mulai memburu karena menahan rangsangan-rangsangan yang hebat supaya kami tidak mencapai orgasme terlalu cepat. Badan saya masih berada di atas badan Cindy dan ciuman saya turun beralih ke payudara Cindy. Saya begitu menyukai puting dan payudara Cindy yang di mata saya sangat sexy dengan paduan yang serasi antara putingnya yang berwarna pink dengan kulitnya yang putih.

Tidak bosan-bosannya saya mencium, menjilat, menghisap dan mengigit puting payudara Cindy yang tanpa saya sadari menjadi bagian sensitif bagi Cindy setelah vaginanya. Cindy mulai mengerang-ngerang dan menjerit kembali ketika lidah saya mulai menjilati putingnya silih berganti dengan hisapan dan gigitan. Tangannya sudah mulai mengacak-ngacak rambut saya dan menekan kepala saya ke payudaranya agar saya muali mgenggigit lebih keras putingnya.

Sambil mencumbu payudaranya yang indah, tangan saya turun ke selangkangan Cindy dan merentangkan kedua pahanya sehingga Cindy dalam keadaan mengangkang dan badan saya ada di tengah kedua pahanya yang terbuka lebar. Melihat Cindy yang sudah mulai sangat terangsang, ciuman saya mulai beralih turun dan satu persatu saya mulai menciumi perut dan terus ke bawah.

Cindy sudah mulai dapat mengatur napasnya kembali ketika mulut saya sudah menjauhi kedua payudaranya dan beralih ke daerah perutnya. Setiap badan Cindy saya nikmati dan menciuminya lembut dan menjilatnya sampai ke pangkal pahanya. Napas Cindy mulai tidak teratur ketika saya mulai menjilati selangkangan Cindy tanpa menyentuh vaginanya sedikit pun. Saya sapu lidah saya berulang-ulang, naik-turun di selangkangannya silih berganti kanan dan kiri.

Vagina Cindy ditumbuhi bulu-bulu yang cukup lebat yang terlihat sudah sangat basah dan lembab oleh lendir kewanitaannya. Bau khas lendir kewanitaanya sudah sangat menggoda keinginan saya untuk menenggelamkan seluruh wajah saya di situ, tapi saya ingin Cindy benar-benar terangsang dan menginginkan saya lebih dari segalanya. Maka saya tahan keinginan saya itu dengan tetap menjilati selangkangannya dan juga memegang tangan Cindy yang berusaha mengarahkan kepala saya ke vaginanya.

“Sayang, apa yang kamu lakukan..? Ooh.. please, ciumin memek saya Sayang..! Please, suck my *****, please Sayang..! ***** me, oohh.. please Sayang, jilatin memek saya..!”
Kata-kata kotor Cindy mulai keluar dan terdengar sangat merangsang libido saya. Keringat dingin Cindy mulai keluar menahan nafsunya sendiri karena saya masih belum menyentuh vaginanya dan tetap menciumi dan menjilati selangkangannya.

Cindy mengerang-ngerang dan menjerit-jerit, memohon saya untuk menggarap vaginanya dan akhirnya saya lakukan juga. Jari telunjuk saya yang sebelah kanan saya sapukan di sela-sela bibir vagina Cindy yang ternyata sudah teramat basah dan saya jilati jari telunjuk saya. Lalu dengan kedua tangan saya, saya buka bibir vagina Cindy yang sudah lengket dengan lendir kewanitaannya. Oh.., vagina Cindy sangatlah sexy di mata saya. Di balik rimbunnya bulu-bulu kemaluan Cindy, ternyata kulit vagina Cindy bagian dalam juga berwarna pink dengan kelentitnya yang sudah amat membengkak sebesar kacang.

Lalu saya sapukan lidah saya di belahan vagina Cindy dari atas ke bawah dan Cindy mulai menjerit kecil.
“Oougghh.. Sayang, oh iya Sayang.. please, don’t stop. I like that, please ***** me Darling. Please.., please..!”
Cindy benar-benar sudah terangsang, dan kali ini saya jilati vagina Cindy berulang-ulang dari atas ke bawah, bawah ke atas bergantian. Saya jilat dan hisap semua lendir kewanitaannya dan saya benar-benar menyukai rasanya.

Setelah habis saya telan semua lendir kewanitaannya, bibir vagian Cindy saya buka lebar-lebar dan saya julurkan lidah saya lebih dalam ke lubang vagina Cindy. Dan setelah semua lidah saya masuk lalu saya keluarkan lagi dan saya lakukan berulang-ulang dan Cindy menyukainya.
“Sayang.., keep ***** me with your tounge..! Oh yes, oughh..!”

Tiba-tiba saya arahkan lidah saya ke kelentit Cindy dan saya jilat lidah Cindy sekilas tapi membuat Cindy berteriak. Cindy tidak mengira kalau lidah saya akan menjilat kelentitnya karena di situlah tempat paling sensitif buat Cindy tapi sekaligus mejadi tantangan buat saya untuk memuaskan Cindy.

Saya menjulurkan lidah saya untuk kembali mejilati kelentit Cindy. Cindy mulai menggelinjang dengan hebatnya dan menjerit kuat ketika saya menghisap kelentitnya dengan kuat. Pinggulnya terangkat dan badannya mengejang bersamaan dengan mengalirnya lahar panas yang sangat banyak dari lubang vaginanya yang sebagian juga membasahi bibir saya. Terus terang, saya menyukai orgasme yang berkali-kali dalam satu kali permainan, dan saya ingin Cindy juga merasakannya.

Maka ketika badan Cindy mulai melemah dan cairan dari vaginanya masih mengalir, saya masukkan dua jari saya ke dalam vagina Cindy sampai saya dapat menyentuh G-Spotnya. Cindy menjerit kecil ketika jari-jari saya mulai masuk ke dalam. Sambil saya jilati kembali kelentit Cindy, saya mulai mengocok vagina Cindy dengan memasukkan dan mengeluarkan dua jari saya di vagina Cindy berulang-ulang. Saya tahu kalau kelentit Cindy mulai sensitif dengan sentuhan karena Cindy berusaha untuk menjauhkan kepala saya dari selangkangannya. Tapi saya tetap menjilati dan menghisap kelentitnya sambil mengocokkan jari-jari saya di vaginanya. Tangan Cindy pun mulai berhenti meronta dan Cindy pun mulai menikmati rangsangan di vaginanya kembali.

“Oouughh.. Sayang. Keep ***** me..! Oohh yes.., faster, faster, darling..!”
Kocokan jari-jari saya di dalam vagina Cindy makin saya percepat dan makin dalam, begitu pula dengan hisapan dan gigitan saya di kelentitnya sampai Cindy mengalami orgasme sekali lagi dan akhirnya tubuhnya melemah. Sesungguhnya saya ingin menstimulasinya lagi agar Cindy dapat mencapai orgasme sekali lagi agar dia benar-benar puas, tapi saya kasihan melihat Cindy sudah kelelahan, dan ini pengalaman pertamanya dalam menikmati orgasme.

Cindy menutup matanya dengan napas yang masih terengah-engah dan saya memandanginya sambil membelai-belai rambutnya. Sekali-sekali saya mencium lembut pipinya. Ternyata saya benar-benar mencintai wanita ini.

Cindy tertidur pulas sampai hampir 20 menit, dan saya tidak bosan-bosannya memandangi wajahnya. Saya benar-benar tidak percaya kalau saat itu saya dapat melihat, memeluk dan mencium seluruh bagian tubuh Cindy. Saya juga hampir tidak percaya bahwa cinta saya pada Cindy tidak bertepuk sebelah tangan. Akhirnya Cindy bangun dan mengatakan bahwa ia sangat lemas dan ngantuk.
“Sayang, maaf yach Cindy ninggalin kamu tidur. Cindy lemas banget tapi juga puas banget. Kamu belum yach Sayang..? Kamu mau Cindy puasin juga..?”

Tapi mata Cindy terlihat sangat mengantuk dan saya tidak mungkin tega untuk memintanya memuaskan saya. Akhirnya Cindy saya tarik dalam pelukan saya.
“Ngga usah Sayang, kamu tidur aja di pelukan saya yach..!”
Cindy mengangguk dan langsung tertidur lagi, saya pun akhirnya tertidur juga.

Kira-kira jam 01.00 siang kami bangun dan mandi bersama-sama. Setelah kami bercinta lagi, barulah Cindy mulai belajar memuaskan saya dan saya benar-benar puas karena memang saya sangat mencintainya. Hari-hari kami lalui dengan penuh cinta dan juga bercinta setiap ada kesempatan dan kesempatan itu setiap hari dan kami dapat melakukan 3 kali dalam sehari.

Sampai 2 tahun tidak terasa kami harus berpisah karena Cindy takut tidak dapat hidup tanpa saya. Dia memohon saya untuk membiarkannya pergi karena dia ingin belajar menjalani hidupnya tanpa saya di sampingnya karena kenyataan seperti itulah yang harus kami hadapi di kemudian hari. Kenyataan bahwa kami harus berpisah. Kalau saya masih mempunyai kesempatan untuk bertemu Cindy lagi suatu saat kelak, saya akan tetap mengatakannya bahwa saya masih mencintainya dan saya tidak akan pernah berhenti mencintainya dalam keadaan apapun di kehidupan kami.

11 Responses to “Unforgettable Memories 03”

  1. ayaz Says:

    Hello girl,

    Kisah kamu mirip banget dengan kisahku. kenangan itu terjadi 18 tahun y.l. tapi sampai saat ini bila aku ketemu wanita itu perasaan kami masih saling menyatu. Selama ini aku masih satu kota dengan dia. Aku juga seorang manager, karena itu aku kaget baca kisahmu. Ternyata bukan hanya kami berdua yang memiliki kisah begitu indah, tapi kamu juga.

    Sekarang dia udah menikah, tapi tiap kami ketemuan buat makan bareng, tatapannya masih sama kaya dulu. Dia bilang dia bisa mencapai klimaks berkali-kali bila bercinta denganku, tapi dengan suaminya dia tidak bisa.

    Terakhir kami bertemu kami sempat ML, dia sangat tahu gimana membangkitkan gairahku. Sampai saat ini aku belum menemukan seseorang yang bisa kucintai seperti aku mencintai dia.

    Girl,
    if you dont mind, aku pengen kenalan. boleh ?
    please reply ke emailku.

    bye girl..

  2. mey Says:

    Hai,

    Aku kaget bgt baca kisah kamu, aku sampai nangis, ternyata kutemukan juga seseorang yang mengerti…
    Aku ingin kenalan, boleh kan? Kalau ga keberatan reply-nya aku tunggu.
    Ditunggu banget.

    bye bye

  3. shy Says:

    Hi ternyata bukan hanya kita yang punya kisah yang sama tapi pasti banyak yang diluaran sana juga. thats nice story but i think thats not just a story but thats real memories. aku juga mengalami kisah yang sama dengan beda usia 10 tahun. waktu kami pisah kami benar2 prepare selama 2 tahun tetapi ternyata susah juga.
    thats long2 time ago. sekarang dia juga sudah married but i’m not so lucky like her aku banyak gagalnya.
    mungkin itulah yang dinamakan cinta sejati. kita benar2 dapet feelnya, so different with relation with a man. kita benar2 merasa saling memiliki dan saling menjaga pokonya lain banget. so our story is same story. sampai saat inipun aku masih keep dia di hati. wlaupun itu sudah 10thn yll. you are right unforgettable.
    so mungkin kita bisa saling curhat about that u can send me sms at 08990191792.
    tks for all love and peace

  4. Rini Says:

    thats nice, very nice kadang aku berfikir apakah ini yang dinamakan cinta salah tempat? cinta yang begitu tulus dan sangat indah tp kita tidak bisa bersama
    terasa menyakitkan tetapi indah
    kami melalui masa2 yang idah seperti kamu dan juga harus berpisah karena keadaan
    even thats long2 time ago tapi semua masih indah sampai detik inipun dia masih ada dihati.
    saat ini aku berharap semoga bisa menemukan hal seperti itu lagi untuk berbagi kebahagiaan
    so…i know u out there
    i need someone for sharing, friend or migh be more we never knows
    from 081916724723

  5. Rindu Says:

    sangat indah cinta yang datang dari hati
    saat ini aku sedang menunggu belahan jiwaku adakah kau di luar sana?

    email ke Rindukamu2007@yahoo.com

  6. e1 Says:

    saya lelaki yang sangat memahami pada wanita bisex atau lesb karena saya punya pengalaman manis tersendiri dengan mantan GF saya yang juga seorang bisex semua keadaanya dapat saya terima dengan hati terbuka sampai akhirnya karena sesuatu hal yang tidak dapat di “lawan” kami berpisah, namun kami sangat saling mencintai,dan hingga saat inipun saya belum mendapatkan penggantinya yang bisa mengisi hati saya.

  7. fara Says:

    kenalan yuk, call me 081913225862

  8. poe Says:

    emng nyakitin bgt,
    harus pisah ama orang yang kita cintai.
    pdhl udh begitu banyak yang kita lalui bersama dengan dia.
    cerita kamu sama persis ma ceritaku.
    dia yang kucintai ninggalin aku,karna dia milih keluarganya.
    padahal kami masih saling mencintai..
    Ya Tuhan,,apa rencanamu sebenarnya?
    call me 081804027340

  9. princess Says:

    masih terasa sakitnya sampe sekarang
    ketika kita mencintai seseorang namun tak bisa memilikinya apalagi hanya karena kita sesama wanita
    dibatasi norma dan aturan yang mengekang cinta sebenarnya
    tidak pernah dapat dimengerti apa rencana-Nya
    memberikan cinta namun tak bisa bersatu
    bahagia namun menyakitkan
    please hub aku bagi yang merasa senasib…dhicks_2112@yahoo.co.id

  10. urray Says:

    aku pernah merasakan debaran ketika orang yg kita sukai & sayangi (sesama jenis)dekat dengan tubuhnya & tanganku/punggungku menyentuh payudaranya walau hanya beberapa detik saat jalan bersisian. Ingin rasanya aku bs memeluk, membelai dan mencumbu dia (khayalan itu acap kali muncul dalam benakku).Tapi aku tdk punya keberanian untuk berbuat itu semua, aku takut dia akan menolak & marah besar dan menjauhiku. Akhirnya hanya kupendam rasa itu sampai kapanpun. Aku merasakan kehilangan saat dia hrs pindah kerja ke perush. lain, hanya sesekali aku bs ketemu dia, walau cuma nonton bareng.
    Aku pengen deyh.. sharing ama kamu-kamu, tapi dimana aku bisa menghubunginya yaa…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: